Diduga Proyek Siluman, BPD Tarai Bangun Hentikan Pembangunan Drainase Jalan Graha

2.379 view
Diduga Proyek Siluman, BPD Tarai Bangun Hentikan Pembangunan Drainase Jalan Graha
Pembangunan drainase ilustrasi. (foto: net)
TAMBANG, datariau.com - Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tarai Bangun Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar-Riau, melakukan inspeksi mendadak ke salah satu pembangunan saluran air (drainase) di Jalan Perumahan Graha Bangun Permai, RT03 RW03 Dusun I, Senin (10/11/2014) kemarin.

Ketua BPD Desa Tarai Bangun Iskandar Halim SH didampingi Anggota BPD Nova Rinaldo, saat melakukan sidak dikonfirmasi wartawan mengatakan, bahwa inspeksi mendadak ini dilakukan atas laporan dari masyarakat tentang adanya pembangunan proyek drainase di wilayahnya yang tidak jelas, karena tidak ada papan pelaksanaan proyek.

Dikatakan Iskandar, pengerjaan proyek ini seperti asal-asalan, karena pembuatan drainase ini dikerjakan tanpa ada gambar, bestek dan rancangan anggaran biayanya, sehingga terkesan proyek ini dikerjakan dengan mereka-reka atau meraba-raba karena tidak ada acuan.

"Kita tidak ingin proyek pembangunan yang dibiayai oleh uang rakyat ini pengerjaannya asal jadi karena tidak adanya transparansi dalam pelaksanaannya," ujar Iskandar.

Pada prinsipnya, kata BPD, masyarakat sangat berterimakasih kepada pemerintah atas bantuan proyek pembangunan untuk Desa Tarai Bangun yang dibiayai APBD Perubahan 2014 Kabupaten Kampar ini. Namun diingatkannya bahwa bantuan tersebut harus jelas, sehingga pengerjaannya pun bisa dipertanggugjawabkan kepada masyarakat.

Namun seperti pembangunan drainase ini yang pengerjaannya seperti dipaksakan yang pengerjaan pengecorannya dilakukan dengan manual, besinya yang tidak jelas ukurannya, begitu juga adukan antara semen, pasir dan kerikil yang tidak ada acuannya, serta tiang penyangga saluran yang tidak diikat dan mudah dicabut.

"Kita berterimakasih kepada masyarakat yang telah melaporkan kepada BPD tentang pelaksanaan proyek di daerahnya, sehinggga pengawasan bukan hanya dilakukan oleh BPD saja, tetapi juga masyarakat mengawasaiya," katanya.
 
Akibat tak ada plang proyek dan prosedur pengerjaan proyek lainnya, maka proyek yang diduga benilai Rp150 juta ini dengan penunjukan langsung, untuk sementara waktu dihentikan dahulu pengerjaannya.

"Kita tak ingin proyek asal jadi lagi, cuma tahan 4 bulan habis itu hancur, tentu yang dirugikan masyarakat," imbuhnya. (rin)
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)