Sayembara Berhadiah Rp 100 Juta, Bagi yang Menemukan Video Pengrusakan di Ruang BK DPRD Riau Oleh Larshen Yunus

datariau.com
1.663 view
Sayembara Berhadiah Rp 100 Juta, Bagi yang Menemukan Video Pengrusakan di Ruang BK DPRD Riau Oleh Larshen Yunus
Foto: Ist.
Larshen Yunus saat membuat konten bersama seorang wartawan di Ruang BK DPRD Provinsi Riau beberapa waktu lalu yang disebut melakukan pengrusakan dan ditetapkan sebagai tersangka. 

PEKANBARU, datariau.com - Telah dibuka sayembara berhadiah Rp 100 juta bagi siapa saja yang menemukan bukti video pengrusakan di ruang Badan Kehormatan DPRD Riau yang dilakukan Larshen Yunus dan wartawan Rudi Yanto.

Sayembara ini diumumkan Aktivis Larshen Yunus, Ahad (20/3/2022), sebagai bentuk tidak terima karena ditetapkan tersangka oleh Polresta Pekanbaru atas laporan ASN DPRD Riau Ferry Sasfriadi, namun tanpa barang bukti yang jelas.

"Sikap Penyidik Sat Reskrim Polresta Pekanbaru dalam menghancurkan karakter saya dengan memfoto dan menyebarkan hasil foto saya menggunakan kaos warna orange, tanpa kepastian hukum yang jelas," kata Larshen kepada wartawan, di Kedai Kopi Tanjak, Jalan Soekarno Hatta, Pekanbaru.

Larshen merasa karakternya yang dikenal selama ini sebagai aktivis yang aktif membongkar indikasi korupsi, dihancurkan oknum yang metapkannya sebagai tersangka, namun menurut Larshen penetapan itu tanpa bukti yang jelas.

"Padahal dua bentuk rekaman CCTv telah diberikan sebagai barang bukti (BB) dari si pelapor, namun penyidik tidak membahas bukti tersebut," terang Larshen.

Alumni Sospol UNRI ini merasa dizolimi dan berharap ada kepastian hukum sesuai bukti konkret, karena dia merasa penetapan tersangka dan disebarkannya foto dia memggunakan baju oranye oleh oknum aparat adalah bentuk pembunuhan karakter.

"Bayangkan saja, rumah saya didatangi jam 11 malam, orang tua dan istri saya ketakutan, rumah dan kendaraan saya difoto-foto dan terakhir mobil saya dihadang, hingga akhirnya saya diamankan, dipakaikan dan difoto dengan baju orange seperti itu" ungkap Larshen Yunus.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)