Tetap Waspada, Meski Debit Air PLTA Belum Tunjukan Dampak Banjir

567 view
Tetap Waspada, Meski Debit Air PLTA Belum Tunjukan Dampak Banjir
Mirdas Aditya
Peninjauan Langsung Sekda Kampar ke bendungan PLTA Koto Panjang Desa Merangin Kecamatan Kuok, Rabu sore (7/11/18).
MERANGIN, datariau.com - Curah hujan yang cukup tinggi membuat debit air waduk PLTA Koto Panjang saat ini berada sedikit diatas normal. Walaupun hari ini, Rabu 7 November 2018 pihak PLTA harus menambah tinggi pembukaan pintu pembuangan airnya setinggi 20 cm.

Walaupuan demikian Sekretaris Daerah (sekda) Kabupaten Kampar Drs Yusri MSi meghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada khususnya bagi para pengusaha keramba ikan yang berada disepanjang aliran sungai kampar.

Hal tersebut disampaikan Sekda Kampar yang didampingi Dirut PLTA Koto Panjang Muhammad Rusdi saat meninjau langsung bendungan PLTA Koto Panjang Desa Merangin Kecamatan Kuok, Rabu sore (7/11/18).

Selanjutnya Dt Yusri menjelaskan, bahwa saat ini pembukaan pintu dinaikkan lebih kurang 20 cm menjadi 50 cm. Dimana sebelumnya beberapa hari yang lalu pembukaan ditiga pintu hanya setinggi 30 cm.

"Walaupun pembukaan pintu sebanyak 50 cm, akan tetapi kenaikan air di wilayah Kuok akibat pembuangan air tersebut paling tinggi hanya sekitar 20 cm dan dialiran sungai kampar wilayah Bangkinang Air Tiris hanya lebih kurang 15 cm begitupun selanjutnya," terangnya.

Diharapkan kepada seluruh masyarakat jangan terlalu risau, sebab kenaikan air masih rata- rata 50 cm kedepan. Dimana debit air di wilayah Manggilang Sumbar masih stabil dan Muara Mahat masih bisa menampung air dari Manggilang tersebut. Akan tetapi sebaliknya nanti apabila debit air di Manggilang tinggi maka kemungkinan pembuangan air akan lebih ditingkatkan.

Dengan demikian Yusri menghimbau kepada masyarakat khususnya bagi pengusaha keramba yang berada disepanjang aliran sungai Kampar, untuk tidak terlalu takut saat ini akan adanya hanjir. Dimana setiap peningkatan pembukaan pintu pihak PLTA akan terlebih dahulu memberikan informasi kepada pemda Kampar melalui BPBD Kampar.

"Jangan sampai masyarakat harus tinggal di kerambahnya selama 24 jam dan meninggalkan aktifitas sehari - hari karena takut jika tiba-tiba pintu PLTA dibuka besar. Insyaallah setiap penambahan tinggi pelepasan air yang disebabkan tinggi curah hujan dimudik, pihak PLTA akan secepatnya menginformasikan kepada masyarakat," jelasnya.

Untuk diketahui juga bahwa pembukan pintu  air ini kemungkinan akan berlangsung sampai Januari 2019 nantinya seperti kejadian tahun 2003 s/d 2005 yang lalu.
Penulis
: Mirdas Aditya
Editor
: Dhika
Sumber
: DataRiau.com
Tag:berita
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)