DATARIAU.COM - Puluhan ribu orang di 50 negara bagian
Amerika Serikat telah
mengadakan aksi unjuk rasa untuk mendukung hakaborsi.
Dilansir dari lamanBBC, Ahad (3/10/2021), mereka
telah bersatu menentang undang-undang baru di negara bagian Texas yang sangat
membatasi akses aborsi.
Kelompokpro choiceatau pendukung hak
bagi perempuandalammemilihuntukmenggugurkan kandungannya
atau tidak, di seluruh
negeri mengklaim takut bahwa hak konstitusional tersebut dapat dibatalkan.
Dalam beberapa bulan mendatang, Mahkamah Agung AS akan
mengadili sebuah kasus yang dapat membatalkan Roe v Wade - keputusan yuridis
tahun 1973 yang melegalkanaborsisecara nasional.
Di Washington DC, para demonstran berbaris ke gedung
Makamah Agung sambil memegang papan tanda bertuliskan ?Legalkan aborsi?.
Pada sesi awal, rapat umum itu diganggu oleh sekitar dua
lusin demonstran kontra, atau yang biasa disebut sebagai kubupro-lifeyang
mendasarkan pandangan mereka bahwa setiap janin memiliki hak untuk hidup.
?Darah bayi tak berdosa ada di tanganmu!? teriak seorang
pria, tetapi suaranya tenggelam oleh nyanyian dan tepuk tangan penonton, lapor
surat kabarWashington Post.
Seorang perempuan yang menghadiri demo mengatakan bahwa ia
ada di sana untuk mendukung hak perempuan untuk memilih pro-choice.
?Sementara saya belum pernah dihadapkan dengan pilihan itu
untungnya, ada banyak perempuan yang sudah mengalami dan pemerintah serta pria tidak memiliki
suara dalam hal tersebut
karena itu menyangkut tubuh kita,? kata Robin Horn kepada kantor
beritaReuters.
Unjuk rasa tersebut diselenggarakan oleh mereka yang ada
dibelakang acara Women's March tahunan yang pertama kali menarik jutaan orang untuk melakukan unjuk rasa sehari
setelah pelantikan mantan PresidenDonald Trumppada 2017.
?Ini adalah semacam momen yang penting bagi orang-orang di
seluruh negeri,? ujar Rachel O'Leary Carmona, direktur eksekutif Women's March.
?Banyak dari kita tumbuh dengan gagasan bahwa aborsi akan
legal dan dapat diakses oleh kita semua. Melihat itu pada resiko yang sangat nyata telah menjadi
momen kebangkitan,?
tambahnya.
Di negara bagian New York, Gubernur
Kathy Hochul berbicara di dua rapat umum.
?Saya muak dan lelah harus memperjuangkan hak aborsi,?
katanya. ?ini adalah hukum yang telah ditetapkan di negara ini dan anda tidak dapat meniadakannya segera,
tidak sekarang dan tidak akan pernah,?
ujarnya.
Demonstrasi lain yang terjadi di Austin, Texas, di mana
legislatif negara bagian pada 1 September menetapkan undang-undang yang
melarang aborsi setelah adanya deteksi detak jantung pada janin, titik dimana ketika banyak perempuan yang tidak tahu bahwa mereka hamil.
Undang-undang berdasarkan detak jantung tersebut juga
memberikan hak kepada setiap individu untuk menuntut dokter yang melakukan
aborsi setelah lebih dari 6 minggu kehamilan. Pendukung mengatakan hal tersebut
adalah untuk melindungi bayi yang belum lahir.
Politisi di beberapa negara bagian lain yang didominasi
Partai Republik juga sedang mempertimbangkan peraturan serupa.
Kelompok hak asasi meminta Makamah Agung untuk memblokir
undang-undang Texas, tetapi hakim tidak mengindahkan permintaan tersebut.
Pada 1 Desember, pengadilan akan mendengarkan penolakkan
terhadap larangan aborsi selama 15 minggu di Mississippi.
Putusan hakim tersebut dapat membatalkan keputusan
pengadilan tahun 1973 Roe v Wade, yang melindungi hak perempuan untuk melakukan
aborsi sampai kelangsungan hidup - titik di mana janin dapat hidup di luar
rahim, umumnya pada awal trimester ketiga, 28 minggu kehamilan. (*)
Source
: liputan6.com