Pendiri Telegram Bakal Wariskan Kekayaan ke Ratusan Anak

Najwa
328 view
Pendiri Telegram Bakal Wariskan Kekayaan ke Ratusan Anak
Foto: Harianjogja.com

DATARIAU.COM- Pendiri dan CEO Telegram Pavel Durov mengungkapkan rencana mewariskan seluruh kekayaannya kepada lebih dari 100 anak biologis yang dimilikinya dari hubungan dengan berbagai wanita dan program donor sperma selama 15 tahun.

Taipan teknologi kelahiran Rusia ini mengungkapkan dalam wawancara dengan majalah politik Prancis Le Point pada Kamis (19/6) bahwa hartanya akan dibagikan kepada enam anak dari hubungan dengan sejumlah wanita dan puluhan anak lainnya yang lahir melalui donor sperma.

Durov menegaskan tidak membedakan antara anak-anaknya yang sah dari tiga wanita berbeda dengan mereka yang dikandung dari sperma yang disumbangkannya. "Mereka semua adalah anak-anak saya dan akan memiliki hak yang sama! Saya tidak ingin mereka saling mencabik-cabik satu sama lain setelah kematian saya," ungkap Durov dikutip CNN.

CEO Telegram yang baru saja menulis surat wasiat ini mengungkapkan jumlah anak biologisnya di media sosial tahun lalu. Ia menceritakan seorang dokter mengatakan kepadanya bahwa warga memiliki "tugas kewarganegaraan" untuk menyumbangkan "bahan donor berkualitas tinggi", sehingga ia menjadi donor sperma selama 15 tahun.

Menurut Bloomberg, Durov memiliki kekayaan sekitar US$13,9 miliar, namun dia menolak perkiraan tersebut dan menyebutnya sebagai "teoritis". "Karena saya tidak menjual Telegram, tidak masalah. Saya tidak memiliki uang ini di rekening bank. Aset likuid saya jauh lebih rendah - dan itu tidak berasal dari Telegram: aset tersebut berasal dari investasi saya di bitcoin pada tahun 2013," jelas Durov kepada Le Point.

Durov memutuskan anak-anaknya tidak akan memiliki akses ke kekayaannya hingga jangka waktu 30 tahun dari sekarang. Keputusan ini bertujuan agar mereka hidup seperti orang normal dan membangun diri sendiri tanpa bergantung pada rekening bank warisan.

"Saya ingin mereka hidup seperti orang normal, membangun diri mereka sendiri, belajar untuk percaya diri, mampu berkreasi, tidak bergantung pada rekening bank. Saya ingin menegaskan bahwa saya tidak membeda-bedakan anak-anak saya: ada yang dikandung secara alami dan ada yang berasal dari sumbangan sperma saya," katanya.

Ketika ditanya mengapa baru menulis surat wasiat sekarang, Durov mengatakan pekerjaannya memiliki risiko dan membuatnya memiliki banyak musuh. "Pekerjaan saya mengandung risiko - membela kebebasan membuat Anda memiliki banyak musuh, termasuk di dalam negara yang berkuasa. Saya ingin melindungi anak-anak saya, dan juga perusahaan yang saya dirikan, Telegram," terangnya.

Telegram yang memiliki lebih dari satu miliar pengguna bulanan dikenal dengan enkripsi tingkat tinggi dan pengawasan terbatas. Tahun lalu, Durov ditangkap di Paris atas tuduhan terkait kejahatan termasuk pencucian uang, pengedaran narkoba, dan penyebaran pornografi anak melalui platformnya.

Durov yang merupakan pemegang saham tunggal Telegram membantah tuduhan tersebut dan menyebutnya "tidak masuk akal". "Hanya karena para penjahat menggunakan layanan pesan kami di antara banyak layanan lainnya, tidak membuat mereka yang menjalankannya menjadi penjahat," bantah Durov kepada majalah Prancis tersebut.***

Sumber:CNNIndonesia

Penulis
: Najwa
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)