Krisis Kelahiran Anak di Jepang Semakin Parah, Dana Rp372,7 Triliun Dikucurkan Untuk Antisipasi Resesi Seks

Datariau.com
1.418 view
Krisis Kelahiran Anak di Jepang Semakin Parah, Dana Rp372,7 Triliun Dikucurkan Untuk Antisipasi Resesi Seks
Ilustrasi (Foto: Internet)

DATARIAU.COM - Angka kelahiran anak di negara Jepang merosok tajam. Negara berpenduduk 125 juta jiwa ini mencatat kurang dari 800 ribu kelahiran anak tahun lalu, terendah sejak pencatatan dimulai. Sementara biaya perawatan lansia melonjak.

Pemerintah Jepang mengucurkan dana senilai USD 25 miliar atau setara dengan Rp 372,7 triliun (kurs Rp 14.908) untuk mengatasi masalah resesi seks (penurunan gairah pasangan suami istri melakukan hubungan seks) yang semakin gawat.

Mengutip Channel News Asia (CNA), Jumat (2/6/2023), Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida mengungkapkan dana tersebut bakal dikucurkan ke masyarakat dalam bentuk subsidi langsung.

Dengan rincian bantuan keuangan untuk pendidikan dan perawatan prenatal, hingga promosi kerja yang fleksibel dan cuti ayah.

Di sisi lain, Kishida juga sudah menyiapkan sejumlah kebijakan baru, guna mengatasi krisis angka kelahiran. Yakni dengan meningkatkan pendapatan kaum muda dan generasi yang mengasuh anak.

"Kami akan bergerak maju dengan langkah-langkah ini untuk melawan penurunan angka kelahiran tanpa meminta masyarakat menanggung beban lebih lanjut," kata Kishida.

Kasus resesi seks nyatanya tak terjadi di Jepang saja, hampir seluruh negara maju juga mengalami hal serupa. Namun, masalah resesi seks terparah memang terjadi di Jepang.

Jepang memiliki populasi tertua kedua di dunia setelah Monako. Aturan imigrasi yang relatif ketat berarti menghadapi kekurangan tenaga kerja yang terus meningkat.

Follow Berita datariau.com di Google News

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)