KUD Tunas Muda Dayun Akan Dirikan Pamigo Hasilkan 3,8 Ton Minyak Goreng

Hermansyah
1.487 view
KUD Tunas Muda Dayun Akan Dirikan Pamigo Hasilkan 3,8 Ton Minyak Goreng
Pj Bupati Siak Indra Purnama bersama Penghulu Kampung Dayun Nasya Nugrik.

SIAK, datariau.com - KUD Tunas Muda, Kampung Teluk Merbau, Kecamatan Dayun, Siak mulai mencari sumber penghasilan baru agar koperasi tersebut, tetap eksis di tengah resesi ekonomi serta persaingan usaha kian ketat.

"Saat ini, koperasi banyak yang tutup dan mulai lesu, akibat persaingan usaha," kata Ketua KUD Tunas Muda Sutiono, Jumat (15/11/2024).

Dikatakan dia, ditambah lagi pembiayaan tidak berbanding dengan KUR. "Karena itu, kami berinovasi mendirikan pabrik mini minyak goreng (Pamigo)," sebut Sutiono.

Sebenarnya, peletakan batu pertamanya sudah dilaksanakan pada bulan Oktober lalu. Menurut rencana diluncurkan pada Maret 2025 mendatang.

Dimana pabrik berukuran mini ini, memiliki daya tampung sebanyak 20 ton TBS/hari, diperkirakan perbandingan jumlah CPO yang dihasilkan sebanyak 4 ton/hari.

Disampaikan Sutiono, setelah dilakukan penyulingan kembali, maka dapat menghasilkan sebanyak 3,8 ton minyak goreng/hari.

"Perkiraan pembangunan selesai sekitar bulan Maret 2025, karena pabrik ini skala mini dan alat rangka sudah ada tinggal merakit," jelasnya.

"Pabrik ini, berdiri di lahan seluas 2,500 persegi akan mempekerjakan sebanyak 20-30 orang (karyawan). Insya Allah, jika tidak ada kendala kita akan launching minyak goreng di Koperasi Tunas Muda," imbuhnya.

Sutiono menambahkan, untuk memenuhi kebutuhan tandan buah segar sawit untuk pabrik, akan membeli TBS dari kebun sawit milik anggota koperasi.

Dengan begitu, Pabrik ini, nantinya diharapkan dapat meningkatkan pendapatan asli desa (PAD), kesejahteraan masyarakat serta dapat memenuhi kebutuhan minyak goreng lokal di Kabupaten Siak.

"Pasokan TBS, kita ambil dari kebun anggota koperasi, kami ada 820 haktar kebun sawit dan kami butuhkan 200 haktar saja. Usaha ini, pembayarannya murni dari KUD dan anggota," ungkapnya.

Dijelaskan Ketua Aspek PIR Indonesia itu, abrik ini dibutuhkan dana sekitar Rp5-6 miliar. Dan berharap, selain meningkatkan ekonomi masyarakat desa, juga membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat.

Tentunya mendapat dukungan dari asosiasi petani sawit rakyat, termasuk dukungan dari kecamatan dan pemerintah daerah. Karena itu, Pjs Bupati Indra Purnama mengunjungi KUD beberapa waktu lalu.

"Kami mendapat dukungan dari bapak Bupati, pak Gubernur harapan saya bagaimana koperasi sawit ini tidak hanya menjual TBS saja, namun mengelola TBS. Selain menjadi CPO, juga menjadi produk hilir nya, seperti minyak merah, minyak goreng, bahan baku mentega dan bahan baku sabun," terangnya.

Sementara Pj Bupati Siak Indra Purnama mendukung upaya ini, dan berharap setelah pabrik mini ini beroperasi dapat mengatasi kelangkaan minyak goreng di Kabupaten Siak, serta meningkatkan pendapatan asli fesa (PAD) maupun kesejahteraan masyarakat Kecamatan Dayun.

"Alhamdulillah, hari ini kita dapat berdiskusi dengan Koperasi Tunas Muda mengenai rencana peluncuran pabrik minyak goreng mikro ini," kata Indra Purnama.

"Kami berharap pabrik ini, tidak hanya menghasilkan CPO dan minyak goreng saja, namun ada produk lain yang dapat dihasilkan seperti pupuk padat dan pakan, sehingga usahanya dapat berkembang," pungkasnya.(***)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)