Tak Mau Dengar Musik, Para Santri Tutup Telinga Saat Antri Vaksin

Ruslan
115 view
Tak Mau Dengar Musik, Para Santri Tutup Telinga Saat Antri Vaksin
Foto: Ist

DATARIAU.COM - Beredar sebuah video para santri menutup telinga saat antri vaksin di sebuah ruangan. Para santri ini menutup telinga karena ada musik barat yang sedang di putar.

Dalam video tersebut memperlihatkan semua santri menunduk dan memegang sembari menutup telinganya, agar tidak mendengarkan musik tersebut.

Narasi video mengatakan, "Masya Allah, Santri kami sedang antri vaksin, Qodratullah di tempat vaksin ini diputar musik. Anda lihat santri - santri kami menutup telinganya, agar tidak mendengarkan musik ini," ujar sumber suara (14/09/2021).

Video yang beredar di Tiktok ini pun mendapat ribuan komentar dari warganet, salah satu dari akun Tiktok @pembela_kebenaran2021 menulis, "Berlebihan sih ini, dan sesuatu yang berlebihan itu tidak baik meskipun niatnya baik," tulisnya.

Di akun lain pun @Khadijah Qurrota aini menuliskan "Ini TIDAK berlebihan yaa, hafalan akan cepat hilang bila mendengarkan musik atau sesuatu yg berbau maksiat, apalagi dimasa2 belajar," ujarnya.

Hingga saat ini video tersebut sudah ditonton lebih dari 3 juta views, dan 26 ribu komentar.

Dilansir dari DetikNews, Wakil Sekjen MUI, M. Ziyad mengomentari video tersebut. Menurut Ziyad, penghafal Al-Qur'an memang perlu menjaga hafalannya. Mereka memiliki masalah jika mendengar musik, dan musik itu yang akhirnya menempel dalam ingatannya.

"Anak santri memang dijaga betul hafalan Alquran nya termasuk jangan sampai mendengarkan hal-hal yang dapat mengganggu konsentrasi hafalannya. Salah satunya adalah musik. Suara - suara, gak hanya musik saja gitu," ujarnya.

Dia pun menyayangkan kelompok orang yang memberi label radikal kepada para santri tersebut. Ziyad yakin, para santri itu hanya sedang menjaga hafalannya.

"Jangan kemudian lantas mengaitkan, oh dia ISIS, oh dia Taliban. Orang yang menyatakan menyinyir, itu nyinyiran orang radikal. Tidak boleh melakukan itu. Kita dudukan secara jernih dalam masalah ini," tuturnya. (mam)

Penulis
: Maizatul Akmam