Sudah Disegel, Diam-diam Tower di Lingkungan SDN 187 Pekanbaru Keluar Izinnya

Admin
1.711 view
Sudah Disegel, Diam-diam Tower di Lingkungan SDN 187 Pekanbaru Keluar Izinnya
Foto: Doc.
Tower berbahaya di lingkungan sekolah.

PEKANBARU, datariau.com - Meski sempat tidak diaktifkan lagi karena berada di dalam lingkungan sekolah, kini menara telekomunikasi alias tower di lingkungan SDN 187 Kecamatan Tampan kembali aktif.

Padahal, keberadaan tower itu sejak berdiri menjadi polemik di lingkungan masyarakat, termasuk sekolah keberatan adanya tower di lingkungan sekolah, selain dikhawatirkan membahayakan penghuni sekolah jika tower itu tumbang, juga dikhawatirkan dampak radiasi terhadap anak-anak yang bersekolah di sana.

Beroperasinya tower ini diketahui adanya surat izin pelaksanaan yang dikeluarkan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Pekanbaru.

Kepala Dinas Pelayanan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Pekanbaru M Jamil dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru Indra Pomi, saling lempar tanggung jawab ketika ditanya terkait keluarnya izin tower di lingkungan sekolah yang berdomisili di Jalan Melati III kelurahan Simpang Baru Kecamatan Tampan, itu.

Padahal, Surat Izin Pelaksanaan dikeluarkan DPMPTSP dengan nomor 007/IP/DPMPTSP/I/2019 tertanggal 2 Januari 2019. Namun, ketika dikonfirmasi terkait keluarnya izin tersebut apalagi keberadaan tower sudah jelas ditolak warga bahkan sudah pernah disegel Satpol PP Kota Pekanbaru pada Juli 2017 lalu, M Jamil menegaskan bahwa persoalan tower menjadi tanggung jawab Kepala Dinas PUPR selaku Tim Teknis yang memberikan rekomendasi.



Pihaknya hanya mengeluarkan izin setelah ada rekomendasi dari Tim Teknis Dinas PUPR. "Kita hanya mengeluarkan izin setelah ada rekomendasi dari Dinas PUPR dan Kepala Dinas PUPR selaku Ketua TABG," ungkap M Jamil, Jumat (11/1/201) di Mal Pelayanan Publik Kota Pekanbaru.

Ketika ditanya apakah ada izin dari masyarakat, karena sebelumnya keberadaan tower tersebut sudah jelas ditolak masyarakat dan pihak sekolah yang merasa tertipu dengan pendirian tower tersebut, M Jamil mengatakan harusnya ada.

"Harusnya kalau izinnya sudah keluar kan sudah ada izin dari masyarakat. Itu tanya sama Dinas PUPR, itu teknisnya mereka semua, setelah ada rekomendasi dari mereka kita hanya mengeluarkan izin," terang Jamil.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Pekanbaru Indra Pomi saat dikonfirmasi malah menyebutkan bahwa itu bukan kewenangan dirinya di Dinas PUPR.

"Tower itu bukan abang dek, itu Perhubungan sama Infokom," terang Indra Pomi.

Kendati Kadis PUPR Indra Pomi awalnya berdalih persoalan tower bukan kewenangannya, namun kemudian Indra Pomi mengaku memang ada beberapa Tower yang mengajukan izin kepada Dinas PUPR, dia menilai dokumen yang diajukan kepada TABG secara struktur atau lingkungannya, kemudian persoalan izin merupakan tanggung jawab DPMPTSP Kota Pekanbaru.

"Jadi, kaitan tower itu hanya TABG-nya saja. Kalau dia mengajukan tower, strukturnya ada, lingkungannya ada, udah dikeluarkan rekomendasinya, yang mengeluarkan izin itu DPMPTSP," terang Indra.

Dengan adanya izin tower ini, telah melahirkan keresahan kembali kepada para masyarakat sekitar terlebih para wali murid dan guru di sekolah tersebut.

"Kami wali murid di sekolah ini dari awal jelas menolak keberadaan tower di lingkungan sekolah," tegas salah seorang warga sekitar sekolah yang juga anaknya bersekolah di SDN 187 Kecamatan Tampan tersebut.



