Kota Wisata Parapat Tercemar Aroma Tidak Sedap dari Tumpukan Sampah

eka
682 view
Kota Wisata Parapat Tercemar Aroma Tidak Sedap dari Tumpukan Sampah
Foto: utamanews.com
Tumpukan Sampah di Jalan Sisingamangaraja, Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon.

DATARIAU.COM - Di sejumlah titik pembuangan sampah sementara di sepanjang ruas jalan utama dan jalan arteri Kota Wisata Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun saat ini kerap menggunung hingga berserakan di trotoar jalan dan mengeluarkan aroma tidak sedap karena Pemerintah Kabupaten Simalungun tidak melanjutkan kontrak kerja tenaga kebersihan.

"Kontrak kerja tenaga kebersihan tidak dilanjutkan lagi karena anggarannya di APBD Simalungun 2024 telah di hapus semua oleh Pemkab Simalungun sehingga tumpukan sampah di beberapa titik ruas jalan utama dan arteri Kota Wisata Parapat menggunung hingga berserakan di badan jalan dan terlihat kotor serta kumuh," ujar Ketua Komisi IV DPRD Simalungun, Maraden Sinaga di Parapat, Senin (26/2/2024).

Dijelaskan Maraden, Kontrak Kerja Tenaga Kebersihan untuk wilayah Kota Wisata Parapat telah berakhir Desember 2023 yang lalu dan tidak dilanjutkan lagi dengan alasan tidak ditampung di Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Simalungun 2024, tidak tahu apa penyebabnya.

"Semenjak awal tahun 2024, berbagai jenis sampah kerap tertumpuk dan menggunung di bak tempat pembuangan sampah sementara dan di depan toko-toko dan restoran sepanjang Jalan Utama dan arteri Kota Parapat sehingga tampak kumuh, kotor, dan aromanya tak sedap," katanya.

Maraden sangat menyangkan tindakan Pemerintah Kabupaten Simalungun yang menghapus anggaran tenaga kebersihan Kota Wisata Parapat, padahal sebagai Ikon Pariwisata Kabupaten Simalungun.

"Kita menilai Pemkab Simalungun mengabaikan pesona wisata Parapat tentang 'kebersihan' karena kontrak kerja tenaga kebersihan tak dilajutkan. Kita mengakui para pegawai Kecamatan Girsang Sipangan Bolon kerap menjadi pengangkut sampah, tetapi itu tidak cukup karena bukan pekerjaan mereka," Ujar Sinaga.

Lanjut Maraden, Kota Wisata Parapat merupakan penyumbang Pendapatan Asli Daerah tertinggi ke 3 di Kabupaten Simalungun di sektor pariwisata termasuk pajak hotel dan restoran."Selayaknya Pemkab Simalungun memberikan perhatian khusus ke Parapat. Apa masyarakat Parapat harus demon dulu ke Kantor Bupati!," ujarnya.

Sementara itu, Tokoh Masyarakat Parapat, Marga Situmorang mengatakan hal senada, sangat menyangkan tindakan Pemkab Simalungun karena menghapus Anggaran Tenaga Kebersihan di Parapat dan berharap keseriusan Bupati Simalungun, Radiapoh Hasiholan Sinaga dalam hal penanganan sampah di Kota wisata Parapat. ***

Source: Utamanews.com

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)