Selain Ramah Lingkungan Dan Bernilai Ekonomi Tinggi, Aren Menjadi Sumber Baru Bagi Masyarakat Siak

Hermansyah
1.115 view
Selain Ramah Lingkungan Dan Bernilai Ekonomi Tinggi, Aren Menjadi Sumber Baru Bagi Masyarakat Siak
Pemkab Siak
Assosiasi Aren Provinsi Riau adakan Sosialisasi Tanaman Hutan yang ramah lingkungan yang memiliki ekonomi tinggi.

SIAK, datariau.com - Ketua Assosiasi Aren Provinsi Riau Warsito menyebutkan, saat ini masyarakat berfikir sawit-sawit terus, pada hal ada tanaman yang nilai ekonominya sangat luar biasa, yang ramah lingkungan, tanaman konservasi dan tanaman hutan yang dapat tumbuh di sekitar kita yaitu tanaman Aren.

Meskin pun masyarakat sudah mengenal tanaman ini, namun belum begitu paham, manfaat dan cara membudidayakannya. Pada akhirnya Aren tersebut tumbuh liar di biarkan begitu saja.

"Saat ini, kami sedang mengembangkan tanaman aren di Kiap Jaya Kijang Mati Pelalawan, di tanam diatas tanah seluas 10 hektar. Dengan jumlah 1.300 batang, yang di tanam di selah-selah sawit. Saat ini, baru ada 18 batang yang sudah menghasilkan," kata Warsito saat memberi materi di hadapan peserta sosialisasi di Kantor Bupati Siak, Kamis (31/05/2018) pagi.

Ditambahkannya, Warsito yang menyebutkan, dari 18 batang aren per 1 batang dapat menghasilkan 10 liter Nira, dimana perliter Nira dapat di jual seharga Rp10.000. Dikalikan 10 liter menjadi Rp100.000 hasilnya perbatang. Kalau ada 18 batang aren setiap harinya petani akan menerima hasil Rp180.000 per harinya.

"Ini kita olah baru dari air Niranya saja, belum lagi dari buah kolang kaling, daun, tepung aren dan batangnya dapat di manfaatkan sebagai bahan forniture. Tanaman ini dari daun hingga akar semuanya bermanfaat tidak ada yang terbuang," pungkas Warsito.

Hal senada juga di ungkapkan oleh Dewan Pimpinan Wilayah (AAI) Asosiasi Aren Indonesia Provinsi Riau Muhamad Dun mengatakan, aren ini tanaman yang multi manfaat mulai dari daun hingga akarnya bernilai ekonomi. Bahkan, prospek ekonominya dapat mengalahkan kelapa sawit, tanaman aren dapat di panen setiap hari. Tentu hasilnya 10 kali lipat di banding kelapa sawit.

"Tanaman aren ini merupakan tanaman asli indonesia, yang dapat tumbuh di kondisi tanah yang tidak khusus, sehingga dapat tumbuh pada tanah-tanah liat, dan berpasir. Tetapi, aren tidak tahan pada tanah masam (pH tanah yang rendah). Aren dapat tumbuh pada ketinggian 0-1.400 meter di atas permukaan laut, pada berbagai agro ekosistim dan mempunyai daya adaptasi yang tinggi terhadap lingkungan tumbuhnya," imbuh Muhammad Dun.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Siak Syafrilenti mengatakan, bahwa apa yang terbayang oleh kita tentang tanaman aren, di Siak tanaman ini tumbuh secara liar, dan tanaman ini sangat mudah ditemui, yang tumbuh sejak zaman kerajaan dulu.

"Aren ini tanaman tua yang sejak zaman dulu sudah ada, paling batang aren yang tumbuh secara alami di manfaatkan oleh warga buah untuk kolang kaling dan air niranya sebagai minuman," kata Syafrienti.

Menurut Syafrilenti, setelah kami mendengarkan manfaat dan nilai ekonominya cukup tinggi. Harapannya melalui sosialisasi  tanaman aren ini dapat di kembangkan di Kabupaten Siak, sehingga menjadi sumber baru bagi kesejahteraan masyarakat Siak.

"Sebagai tujuan wisata Kabupaten Siak, dengan di kembangkannya budidaya tanaman Aren ini, akan melairkan industri kreatif dan jajanan khas dari Siak yang bahan bakunya berasal dari tepung dan gula aren," pungkas Syafrilenti.

Penulis
: Hermansyah
Editor
: Hermansyah
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)