Menelusuri Fakta Insiden Kecelakaan Dalam Touring Motor Rombongan Bupati Inhu

2.809 view
Menelusuri Fakta Insiden Kecelakaan Dalam Touring Motor Rombongan Bupati Inhu
Lokasi dan kronologis kejadian. (foto: heri)
INHU, datariau.com - Kebiasaan Bupati Inhu Yopi Arianto touring menggunakan sepeda motor trial berama pejabatnya untuk menuju suatu daerah, hampir memakan korban jiwa. Salah satu peserta touring pada Ahad 25 Januari 2015 lalu, mengalami kecelakaan sesama peserta touring.

Guna mencari fakta insiden ini, datariau.com melakukan penelusuran di lokasi kecelakaan yakni di Jembatan depan rumah Almarhum Asmara di Desa Pekan Tua, Selasa (27/1/2015), karena ada yang janggal dari pengakuan korban Drs Mamudi MM yang merupakan pejabat di BKD Inhu.

Benar saja, di lapangan ditemukan banyak perbedaan antara pernyataan korban Mamudi dengan pernyataan beberapa orang saksi mata. Maka terkesan, korban Mamudi beserta pejabat lainnya berusaha untuk menyembunyikan insiden tersebut.

"Rombongan bupati saat itu laju dari arah Rengat mau ke Tembilahan. Tepatnya di jembatan depan rumah Almarhum pak Asmara, motor trial salah satu peserta menyeruduk motor kawannya yang ada di depan," cerita salah seorang saksi mata yang meminta namanya tidak disebutkan.

Atas insiden itu, korban yang jatuh yakni Mamudi, langsung tersungkur karena kecepatan kendaraan saat itu cukup kencang. Bahkan menurut saksi mata, korban yang jatuh sempat mengeluarkan darah dari dalam mulutya.

"Mereka sempat dirawat di rumah almarhum pak Asmara sementara menunggu mobil ambulan tiba. Cukup parak lukanya," ujar saksi mata lainnya.

Keterangan saksi mata ini jelas sangat berbeda dari pernyataan Mamudi yang mengaku dia jatuh sendiri. Padahal, informasi yang dirangkum datariau.com dari berbagai sumber, Mamudi terjadi setelah menabrak motor Kabag Humas Pemkab Inhu Jawater.

Masyarakat juga menyayangkan kalau memang adanya pejabat menyembunyikan insiden tersebut. Seharusnya, pejabat Inhu menjadikan pelajaran, bahwa kebiasaan touring atau konvoi tersebut berbahaya jika tidak dilakukan oleh orang yang memang mahir menggunakan kendaraan bermotor.

"Itu untung sesama mereka yang terlibat kecelakaan, kalau dengan masyarakat pengguna jalan lainnya, kan kasihan," kata masyarakat lain yang berbincang dengan wartawan.

Sebelumnya diberitakan, Drs Mamudi MM yang merupakan Kabid Mutasi di BKD Inhu saat dirawat di RSUD Indrasari Pematang Reba membantah jika dirinya jatuh bertabrakan dalam rombongan touring tersebut.

Insiden kecelakaan ini, sesuai data yang diterima datariau.com, Ahad malam, bahwa saat rombongan touring masuk perbatasan antara Kabupaten Inhu dan Inhil, tepatnya di jembatan Pekan Tua sekitar pukul 10.00 WIB pagi, Kabid Mutasi BKD Inhu Drs Mamudi MM jatuh, diduga terserempet oleh sepeda motor Kabag Humas Sekda Inhu Jawater. Namun belakangan Mamudi membantah hal itu.

"Tadi pagi sekitar jam 8.00 pagi, kami bersama rombongan dan juga Bupati Inhu bapak Yopi Arianto touring ke Inhil, tepat di Jembatan Pekan Tua motor trail saya goyang lalu saya jatuh sendiri, jadi tidak benar kalau jatuhnya saya ini karena serempetan atau senggolan dengan Kabag Humas Sekda Inhu pak Jawater. Saya murni jatuh sendiri," Kata Kabid Mutasi BKD Inhu Mamudi kepada datariau.com saat itu.

Akibat jatuh ini, Mamudi mengaku hanya mengalami luka ringan saja di bagian tangan sebelah kiri dan lutut sebelah kanan. "Oh ya, jangan dibesar-besarkan beritanya ya dek," pesan Mamudi kepada wartawan. (her)
Tag:Touring
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)