Bupati HM Adil, Resmikan Sentra Kopi Leberika Meranti Bersama Kementerian RI

Samsul
73 view
Bupati HM Adil, Resmikan Sentra Kopi Leberika Meranti Bersama Kementerian RI

KEPULAUAN MERANTI, datariau.com -Bupati Meranti H Muhammad Adil SH bersama Kementerian Perindustrian RI Riefky Yuswandi dan UKM Provinsi Riau Resmikan Sentra Kopi Liberika Meranti di Desa Kedabu Rapat Kecamatan Rangsang Pesisir.(05/10/2021)

Turut hadir Direktur Industri Kecil Menengah, Pangan, Furnitur dan Bahan Bangunan, Kementerian Perindustrian, Riefky Yuswandi, Kepala Desprindag Syahril, UMK Provinsi Riau, Bea Cukai Cabang Bengkalis, Kepala Karantina, Danramil 02, Kejaksaan Meranti, Bhabinkamtibmas Polres Meranti, Pimpinan Bank Riau (Kepri), Anggota DPRD Meranti, Bhabinsa, Ketua KNPI, Kades Kedabu Rapat, Dandim Bengkalis, Pimpinan Bank BRI, Ketua Kadin Meranti, Danposal Selatpanjang, Pejabat Pemkab Meranti, Ketua LAM di Wakili, dan tokoh masyarakat, Agama dan tamu hadirin.

Camat Rangsang Pesisir mewakili kasi PMD Aminullah mengatakan bahwa, maaf para hari ini camat tidak hadir karna lagi pelatihan PIM, atas nama pemerintah kecamatan dan masyarakat mengucapkan terima kasih kepada Bupati Meranti H Muhammad Adil dan rombongan beserta UKM Provinsi Riau dan Kementerian Perindustrian telah hadir dalam acara peresmian kopi Leberika.

"Mudah-mudahan masyarakat seluruh Meranti bisa menikmati kopi ini, dikecamatan Rangsang Pesisir punya potensi selain pertanian juga ada perkebunan kelapa, karet, kopi dan pinang dan masih ada yang tersisa tanah 32 hektar yang belum kita kelola, mudah-mudahan inilah kesempatan untuk meningkatkan ekonomi. Perjalanan kopi Leberika hampir 30 tahun diproduksi, menurut balai laboratorium Jakarta menikah kopi leberika yang tumbuh di tanah gambut itu sangat bagus kualitasnya dibandingkan yang lain", ungkapnya Aminullah Kasi PMD.

"Kami saat ini terkendala maslah abrasi serta askses jalan yang belum bagus, kami minta agar dapat dibantu untuk pembagunan infrastruktur agar pengunjung yang datang kesini betah dan melihat icon-icon wisata yang ada disini," akhirnya Aminullah Kasi PMD.

Selanjutnya Kementerian Perindustrian Riefky Yuswandi dalam sambutannya mengatakan bahwa, terkait dengan industri yang kita ketahui bahwa ekonomi kita saat ini ambruk karna pandemi Covid-19, dimana sektor makanan dan minuman contohnya kopi Leberika sangat bagus untuk dikelola. Disini UKM mencampai 4JT lebih sangat strategis sebagai sektor pengerak sebagai bahan ketahanan pangan masyarakat.

"Untuk mendapat persaigan pasar pengusaha harus lebih banyak melihat kondisi dan perkembangan saat ini, Kopi ini sangatlah populer di dunia bukan hanya kenikmatan bagi konsumen juga dirasakan pengusaha diseluruh dunia. Kemudian disamping menjual kopi kita juga mengelola biji kopi untuk di ekspor dan ini bisa menjadikan keuntungan bagi negara dan kita juga sudah mendapatkan sertifikasi salah satunya Kopi Leberika Meranti", ungkapnya Riefky Yuswandi.

"Kemudian kondisi masyarakat saat ini kopi ini salah satu sebagai gaya hidup, seperti tidak lengkap kalau tidak minum kopi, 10 tahun terakhir ini kita melihat bahwa banyak pengemar kopi, dan tingkat kopi konsumsi kopi hampir tinggi dan ini hal yang sangat luar biasa, saya melihat cafe, warung, kedai kopi juga sudah banyak menjualkan kopi dan ini salah satu media untuk berkomunikasi", ungkapnya Riefky Yuswandi.

