Loka POM Inhil Musnahkan 15.230 Obat dan Makanan di Gedung Engku Kelana

Izon
153 view
Loka POM Inhil Musnahkan 15.230 Obat dan Makanan di Gedung Engku Kelana

TEMBILAHAN, Datariau.com - Loka Pengawasan Obat dan Makanan Kabupaten Inhil memusnahkan Obat dan Makanan Yang Tidak Memenuhi Ketentuan Hasil Pengawasan Loka POM di Kabupaten Inhil, serta Publikasi Surat Edaran Bupati Inhil Mengenai Larangan Penggunaan Pewarna Tekstil Rhodamin B Pada Makanan Gedung Engku Kelana, Tembilahan, Senin (29/11/21).

Dalam pemusnahan obat dan makanan yang tidak memenuhi hasil pengawasan Loka POM di Kabupaten Hulu dan Hilir periode bulan Desember 2020 sampai dengan November 2021 dengan nilai ekonomi Rp. 322.575.798 (tiga ratus dua puluh dua juta lima ratus tujuh puluh lima ribu tujuh ratus sembilan puluh delapan rupiah) dengan rincian 1452 item dan 13. 778 kemasan.

Untuk diketahui pemusnahan obat dan makanan ini dilakukan dengan cara dibuka, dirusak kemasan dan produk serta bisa juga dengan cara dibakar atau dikuburkan kedalam tanah.

Kepala BPOM Inhil Emi Amalia mengatakan Kegiatan pemusnahan dilakukan terhadap Produk Obat, Pangan, Kosmetik, Obat Tradisonal dan Suplemen Kesehatan yang tidak memenuhi syarat, ketentuan, mutu, kualitas, maupun produk tanpa izin edar/ilegal yang tidak sesuai dengan Peraturan Perundangan-Undangan yang berlaku, hasil pengawasan Loka POM di Kabupaten Inhil.

"Produk-produk yang telah dimusnahkan kemudian diserahkan kepada jasa pemusnahan limbah PT. Berkah Rezeki Ikhlas Jalan Damai, Gg. Bata Merah Nomor 41 A RT 02, Kelurahan Gajah Sakti, Kecamatan Mandau, Kota Duri Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau untuk diserahkan kepada PT. Tenang Jaya Sejahtera alamat Jalan Raya Badami Ds Margakarya Teluk Jambe Barang Krawang, Jawa Barat," kata Emi.

Lebih lanjut, Kepala BPOM Inhil Emi Amalia menyebutkan selain pemusnahan obat dan makanan yang tidak memenuhi ketentuan, berdasarkan hasil pengawasan Loka POM di Kabupaten Inhil, juga menemukan masih adanya penyalahgunaan bahan berbahaya modamin B pada terasi yang diproduksi dan beredar di Indragiri Hilir.

Menurut Kepala BPOM Inhil Emi Amalia terasi yang ditemukan ini kemudian menjadi salah satu bahan baku yang dikonsumsi pada kehidupan sehari-hari, misalnya pada sambal, dan olahan pangan lainnya. Rhodamin B merupakan zat warna tertentu yang dinyatakan sebagai Bahan Berbahaya dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 239/ Men.Kes/Per/ VI 85. Karena bahan berbahaya rhodamin B ini dapat membahayakan kesehatan manusia dan menimbulkan penyakit-penyakit degeneratif seperti kanker hati, pembesaran hati, pembesaran ginjal, dan gangguan fisiologis tubuh apabila digunakan dalam obat, makanan, dan kosmetika.

"Oleh karena itu pada kegiatan ini juga dipublikasikan Surat Edaran Bupati Indragiri Hilir No. 1522.102/XV/Ex-SDA/2021/500 tentang Larangan Penggunaan Pewarna Tekstil Rhodamin B pada Makanan dengan instruksi agar Produsen pangan khususnya produk terasi dan olahannya di Kabupaten Inhil harus menggunakan bahan baku dan bahan tambahan pangan yang aman, bermutu dan tidak mengandung Bahan Berbahaya Rhodamin B, Pedagang agar tidak mengedarkan terasi dan olahannya yang dicurigai mengandung Bahan Berbahaya Rhodamin B, dan Masyarakat berhati-hati dalam membeli terasi dan olahannya dengan ciri-ciri warna terlihat merah mencolok, cenderung berpendar, dan memberikan titik-titik warna yang tidak merata," jelasnya.

Terakhir Kepala BPOM Inhil Emi Amalia menghimbau kepada masyarakat untuk selalu melakukan Cek KLIK (cek kemasan, label, izin edar, dan kedaluwarsa) pada produk obat dan makanan sebelum dikonsumsi. Kewaspadaan ini bertujuan tidak lain untuk menjaga kesehatan tubuh terhadap bahan-bahan berbahaya.

"Untuk itu saya meminta kerjasama dari seluruh elemen baik itu pemerintah, tokoh agama, Pemuda, organisasi, pers untuk menyebarluaskan informasi ini agar para pelaku usaha dapat benar-benar mematuhi peraturan yang telah di tetapkan dan konsumen lebih berhati-hati sebelum mengkonsumsi suatu produk baik itu makanan dan obat-obatan," imbuhnya.

Penulis
: Izon
Editor
: Izon
Sumber
: Datariau.com
Kirim berita, hak jawab, laporan: 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)