Penertiban PKL Depan Masjid Al-Huda Perawang, Pedagang: Kami Bayar Setiap Bulan

Hermansyah
1.288 view
Penertiban PKL Depan Masjid Al-Huda Perawang, Pedagang: Kami Bayar Setiap Bulan
Tim Terpadu Pemerintah Kecamatan Tualang dan TNI/Polri saat melakukan penertiban pedagang di atas badan jalan.

SIAK, datariau.com - Pemerintah Kecamatan Tualang bersama TNI/Polri kembali melanjutkan penertiban pedagang yang berjualan diatas badan jalan depan Masjid Al-Huda kilometer 4 Kecamatan Tualang Kabupaten Siak, Senin (28/10/2019) pagi.

Penertiban pedagang yang berada diatas badan jalan ini melibatkan TNI/Polri dan memfokuskan bagi kendaraan roda empat (mobil) yang berhenti dan berjualan diatas badan jalan depan Masjid Al-Huda kilometer 4 Kecamatan Tualang.

Tim Terpadu TNI/Polri dan Pemerintah Kecamatan Tualang saat menegur salah satu pedagang, justru mendapatkan perlawanan. Selain tidak terima untuk ditertibkan, sontak perlawanan itu dilakukan, karena menurutnya telah membayar untuk mendapatkan tempat tersebut.

"Kenapa pula, kami di tilang pak, kami bayar lapak setiap bulan, kemudian setiap harinya kami bayar parkir dan uang kebersihan," sebut salah seorang pedagang bernama Kang Sule (samaran) kepada wartawan dengan nada kesal.

Kang Sule mengakui bahwa dirinya telah membayar uang sebesar Rp50.000 untuk menempati lapak tempat kendaraannya menjajakan dagangan setiap harinya. Dan uang sebesar Rp50.000 itu dikutip kesetiap pedagang dengan memggunakan kwitansi dan bertuliskan untuk pembayaran Lapangan SP Niba Perawang.

Selain itu, Kang Sule juga tetap membayar uang parkir sebesar Rp10.000 dan uang kebersihan sebesar Rp4.000. Jadi, untuk menempati lapak tersebut Kang Sule merogoh kantong sebesar Rp64.000. "Saya merasa tidak senang, dengan ditilang ini bang, saya kan membayar kepada bapak UK setiap bulan," tukasnya.

Sementara itu Ketua SP Niba Perawang Kecamatan Tualang Ujang Kerok ketika penertiban dan ditilangnya salah satu kendaraan milik pedagang saat itu, sedang berada dilokasi dan membantah perihal adanya sewa lapak.

"Bukan sewa lapak bang, itu untuk bongkar muat, saya meluruskan saja, pedagang mana yang bilang bayar lapak itu," tegasnya

Koordinator Tim Terpadu Kecamatan Tualang Akhyaruddin Spd kepada wartawan mengaku kesal dengan adanya pedagang yang berjualan di badan jalan yang berada di depan Masjid Al-Huda saat ini. 

Padahal, menurut Akhyar, telah disampaikan untuk tidak berjualan disana (depan Masjid Al-Huda), namun pedagang masih tetap berjualan ditempat tersebut. "Kami melakukan penindakan dengan cara menilang kendaraan pedagang," jelasnya.

Saat ini, kata Akhyar, lagi memfokuskan penertiban pedagang yang berjualan di badan jalan, yang kemudian dilanjutkan dengan penertiban pedagang di depan trotoar badan jalan Pasar kilometer 4 atau Pasar Rakyat Tuah Serumpun.

"Upaya ini dilakukan karena telah mengganggu ketertiban umum," tandasnya.

Selanjutnya, perihal adanya biaya atau kutipan berupa uang kebersihan dari pemerintah, Akhyaruddin mengatakan, bahwa adanya berupa kutipan dari pasar sebesar Rp4.000, dan uang kebersihan dari DLH itu sebesar Rp2.000.

"Terkait adanya kutipan lain, itu saya tidak tahu," pungkasnya.

Tim Terpadu TNI/Polri melalui Bhabinkamtibmas Kelurahan Perawang Bripka Arya Sudarsa saat melakukan penindakan tegas terhadap kendaraan pedagang saat itu, meminta dokumen atau surat-surat kendaraan kepada pedagang yang selanjutnya akan di proses tilang.

"Ini upaya kita untuk memberikan efek jera bagi para pedagang yang dinilai telah melanggar aturan. Dan ada 4 surat pengendara yang telah ditilang karena berjualan di badan jalan," imbuhnya.(*rb)

Penulis
: Hermansyah
Editor
: Hermansyah