Saat Kuburannya Dibongkar, Mbah Pani Membuka Mata, Tim Medis: Dia Sehat dan Normal

Indri
17.496 view
Saat Kuburannya Dibongkar, Mbah Pani Membuka Mata, Tim Medis: Dia Sehat dan Normal
Gambar: Detikcom
DATARIAU.COM - Seorang pria berusia 63 tahun di Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, melakukan ritual menguburkan diri selama 5 hari 5 malam yang disebutnya sebagai ritual tapa pendhem. Dia mengaku telah melakukan hal itu sebanyak 10 kali, terakhir Jumat (20/9) kemarin.

Liang kubur tempat Mbah Pani menguburkan diri dibongkar pada Jumat (20/9) petang. Lokasi kubur ini di dalam ruang dapur di rumahnya yang berada di Desa Bendar RT 3 RW 1, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati.

Mulai dari warga, perangkat desa, aparat keamanan sampai tim medis memadati rumah Mbah Pani turut menyaksikan proses pembongkaran liang kuburnya. Isak tangis keluarga dan seruan doa-doa mengiringi prosesi Mbah Pani keluar dari liang kubur.

Prosesi pembongkaran kuburan dilakukan secara tertutup karena terbatasnya ruangan. Warga yang penasaran dengan ritual itu memilih untuk menunggu di sekitar luar rumah.

"Alhamdulillah tadi begitu dibongkar dibangunkan Mbah Pani langsung sadar, membuka matanya juga langsung ngerti ini ngerti itu. Artinya sadar betul," kata sang adik ipar, Joko Wiyono, dikutip datariau.com dari detik.com.

Sementara Ketua Tim Medis Puskesmas Juwana, Hadi Widiyono, menyebut kondisi Mbah Pani saat diperiksa dalam keadaan sehat dan normal. Hanya kondisi fisik yang pucat dan lemas. Hal itu pun dinilai wajar sebab 5 hari 5 malam bertapa dalam kondisi dikubur.

"Pernafasan, tensi, nadinya secara medis bagus normal semua. Alhamdulillah, Insya Allah tidak apa-apa, kondisinya bagus. Kalau pucat lumrah, lemas juga lumrah karena memang kekurangan cairan. Tensi tadi 120/80, lumrah," kata Hadi kepada wartawan.

Ritual ini bukan sesuatu yang mengejutkan bagi warga Desa Bendar, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, saat mendapati salah seorang tetangganya mengubur diri hidup-hidup lengkap dengan kafan dan ritual laiknya orang meninggal. Oh, dia sedang menjalani ritual Tapa Pendem.

Bagi masyarakat Jawa, tapa pendem bukanlah ritual asing. Tak sedikit yang mengatakan ritual ini sebagai warisan Sunan Kalijaga. Tujuannya, untuk meningkatkan kesaktian supranatural. (*)
Penulis
: Indri
Editor
: Indri
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)