Ide Bagus Kurangi Limbah Sampah, Bungkus Makanan jika Tak Habis di Restoran

Ruslan
114 view
Ide Bagus Kurangi Limbah Sampah, Bungkus Makanan jika Tak Habis di Restoran
Foto: Net

DATARIAU.COM - Sampah makanan di Indonesia menjadi tantangan yang harus dihadapi secara bersama-sama. Hal tersebut guna mengurangi sampah makanan yang setiap hari makin banyak.

Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Kementerian PPN/Bappenas, Arifin Rudiyanto menyebut berdasarkan studi Economist Intelligence Unit, Indonesia merupakan negara terbesar kedua penghasil makanan di dunia dan menghasilkan hampir 300 kilogram sampah makanan per orang per hari di setiap tahunnya.

Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), sebanyak 44 persen timbulan sampah Indonesia pada 2018 merupakan sampah makanan, dilansir dari laman merdeka.com.

Salah satu upaya untuk mengurangi sampah makan adalah membungkus makanan jika tak habis dimakan oleh orang di restoran atau rumah makan. Dokter Phaidon Lumban Toruan yang juga trainer kesehatan mengatakan langkah tersebut sangat bagus.

"Dengan begitu, kita tidak membuang sisa makanan, tapi perlu dipikirkan beberapa hal. Pertama, apakah makanan itu akan kita makan lagi setibanya di rumah atau mau kita bagikan kepada orang lain," ujar dokter Phaidon lewat pesan suara kepada Liputan6.com, Jumat, 12 November 2021.

Saat kita mau makan lagi makanan tersebut, tergantung pada makanannya, apakah itu makanan yang segar atau makanan yang harus dipanaskan. Seperti buah atau salad, selama tidak basi, maka masih bisa dimakan lagi.

"Sementara kalau makanan tersebut harus dipanaskan, maka kualitas makanan itu secara nutrisi akan berkurang. Apa lagi makanan yang digoreng atau goreng tepung, diberi bumbu-bumbu, bersantan, dan lain-lain sebagainya," tutur dokter Phaidon.

Kedua, risiko lupa atau makanan basi karena kelamaan bisa membuat sakit perut. Sementara itu, Phaidon mengatakan ada beberapa alasan yang membuat orang tak membungkus makan yang tak habis dimakan karena mereka tak mau repot atau malas.

Kirim berita, hak jawab, laporan: 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)