Dr. Handi Risza: Pertumbuhan Ekonomi Tinggi Belum Sepenuhnya Terasa di Masyarakat

datariau.com
164 view
Dr. Handi Risza: Pertumbuhan Ekonomi Tinggi Belum Sepenuhnya Terasa di Masyarakat
Foto: Arief Tito
Wakil Rektor Universitas Paramadina, Handi Risza.

Di sisi lain, secara triwulanan (quarter to quarter/qtq), ekonomi Indonesia masih mengalami kontraksi sebesar 0,77 persen dibandingkan Triwulan IV 2025. Menurut Handi, kondisi tersebut merupakan pola musiman yang umum terjadi setelah puncak aktivitas ekonomi pada akhir tahun.

Ia juga menilai pertumbuhan ekonomi yang tinggi saat ini belum sepenuhnya mencerminkan kondisi riil masyarakat. Pertumbuhan dinilai masih terkonsentrasi pada sektor-sektor tertentu seperti manufaktur, transportasi, dan pergudangan, sehingga manfaatnya belum tersebar merata.

“Meskipun pencapaian angka pertumbuhan tertinggi dalam 5 tahun terakhir dan salah satu yang tertinggi di G20, tetapi pertumbuhan tersebut belum sepenuhnya terasa di lapangan,” ujar Handi.

Ke depan, Handi mengingatkan pemerintah dan pelaku ekonomi untuk tetap waspada terhadap berbagai tantangan global. Ketidakpastian geopolitik internasional, perang Iran-AS, potensi krisis energi, pelemahan mata uang, serta tekanan inflasi global diperkirakan masih akan membayangi ekonomi hingga akhir 2026.

“Kedepan kondisi geopolitik global masih tidak menentu, perang Iran-AS menyebabkan terjadinya krisis energi yang semakin dalam, pelemahan mata uang dan inflasi. Pertumbuhan ekonomi global diperkirakan masih akan melemah hingga akhir tahun 2026, kondisi ini turut memberikan tekanan pada ekonomi domestik. Oleh sebab itu, perlu bersiap lebih hati-hati dan terukur,” tutupnya.***

Baca juga:Kebijakan Pembatasan Kuota Mahasiswa Baru di PTN menjadi Harapan Baru Keberlangsungan PTS
Penulis
: Arief Tito
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)