PEKANBARU, datariau.com - Kongres HMI kini semakin membuat prihatin, bagaimana tidak, tamu kongres dari Makassar sampai di Pekanbaru, Sabtu (21/11/2015) petang sekitar pukul 18.40 langsung berbuat rusuh.
Ratusan massa dari peserta kongres HMI asal Makassar memblokiran jalan Jendral Sudirman. Mereka kecewa lantaran pihak panitia tidak mengakomodir penginapan dan fasilitas lainnya.
Massa yang ditaksir sekitar 150an orang tersebut merusak fasilitas umum halte bus way yang berada persis di depan Gelanggang Remaja, Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Provinsi Riau. Massa ini melempari kaca halte, bahkan sempat memblokir ruas jalan dengan cara membakar tempat sampah yang terbuat dari ban.
Informasi yang dirangkum dari kepolisian, pengrusakan dan pemblokiran jalan ini terjadi petang tadi, sekitar pukul 18.40 WIB. Penyebabnya, karena perwakilan HMI Makassar menilai kalau panitita daerah kongres HMI Pekanbaru tidak siap mengakomodir para peserta.
Akomodasi yang dimaksud, diantaranya pelayanan tempat menginap, serta beberapa akomodasi lainnya. Akibatnya, perwakilan HMI Makassar ini justru melampiaskannya kepada sejumlah fasilitas umum. "Kita sudah menurunkan personil untuk berjaga-jaga di sana," sebut Wakapolresta Pekanbaru, AKBP Sugeng Putut Wicaksono.
Kepolisian, sambungnya, masih berkoordinasi dengan peserta dan panitia kongres, agar aksi tersebut tidak semakin meluas, yang tentunya dapat merugikan banyak orang. Putut juga memastikan, tidak ada korban luka dalam kejadian ini. "Masih kita jaga sebagai upaya antisipasi," terangnya.
Setelah melampiaskan kemarahan di ruas Jalan Jenderal Sudirman, massa dari HMI Makassar kembali mengamuk. Mereka merusak Gedung Gelanggang Remaja. Ratusan massa HMI Makassar ini memecahkan kaca gedung dan menghancurkan tong sampah yang ada di sekitarnya.
Bukan cuma itu, parabola yang terpasang di halaman juga mereka hancurkan. Menurut informasi, aksi tersebut dilakukan karena mereka masih tidak mendapat konsumsi alias makan.
"Mana makan kami. Panitia tak ada solusi. Keluar kalian dari dalam gedung," teriak massa dengan logat Makassar. Melihat arogansi ini, puluhan polisi berpakaian sipil pun langsung mengahalau mereka untuk memecah konsentrasi massa. "Mohon dikontrol emosi kawan-kawan, jangan merusak fasilitas," sebut petugas kepolisian.
Aksi ini sempat meredam sementara. Kira-kira 5 menit kemudian, kerusuhan kembali pecah di gedung samping Gelanggang Remaja. Melihat itu, polisi berpakaian sipil pun terpaksa ditarik mundur dari dalam kawasan gedung. Tampak diantara peserta ini berteriak dan mencaci maki.
(gus)