Pentingnya Menjaga Sungai Kampar Sebagai Sumber Penghasilan Masyarakat

Bambang
572 view
Pentingnya Menjaga Sungai Kampar Sebagai Sumber Penghasilan Masyarakat
Foto: Diskominfo Kampar
Penyemaian bibit ikan di Sungai Kampar.
KUOK, datariau.com - Sungai Kampar merupakan tempat mencari makan bagi sebagian besar masyarakat Kabupaten Kampar, karena itu penting untuk menjaga kebersihan wilayah sungai dan praktek kegiatan budidaya ikan yang bertanggungjawab.

"Jaga kelestarian sungai, baik itu kebersihanya, keberadaan jenis ikannya dan yang terpenting bagaimana menimbulkan kesadaran bersama semua elemen agar dapat menjaga ekosistemnya," kata Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Setda Kampar, Suhermi.

Pernyataan itu disampaikan Suhermi mewakili Plh Bupati Kampar, dalam sambutannya pada acara implementasi kesepakatan kerjasama antara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan food and Agriculture Organisation (FAO) dalam program Mainstreeming Biodiversity Conversation and Sustainable Use Into Inland Fisheries Fractires in Freshwater Ecosystems of High Conversation Value (I-fish) and SEAFDEC, serta menindaklanjuti perihal kegiatan bersih sungai dan pelatihan budidaya yang bertanggungjawab.

Kegiatan dilaksanakan di lapangan kantor desa Pulau Terap Kecamatan Kuok, yang dihadiri Kepala Pusat Riset Perikanan KKP, Direktur Pemanfaatan Sumber Daya Ikan, Direktur Kawasan dan Kesehatan Ikan dari Dirjen Perikanan Budidaya, Kadis Kelautan dan Perikanan Pemprov Riau, Chief SEAFDEC Palembang, Kepala Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut Padang, Kepala Balai Konservasi SDA Pekanbaru, Camat beserta para para Kades se-kecamatan Kuok dan juga nelayan, pembudidaya, kelompok peternak ikan dan masyarakat Kuok, Sabtu (27/7/2019).



"Saat ini banyak terjadi pencemaran di daerah aliran sungai di sekitar kita, karena itu perlunya kesadaran kita bersama untuk menjaga dan melestarikan lingkungan yang bersih di sepanjang bantaran sungai dengan berbagai upaya, mari bersama kita wujudkan kebersihan sungai dan melakukan kegiatan budidaya yang bertanggung jawab," ajak Suhermi.



Perwakilan FAO Indonesia Dr Ateng Supriatna menyampaikan, soal pentingnya menjaga kelestarian ekosistem sungai dan hal ini dapat diwujudkan kalo dilakukan secara bersama.

"Melalui kegiatan pelatihan pengembangbiakan budidaya perikanan, semoga ķita bersama lebih bertanggungjawab untuk menjaga kelestarian jenis ikan, karena saat ini sudah banyak jenis ikan yang asal mulanya terkenal dari daerah tertentu seperti untuk di Kampar terkenal dengan ikan belawat atau lebih dikenalnya ikan lomak, ada juga ikan baung dan ikan patin termasuk ikan balido asal Kampar yang  juga dikenal berasal dari Provinsi Sumatera Selatan, sebagai penghasil ikan jenis balido," ujarnya.



Namun, lanjutnya, keberadaan ikan-ikan tersebut kini sudah mulai hilang, untuk itu melalui kegiatan ini pihaknya mengharapkan agar kedepan dapat bangkit kembali, karena disamping bersih sungai, pihaknya juga akan melakukan kegiatan penyemaian bibit ikan belawat.

"Selain itu juga akan diberikan pelatihan bagaimana cara budidaya ikan, untuk itu perlunya kita jaga untuk ke depannya agar ikan yang akan disemai dapat besar dahulu baru dipanen atau kita tangkap," pintanya.



Kepala Desa Pulau Terap Husni AMd menyampaikan ucapan terimakasih atas bantuan penyemaian bibit ikan dan pelatihan budidaya ikan di desanya, harapannya agar Desa Pulau Terap dapat sejajar dengan desa lain yang berada di sepanjang aliran Sungai Kampar, dimana penghasilannya dari pemanfaatan sungai dapat mengangkat dan memajukan ekonomi. (das)
Penulis
: Mirdas Aditya
Editor
: Riki
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)