Warga Air Molek 1 Resah, Ada Suami Istri Tidak Bisa Tunjukan Surat Nikah

datariau.com
4.177 view
Warga Air Molek 1 Resah, Ada Suami Istri Tidak Bisa Tunjukan Surat Nikah
ilustrasi

RENGAT, datariau.com - Sepasang kekasih sudah menjalin hubungan selayaknya suami istri. Namun, surat nikahnya masih dipertanyakan.

Kondisi ini membuat resah masyarakat RT 01 Pasir Putih Kelurahan Air Molek 1 Kecamatan Pasir Penyu. Karena di tempat mereka, ada sepasang suami istri yang dikabarkan pasangan nikah siri tanpa surat nikah yang sah.

Sebelum Ramadhan tiba, warga minta pasangan itu diusir karena dinilai tidak jelas hubungan pernikahannya. Karena informasi yang beredar, si wanita ini merupakan istri orang yang kawin lagi.

"Nanti akan segera saya musawarahkan dengan tokoh masyarakat dan perangkat lainnya," ujar Marlius, Ketua RT 01 Pasir Putih saat dikonfimasi terkait keresahan warga, Rabu (25/5/2016).

Diakui Marlius, sekitar dua minggu lalu pada hari Jumat (13/5) dirinya bersama Sekdes Tani Makmur dipanggil pihak Polres untuk dimintai keterangan mengenai pasangan suami istri inisial T dan H yang melakukan pernikahan siri.

"Sampai saat ini mereka berdua belum ada memperlihatkan surat nikah siri mereka, sedangkan surat keterangan suami istri yang dikeluarkan dari desa Tani Makmur itu tidak sah dan masih dalam proses pihak berwajib," terangnya.

Maka dari itu, agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, maka pihak RT akan memusyawarahkan agar pasangan itu nantinya tidak diusir warga, maka diharapkan meninggalkan lokasi tersebut atau menunjukkan legalitas pernikahan mereka.

"Nanti akan kami musawarahkan, nanti hasil keputusan musawarah akan kami beritahukan," tutupnya.

Sementara itu, Lurah Air Molek 1 Wasidi saat dikonfirmasi mengatakan, sampai sejauh ini kedua pasangan tersebut tidak dianggap sebagai warga Kelurahan Air Molek 1.

"Jadi segala jenis apapun yang hendak mereka urus, kita tidak akan melayani," paparnya.

Mengenai tempat tinggal keduanya yang diragukan keabsahan pernikahan mereka, dijelaskan bahwa boleh saja dimana tinggal, akan tetapi tentu akan menjadi polemik di tengah masyarakat.

"Itu saya rasa biasa saja, apa lagi di kelurahan Air Molek 1 ini kan di tengah pasar, jadi banyak juga warga pendatang yang tinggal di Air Molek 1. Contohnya seperti yang tinggal di hotel atau penginapan, kan gak mungkin mereka kita usir," jelas Wasidi.

"Kuncinya masyarakat saja, bila masyarakat merasa resah dengan keberadaan mereka, ya mau tidak mau kita akan ambil sikap tegas, tapi selagi masyarakat tidak ada yang mempermasalahkan, tidak mungkin kita usir mereka, karena bagaimana pun mereka juga manusia," tutup Wasidi.

Penulis
: Heri
Editor
: Riki
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)