"Kami dari kementerian perindustrian juga banyak program yang sudah dilakukan, dari tahun 2016 hingga tahun ini permintaan dari sejumlah daerah sangat luar biasa, kami mohon bantuan dari Bupati Meranti H Muhammad Adil SH terkait dengan dengan penguatan dan produk disini menjadi kopi premium agar bisa di ekspor dan kopi Leberika ini sangat luar biasa," akhirnya Riefky

Kemudian Bupati Meranti H Muhammad Adil SH mengatakan bahwa, Mengawali sambutan ini, saya mengajak kita semua untuk menyampaikan sebait do'a buat orangtua kita, tokoh masyarakat Kedaburapat, Haji Saleh atau Dul Samad. Berkat jasa beliau-lah, kopi liberika ini ada di Kepulauan Meranti, khususnya di Kecamatan Rangsang Pesisir. Menurut literatur yang ada, sekitar tahun 1940-an warga Sempian yang berprofesi sebagai pedagang ini pertama kali membawa bibit kopi liberika dari Malaysia dan ditanam di Sempian sebanyak enam (6) pohon. Dari sinilah cikal bakal dan asal muasal kebun kopi liberika yang ada di Desa Kedaburapat dan meluas di beberapa kecamatan di Kepulauan Meranti.

Semoga jasa beliau ini dibalas Allah dengan

pahala yang peningkatan ekonomi bagi masyarakat kita. besar karena menjadi asbab Dewasa ini, kopi liberika telah menjadi potensi sumber daya alam untuk mendongkrak ekonomi masyarakat Meranti dari sektor perkebunan, setelah sagu, kelapa dan pinang. Karakteristik dan keunikan yang dimiliki oleh kopi liberika Meranti seperti aroma yang khas, bentuk buah yang lebih besar dan aman untuk lambung jika dikonsumsi menjadikan nilai jual kopi ini meningkat dan diminati pasar domestik maupun luar negeri.

Sebagaimana kita ketahui, permintaan pasar

dari Malaysia atas kopi liberika Meranti ini telah bermula sekitar tahun 1985. Bahkan sejak tahun 1990, 80% hasil perkebunan kopi liberika ini dijual ke Malaysia lewat aktifitas lintas batas. Namun sayangnya, kopi yang kita jual ke Malaysia ini bukan hanya dijual di pasar lokal Malaysia saja. Tetapi juga diekspor lagi hingga ke Eropa dengan pengakuan sebagai produk Malaysia.

Hal ini tentunya harus menjadi perhatian kita

bersama, bagaimana kopi liberika Meranti ini bisa meramban pasar internasional tersebut. Jadi bukan saja ke Malaysia, tetapi juga harus menembuS pasar ekspor Asia, Eropa dan dunia. Hadirin yang berbahagia, Pada kesempatan ini juga dapat sampaikan, selain memastikan jenis komoditas ke Balai Peneilitian Tanaman Industri dan Penyegar (BALITTRI) Kementerian Pertanian, Kopi Liberika Meranti ini juga telah memegang Hak atas Indikasi Geografis yang dikeluarkan oleh Dirjen Kekayaan Intelektual, Kemenkumham RI.

"Saya Ada beberapa keuntungan yang didapatkan dengan telah terdaftarnya Kopi Liberika Meranti ini, diantaranya menghindari praktek persaingan curang, menjamin kualitas produk dan perlindungan bagi produsen dan konsumen. Serta reputasi suatu kawasan Indikasi Geografis akan ikut terangkat, hal ini tentunya akan berdampak pada pengembangan potensi agrowisata kedepannya. meperjelas identifikasi produk tersebut adalah bentuk", ungkapnya H Muhammad Adil SH.

Segala kepedulian pemerintah kepada masyarakat petani Kopi Liberika Meranti, diharapkan mampu meningkatkan potensi ekonomi lewat komoditas ini. Tidak sampai di situ saja, hari ini kita akan meresmikan Sentra Kopi Liberika Meranti sebagai sarana untuk mengembangkan potensi ini lebih baik kedepannya peningkatan produksi hingga membuka lapangan kerja bagi masyarakat di sekitar wilayah sentra. Hal itu semuanya bermuara pada peningkatan ekonomi masyarakat.

