SIAK, datariau.com - Dugaan ancaman dari salah satu oknum anggota ormas beberapa waktu lalu. Pemuda se-Kecamatan Minas mengadakan rapat intern di Gedung Community Kecamatan Minas Kabupaten Siak, Ahad (20/05/2018) sekira pukul 21.11 WIB.
Rapat itu diadakan, sebelumnya adanya dugaan ancaman yang dilontarkan oleh salah satu oknum anggota ormas tersebut di Desa Simpang Padang, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau.
Turut hadir dalam rapat tersebut, seluruh Lintas Ormas ataupun kepemudaan se-Kecamatan Minas, rapat itu dipimpin langsung oleh Waka Tim Pendamping Ketenagakerjaan Kecamatan Minas Mulia Hasibuan, beserta Ketua K-SBSI Kecamatan Minas Ali Umar, beserta tokoh masyarakat Kecamatan Minas yang diwakili oleh Dony Chandra.
Selain itu, rapat juga dihadiri langsung oleh Pemangku Adat Suku Sakai Minas Barat Muchtar Rhouf.
Selanjutnya, rapat pembahasan perihal pihak pekerja yang ditempatkan oleh PT Sumigita Jaya (SGJ) merupakan Sub Kontraktor PT Chevron Pasifik Indonesia (CPI), yang diduga diancam oleh salah satu oknum ormas di Desa Simpang Padang, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis Riau beberapa waktu lalu.
Dijelaskan, dalam rapat itu, dari kronologis kejadian dugaan ancaman dan pemerasan yang dilakukan oleh salah satu anggota oknum ormas yang di alami sebelumnya di Mess tempat para pekerja itu kepada seluruh pemuda yang hadir.

Kemudian berlanjut, dalam pembahasan permasalahan yang terjadi sebelumnya, dengan meminta pendapat dari pemuda ataupun masyarakat yang hadir untuk tindak lanjut kedepannya mengenai hal itu.
Dalam sambutannya, Pemangku Adat Sakai Minas Barat Muchtar Rhouf kemudian memaparkan apa yang telah terjadi saat ini.
Dikatanya, bahwa persoalan semacam ini sudah bertahun-tahun ia dengar, namun selama itu terjadi belum ada bukti. Saat ini sudah ada bukti yang valid (kongkrit) atas perlakuan mereka, berupa video dan sebagainya.
"Hal semacam ini sudah bertahun-tahun saya dengar, namun selama ini kita tidak ada bukti, dan saat ini kita sudah ada bukti yang kongkrit atas prilaku mereka (oknum) tersebut, berupa video dan lainnya. Apapun keputusan yang akan diambil, saya selaku Pemangku Adat Sakai akan berada di barisan paling depan. Sebab, suku apapun yang ada di Minas ini, semua saudara saya, sakit anda semua, juga adalah sakit bagi saya," terang Muchtar Rhouf.
Kemudian, melalui Waka Tim Pendamping Ketenagakerjaan Kecamatan Minas Mulia Hasibuan kepada awak media mengatakan, bahwa hasil rapat malam ini, bersama masyarakat ataupun Forum se-Kecamatan Minas telah sepakat akan mengadakan sweeping kesetiap perusahaan yang ada di Kecamatan Minas.
"Hasil rapat kita malam ini, seluruh masyarakat ataupun Forum se-kecamatan Minas, telah sepakat, besok kita akan mengadakan sweeping kesetiap perusahaan yang ada di Kecamatan Minas ini," kata Mulia Hasibuan.
Mulia menjelaskan, bahwa sweeping ini nantiny dilaksanakan secara kekeluargaan. Sebab, selama ini masyarakat Minas tidak pernah menganggap adanya perbedaan KTP.
"Ya, sweepinglah nantinya kita adakan, disini kami meminta adanya keadilan untuk masyarakat Minas, karena selama ini kita masyarakat Minas, tidak pernah menganggap adanya perbedaan KTP ataupun menganggap seluruh warga NKRI yang bekerja di sini sebagai musuh," imbuhnya.
Lebih lanjut, Mulia menerangkan, bahwa begitu kami bekerja di daerah lain, kami seperti dianggap musuh dan diperlakukan tidak selayaknya seperti manusia. Intinya, kami dari masyarakat Minas menginginkan dan meminta keadilan, sebab, kami tidak pernah memperlakukan masyarakat Duri tidak senonoh di Minas saat ini.
"Ya, besok kami akan adakan sweeping pengecekan KTP kesetiap perusahanlah, rencana akan kami stop bekerja sementara," ujar Waka Pendamping Ketenagakerjaan Kecamatan Minas Mulia Hasibuan.