Kepala SDN 187 Kecamatan Tampan, Hj Legiyem Yahman SPd berharap agar persoalan tower yang jelas ditolak masyarakat dan wali murid agar ditindak sesuai ketentuan yang berlaku.

"Mudah-mudahan yang berwenang dapat untuk menindaklanjutinya," tegas Kepala Sekolah SDN 187.

Sebagai informasi, dua tahun lalu Satpol PP menyegel tower tersebut karena tidak memiliki izin dan setelah terjadi polemik keberadaan Tower Microcell Pole Telekomunikasi yang berdiri kokoh di pekarangan SDN 187 Jalan Melati III kelurahan Simpang Baru Kecamatan Tampan, Rabu (19/7/2017).



Kasatpol PP kota Pekanbaru, Zulfahmi Adrian ketika itu membenarkan bahwa pihaknya telah menyegel tower yang dikeluhkan warga dan pihak sekolah tersebut. Dengan disegel, maka pihak kontraktor dilarang untuk melakukan operasional terhadap tower tersebut hingga diambil langkah selanjutnya.

Baca juga: Satpol PP Segel Tower Microcell di SDN 187 Pekanbaru

Terkait keluhan warga yang merasa dibohongi, dimana awal akan berdiri tower ini kata pihak kontraktor akan dibangun lampu jalan hingga masyarakat disodorkan kertas kosong untuk ditandatangani tanda persetujuan, namun belakangan ternyata yang berdiri adalah tower merupakan persoalan serius.

Baca juga: Warga Merasa Ditipu, Tiang di Lingkungan SDN 187 Pekanbaru Ternyata Tower Monopole

Termasuk keluhan Kepala SDN 187 Hj Legiyem Yahman SPd yang mengatakan bahwa dirinya sangat mendukung jika pembangunan tower itu adalah program pemerintah, namun dengan sangat dia memohon agar lokasinya jangan di pekarangan sekolah karena khawatir radiasi yang mengancam anak-anak SD ini dan pengaruh buruk lainnya yang mengancam.

Baca juga: Tidak Cukup Disegel, Karena Tower di Pekarangan SDN 187 Pekanbaru Sering Dipanjat Anak-anak

Terkait permintaan ini, Zulfahmi mengaku akan melibatkan dinas teknis dan laboratorium untuk mengecek pengaruh radiasi dari tower tersebut.

"Ya, nanti yang menentukan titiknya tentu dinas teknis terkait, setelah data-data dan informasi yang kita butuhkan lengkap, usulan sekolah dan masyarakat tentu akan jadi pertimbangan, untuk radiasi kan perlu uji laboratorium apakah berpengaruh atau tidak," pungkasnya.

Baca juga: Membahayakan Murid, DPRD Minta Tower Microcell di SDN 187 Pekanbaru Segera Dibongkar

Sejak awal, pihak sekolah sudah meminta agar tower itu jangan didirikan di depan sekolah karena sangat berbahaya bagi anak-anak. "Kalau di depan itu anak-anak kasihan, dari awal jangan di depan, anak-anak saya kelas 2, kelas 3 gimana, manjat-manjat tuh, gak mungkin kita pantau terus, kelas 1 dan 2 itu sedang lasak-lasaknya, manjat-manjat di pagar-pagar besi itu (pagar tower,red), kayak mainan sama dia," terang Kepsek.

Jika dipindah, Kepsek berharap agar tidak ditempatkan di dalam lingkungan sekolah lagi, namun jika memang tetap harus di dalam lingkungan sekolah, Kepsek menjelaskan bahwa lahan sekolah di bagian belakang cukup luas sekitar 300 meter lagi, maka silahkan didirikan di lokasi tersebut.

Baca juga: Jika Tetap Ada Tower, Murid Ingin Dipindahkan dari SDN 187 Pekanbaru

"Kalau saya, kalau bisa jangan dalam areal sekola lah, tapi kita kan sebagai pekerja, katanya sudah koordinasi dengan Dinas Pendidikan, mau di dalam tak masalah, belakang lingkungan sekolah 300-an meter, mudah-mudahan terkabul. Komite pak Santo, pak RT, tetangga masih satu suara minta dipindahkan," tandas Legiyem saat itu. (win)

Penulis
: Windy
Editor
: Redaksi
Sumber
: Datariau.com
Tag: