Pakai Kapal Perang, Bank Indonesia Bersama Dan Posal Meranti Sosialisasikan Ciri Uang Palsu dan Asli

Bambang
556 view
Pakai Kapal Perang, Bank Indonesia Bersama Dan Posal Meranti  Sosialisasikan Ciri Uang Palsu dan Asli
Datariau.com
Sosialisasi pengenalan ciri - ciri uang palsu dan asli oleh Bank Indonesia bekerjasama dengan TNI AL di Meranti

MERANTI,  datariau.com -  Dengan menumpang Kapal Perang TNI AL KRI Lebadang/632,  dari Sumatera Utara, Bank Indonesia (BI) mendatangi Kabupaten Kepulauan Meranti.

Kedatangan BI yang bekerjasama dengan TNI Angkatan Laut ini dalam rangka melakukan sosialisasi

pengenalan ciri - ciri uang rupiah asli dan palsu kepada masyarakat di Pulau Terluar, terdepan dan terpencil.

Untuk Kabupaten Kepulauan Meranti, acara dipusatkan

di musholla SDN Islam Al - Hikmah Tebing Tinggi, Jalan Pramuka Gg Al - Hikmah, Rabu (4/9/2019).

Dalam acara sosialisasi tersebut, ada kuis tanya jawab berhadiah yang di taja oleh BI bekerja sama dengan Dan Posal Angkatan Laut Kabupaten Kepulauan Meranti. Tak lupa pihak BI juga memberi saluran bantuan berupa alat kebutuhan sekolah seperti baju kaos, kajun, kompang, alat olahraga dan lain - lainya kepada pihak sekolah.

Turut hadir dalam acara tersebut Letda laut (S) Jerry Hendra, Samsul Bakti, Kepala Unit BI, Sekcam Tebing Tinggi, Korwas Syafrial SPd, Korwil Syarizal SPd, Serma Iswandi Komandan Patroli Keamanan Laut P Jemur, Kepala Sekolah SDN Al - Hikmah Hatiana SAg dan anggota DPC - MOI (Media Onine Indonesia) Meranti untuk menyaksikan acara tersebut. 

Sebelum acara dimulai, Kepala Sekolah SDN Al - Hikmah Haitiana SAg mengucapkan terima kasih kepada Camat, Sekcam, Korwel, dan semua pihak yang turut menyukseskan acara ini.

"Mewakili yayasan sekolah, kami beritahukan bahwa sekolah ini juga ada MTsN dan saya sendiri kepala sekolahnya. Murid SDN kami sekitar 346 siswa. Sementara yang MTsN berkisar 110 orang. Semoga kegiatan ini menjadi ibadah," ucapnya.

Ucapan senada juga disampaikan Sekcam Tebing Tinggi, Pahmuriadi. Dia mengatakan bahwa dirinya bersama camat baru saja dilantik kemarin. "Selaku Pemerintah Kecamatan, kami mengucapkan terima kasih atas acara ini. Karena pengetahuan pengenalan ciri - ciri uang rupiah asli dan palsu sangat dibutuhkan oleh para siswa dan masyarakat," jelasnya.

Selanjutya, penjelasan tentang ciri - ciri uang palsu dan uang asli oleh Kepala Unit BI Samsul Bakti. Dia mengatakan, sebelum sampai ke Selatpanjang, Meranti, pihaknya melakukan sosialisasi ke pulau terpencil di Aceh. Kenapa dititikberatkan pada pulau terpencil, karena pulau terpencil adalah pulau terdepan yang lebih mudah dimasukan uang palsu.

"Jika tidak KRI maka kami tidak akan sampai ke pulau - pulau tersebut. Sekarang kapalnya menunggu di pelabuhan dan waktu kami tidak begitu banyak, karna ada beberapa tempat yang harus kami kujungi untuk bersosialisasi," paparnya.

Lalu Samsul menjelaskan cara mengenal ciri - ciri uang rupiah asli atau palsu. Dalam UU, katanya,  uang tersebut harus ada gambar pahlawan dan wajib kita kenali, kemudian dilihat, diraba gambarnya dan di terawang.

"Yang paling penting adalah perbedaan warna. Yang palsu agak gelap dan yang asli lebih terang dan jelas. Uang asli ada benang pengaman seperti di anyam, uang asli bisa di masukan sebuah benda didalam kertas yaitu benang pengaman, dia bisa tenggelam lalu muncul dan tengelam bila diterawang," ucapnya.

Ditambahkan,  uang Indonesia terbuat dari serat kapas makanya pas dicuci tidak akan rusak. Warna uang asli bisa berubah seperti hologram di mata uang nominal besar sementara yang pecahan kecil tidak bisa berubah - ubah. Uang yang asli bisa diraba angka nominalnya, terasa kasar dan nyakut sementara uang palsu terbuat dari kertas HVS, terasa licin bila diraba. 

Terus saat di terawang pada uang tersebut ada watermak, terlihat gambar pahlawan saat diarahkan ke cahaya matahari satu helai. Pada uang pecahan Rp.50.000 ada dua garis untuk orang tuna netra. 

Selanjutnya uang yang rusak  lebih dari 2/3 akan diganti lagi dengan uang baru, kalau tidak sampai maka tak diganti.

"Kami datang dari Bank Indonesia, Medan Kantor Perwakilan Provinsi Sumatra Utara kesini bersama TNI AL dan disambut Dan Posal Meranti. Kami bergerak dari tangal 29 Agustus sampai tanggal 5 September, setelah itu kembali ke Medan," kata Samsul Bakti. 

Ditempat yang sama, Letda Laut (S) Jerry Hendra berharap 

peredaran uang palsu di Kepulauan Meranti semoga dapat di tekan. Dan dia mengapresiasi sosialisasi yang dilakukan BI. 

"Setidaknya anggota saya dan keluarganya sudah dapat membedakan mana uang asli dan mana yang palsu. Selepas itu baru disampaikan ke masyarakat lewat mulut ke mulut. Kedepanya mungkin diwilayah perbatasan NKRI terutama Selat Malaka, seandainya ada oknum yang tidak bertangung jawab mengirim uang palsu ke Meranti maka kami bisa kroscek langsung karena kami sudah bisa membedakannya,"  ucap Letda Laut (S) Jerry Hendra.(put)

Penulis
: Syahputra
Editor
: bambang
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)