Sentra ini harus berfungsi sebagaimana kita harapkan bersama, dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. upaya Mulai dari pengembangan mutu, Terbangunnya Sentra Kopi Liberika Meranti ini sejalan dengan visi dan misi Pemkab Kepulauan Meranti lima (5) tahun kedepan. Yakni menjadikan Kepulauan Meranti Maju, Cerdas dan Bermartabat. Khususnya pada misi keempat meningkatkan produktivitas ekonomi masyarakat Yang mana untuk mewujudkan misi tersebut, dibutuhkan strategi dengan menciptakan ikim usaha yang kreatif, inovatif dan produktif. Serta mencipatkan sistem pertanian yang modern dan unggul. Hal itu tentunya terjawab dengan adanya Sentra Kopi Liderika Meranti ini.

Kopi Liberika Rangsang Meranti (MPKLRM).

Lembaga yang tumbuh atas dasar persamaan visi dan misi untuk menjaga ciri khas dan kualitas produksi kopi Liberika Rangsang Meranti. Anggota dari lembaga ini sendiri terdiri dari para petani kopi, pengolah kopi dan pemasar kopi yang telah memenuhi syarat yang tercantum di dalam Buku Persyaratan Rangsang Meranti.

Indikasi Geografis Kopi Liberika Selain itu, penghargaan kepada saya Juga menyampaikan kawan-kawan di Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM Kepulauan Meranti yang bertindak atas nama Kabupaten Pemerintah untuk membantu emfasilitasi dan sebagai koordinator perpanjangan tangan masyarakat untuk mendapatkan berbagai program pemerintah pusat dan provinsi dalamnrangka pengembangan Kopi Liberika Meranti.

"Tidak lupa ucapan terimakasih kami dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti kepada Pemerintah Pusat yang telah menggelontorkan anggaran lewat Kementerian Perindustrian sehingga terbangunnya Sentra Kopi Liberika Meranti ini di Kecamatan Rangsang Pesisir. Semoga koordinasi ini dapat terus terjalin dengan baik, sehingga kedepannya berbagai komoditas yang ada di Kepulauan Meranti dapat difasilitasi pengembangannya program yang ada di Pemerintah Pusat," imbuhnya H Muhammad Adil SH.

"lewat berbagai Sebagai Kabupaten yang terbilang baru di Provinsi Riau, tentunya kami tidak bisa bekerja sendiri tanpa adanya dukungan dari lembaga-lembaga di Pemerintah Pusat. Terlebih Kepulauan Meranti sebagai kabupaten yang berada di beranda terdepan Republik Indonesia yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, sehingga sangat butuh prioritas akses pembangunan ekonomi dan infrastruktur dasar lainnya," katanya H Muhammad Adil SH.

"Terakhir saya mengucapkan terima kasih

kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam proses pembangunan setra ini. Saya juga berpesan kepada pihak yang mengelola Sentra Kopi Liberika Meranti nantinya, sebagaimana tujuan awal didirikannya sentra ini. Begitu juga masyarakat, mari bersama kita jaga fasilitas yang telah dibangun dan mari berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah untuk mengawasi kinerja pengelola sentra. untuk benar-benar bekerja

Begitu juga dari pihak legislatif, DPRD Kabupaten memberikan dukungan penuh kepada kami dalam menjalankan visi dan misi kedepannya. Kepulauan Meranti untuk selalu Semoga keberadaan sentra ini semakin meningkatkan produksi dan mutu kopi liberika Meranti dan bisa memberi nilai tambah dalam peningkatan ekonomi masyarakat", akhirnya H Muhammad Adil SH.

"Saya berharap kepada masyarakat di rangsang pesisir agar meningkatkan kuota Leberika yang ada disini. Kemudian cara panennya harus pintar agar menghasilkan kopi yang berkualitas, contohnya kalau memetik pisahkan yang merah, kuning, hijau jangan disatukan tapi dipisahkan lalu dicuci dengan air yang mengalir agar mendapatkan kualitas terbaik", katanya H Muhammad Adil SH.

"Saya ingatkan pada warga kita harus menjaga kesehatan jangan mentang-mentang Covid-19 yang ada di Meranti ini sudah hilang kita berleha-leha meskipun tinggal 1 Pasien, tolong kades kesehatan dilakukan pengamanan tetap jaga jangan sampai seperti kemaren, lalu seluruh warga Meranti wajib vaksin agar terhindar wabah penyakit", akhirnya H Muhammad Adil.

Kemudian acara tersebut diakhiri dengan penanda tanganan prasasti tanda peresmian Kopi Liberika Meranti dengan pemotongan Tumpeng dan Pita oleh Bupati Meranti H Muhammad Adil SH bersama Kementerian Perindustrian RI, Aparat dan Pejabat Meranti.(Ahmad)