Gegara Terlilit Pinjol Rp 300 Juta, Kehidupan Seorang Ibu Ini Hancur, Cerai dengan Suami

Ruslan
1.614 view
Gegara Terlilit Pinjol Rp 300 Juta, Kehidupan Seorang Ibu Ini Hancur, Cerai dengan Suami
Ilustrasi (Foto: Internet)

DATARIAU.COM - Cerita pilunya korban pinjaman online (pinjol) berdatangan dari sejumlah daerah.

Seperti yang belum lama terjadi pada awal bulan Oktober lalu, seorang ibu di Wonogiri mengakhiri hidupnya lantaran terlilit pinjol.

Kini cerita tak kalah sedihnya datang dari ibu dari Tasikmalaya, Jawa Barat.

Wanita sebut saja namanya Bunga menanggung utang sebanyak Rp 300 juta dari pinjol.

Gara-gara utang tersebut ia harus bercerai dengan suaminya.

Bahkan Bunga sempat berniat mengakhiri hidupnya.

Cerita yang menimpa Bunga ini disampaikan oleh Koordinator Posko Pengaduan Korban Pinjol Ilegal (P2KPI) Tasikmalaya.

"Beberapa hari lalu kami kedatangan seorang ibu-ibu."

"Ia menjadi korban teror pinjol dan nasib hidupnya hancur-hancuran," kata Taufik, seusai launcing P2KPI, Kamis (28/10/2021) siang.

Taufik mengungkapkan, emak-emak yang menjadi korban pinjol ilegal itu mendatangi kantor Firma Hukum Trah dan Rekan yang dikelolanya.

"Ia menceritakan bagaimana kehidupan ekonomi dan rumah tangga menjadi hancur lantaran terjerat pinjol ilegal," ujar Taufik.

Awalnya ibu-ibu itu meminjam ke pinjol ilegal yang mencapai Rp 100 juta untuk usaha.

Usahanya ternyata tak berjalan mulus dan ibu itu pun terjebak bunga tinggi.

Utangnya membengkak jadi Rp 300 juta.

"Kondisi itu membuat keharmonisan rumah tangga ikut terpengaruh pertengkaran sering terjadi dan akhirnya bercerai," kata Taufik.

Ibu itu kemudian datang ke kantor Firma Hukum Trah dan Rekan untuk mengadu.

"Getir nasibnya. Sampai-sampai mengutarakan ingin akhiri hidup," ujar Taufik.

Kegetiran nasib emak-emakl itu pun menjadi salah satu pendorong berdirinya P2KPI di Kota Tasikmalaya.

P2KPI memberikan layanan edukasi, perlindungan dan pemahaman. "Itu semua gratis tanpa dipungut biaya," kata Taufik.

Sasaran utamanya, tambah Taufik, untuk sementara sebatas keluarga guru dan tenaga kesehatan.

"Serta warga yang secara darurat memang perlu dibantu, seperti ibu-ibu tadi," ujar Taufik.

Pihaknya bekerja sama dengan PGRI dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) serta psikolog untuk trauma healing. (*)

Source: tribunnews.com

Tag:Pinjol
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)