DATARIAU.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merilis 10 pejabat terkaya di Indonesia berdasarkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN). Dari 10 nama pejabat, terselip sebuah nama yang mengagetkan masyarakat.
Di urutan ketujuh ada nama Kepala Sekolah SMKN 5 Tangerang, Nurhali, yang berdasarkan LHKPN yang disetorkan ke KPK pada 17 Februari 2021 lalu, dirinya memiliki harta kekayaan senilai Rp 1.601.972.500.000 atau Rp 1,6 triliun lebih dan hanya memiliki utang sebesar Rp 46.000.000 saja.
Sontak publik pun geger lantaran Nurhali yang hanya memiliki jabatan kepala sekolah ternyata menempati urutan ketujuh di 10 daftar pejabat terkaya di Indonesia itu. Namun demikian, Nurhali menyatakan harta yang dimilikinya merupakan harta warisan dari sang istri. Hal itu diungkapkan Nurhali saat disambangi sejumlah media di SMKN 5 Tangerang, Senin (13/9/2021).
"Sebagai penyelenggara negara kita diwajibkan melaporkan harta kekayaan tanpa terkecuali. Kemudian melaporkan berdasarkan yang ada dan dimiliki. Ada harta bergerak dan yang tidak bergerak harta tersebut dilaporkan berdasarkan instruksi LHKPN. Itu juga termasuk harta istri yang menjadi satu dilaporkan," ungkap Nurhali.
Nurhali sendiri tak pernah menyangka dirinya ternyata masuk daftar 10 pejabat terkaya di Indonesia lantaran melaporkan harta yang dimilikinya.
"Sejujurnya saya hanya melakukan kewajiban saja seorang penyelenggara negara. Bukan saya saja sih. Setiap tahun dilaporkan dan kenyataannya seperti itu. Terkait dengan harta Rp 1,6 triliun yang saya dan istri miliki, baik harta yang tidak bergerak dan bergerak, ada yang berupa tanah bagian dari istri saya. Jadi harta itu bukan punya saya. Tapi punya istri saya," lanjut Nurhali.
Diterangkan Nurhali, mertuanya merupakan pedagang yang sukses dan telah meninggal dunia. Harta yang dimilikinya saat ini merupakan harta yang dimiliki sang istri lantaran sang istri hanya anak tunggal.
"Tanah yng ditinggalkan untuk istri saya dari orangtuanya itu ada di Jakarta Utara dan luasnya 80.000 meter/persegi. Ditaksir harga tanah warisannya itu Rp 1,6 triliun dan sudah dimiliki sejak tahun 1970-an. Nah kalau harta kekayaan yang saya dan istri miliki sendiri dan berasal dari hasil jerih payah kita sendiri mah gak sebanyak itu," tambahnya.
Meski kini dirinya masuk daftar 20 pejabat terkaya di Indonesia, Nurhali mengaku tak merasa kaya dan tetap berupaya untuk tetap bekerja sesuai dengan kemampuan dan kemahirannya sebagai Kepala Sekolah di SMKN 5 Tangerang.
"Kalau saya mah nggak ngerasa kaya. Itu mah media saja yang membesar-besarkan. Kalau keadaan saya, istri dan anak-anak saya tetap begini, tetap berupaya sederhana. Kalau itu (Laporan LHKPN) mah cuma di atas kertas, dan enggak tahu pas diperingkat KPK saya di urutan segitu. Saya juga bilang sama anak-anak saya agar tetap sederhana meskipun kita hidup berkecukupan," tandasnya.
Sebagai informasi, LHKPN KPK periode 2019-2020 memasukkan nama Nurhali sebagai pejabat dengan harta kekayaan terbanyak ketujuh di Indonesia. Harta Nurhali bahkan hanya dua tingkat di bawah Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Selain Prabowo, ada nama Tahir (anggota Wantimpres), Menparekraf Sandiaga Uno, Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono, dan Menteri BUMN Erick Thohir.
Berikut harta kekayaan Nurhali berdasarkan Laporan LHKPN yang dirilis oleh KPK :
A. Tanah dan bangunan senilai Rp 1.601.352.000.000.
1. Tanah dan bangunan seluas 672 m2/589 m2 yang berada di Kab/Kota Tangerang yang bersumber dari harta warisan senilai Rp 250.000.000.
2. Tanah seluas 2500 m2 di berada di Kab/Kota Tangerang yang bersumber dari harta sendiri senilai Rp 500.000.000.
3. Tanah seluas 4400 m2 di berada di Kab/Kota Tangerang yang bersumber dari harta warisan senilai Rp 600.000.000
4. Tanah seluas 80000 m2 di berada di Kab/Kota Jakarta Utara yang hartanya bersumber dari warisan senilai Rp 1.600.000.000.000.
5. Tanah seluas 150 m2 di berada di Kab/Kota Tangerang yang bersumber dari harta sendiri senilai Rp 2.000.000
B. Alat transportasi dan mesin senilai Rp 558.000.000
1. Kendaraan roda empat (mobil) Jenis Pajero Dakar tahun 2015 yang merupakan hasil sendiri senilai Rp 350.000.000
2. Kendaraan roda empat (mobil) jenis Honda Jazz Sedan tahun 2011 yang merupakan hasil sendiri senilai Rp 200.000.000
3. Kendaraan roda dua (motor) berjenis Honda NF 125 TR Tahun 2008 yang bersumber dari hasil sendiri senilai Rp 8.000.000.
Sentara itu harga bergerak lainnya sejumlah Rp 74.000.000, surat berharga nihil, kas dan setara kas Rp 4.500.000, dan harta lainnya sejumlah Rp 30.000.000 dan total kekayaan Nuhali adalah senilai Rp 1.602.018.500.
Sedangkan utang Rp 46.000.000, sehingga total bersih kekayaan Nurhali yang dilaporkan ke KPK berjumlah Rp 1.601.972.500. (*)
Sumber: BeritaSatu.com