DATARIAU.COM - Sebagian orang mungkin menilai bibit kelapa tidak punya nilai ekonomis tinggi, anggapan tersebut tidak berlaku bagi Acun (24), mahasiswa Universitas Islam Riau (UIR), Fakultas Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK).
Sejak tahun 2016 Acun memulai bisnis Bonsai pohon kelapa, awalnya Acun hannya coba coba karna melihat Pameran Bonsai, berawal dari coba coba hingga jadi penggiat bonsai pohon kelapa, higga kini acun telah menanam lebih kurang 50 bibit bonsai kelapa, dari semua bonsai yang di tanam nya ada juga yang gagal di karenakan oleh hama ulat dan semut yang mengganggu pertumbuhan bibit kelapa, penyebab hama tersebut menyerang bibit bonsai kelapa di karena Akar bibit kelapa tersebut manis hinnga semut menyukainya.
"Merawat bonsai kelapa tidaklah mudah, karna kelembapan tanah harus di jaga juga tidak terpapar matahari secara lansung. Proses pertamanya mencari bibit kelapa yang sudah tumbuh tunasnya untuk di jadikan bibit, setelah mencari bibit kelapa masuk ke tahap pembentukan akar dengan di beri tanah kemudian setelah akar dari bibit muncul kita pindahkan ke dalam wadah atau akuarium yang sudah berisi dengan air, setelah itu posisi bibit kelapa tidak semua di rendamkan ke dalam air hanya sebagian saja, agar akar dari bibit bonsai kelapa turun ke bawah setelah itu di pindahkan kembali ke dalam pot yang berisi tanah, begitu seterus nya hingga jadi, Namun sebenarnya tidak ada yang sulit jika ada kemauan. Yang terpenting hanyalah ketelitian dan kehati-hatian agar hasil yang di dapatkan nantinya akan memuaskan," ujar Acun di kediamannya di Pekanbaru, Kamis (26/03/20).
Acun menanam pohon kelapa bonsai di Kos tempat tinggalnya hingga sekarang. Untuk harga jual di lihat dari umur dan kwualitas bonsai, jika bonsai yang baru tumbuh akarnya senilai 250 Ribu, harga bonsai semakin lama umur bonsai semakin tinggi harga bonsai, mulai dari haraga 50 Ribu hingga Milyaran Rupiah. Pendapatan Acun dalam sebulan nya tak menentu.
"Bisnis bonsai kelapa hannya untuk menambah uang jajan saja," ujar Acun.
Untuk pemilihan bibit tidak sembarang bibit yang di jadikan Bongsai, pemilihan bibit bisanya dari Kelapa yang ada di pantai sering di sebut "kelapa pantai," karna tempurung dari kelapa pantai yang ukuran nya kecil dan lonjong, semakin kecil ukuran tempurung kelapa semakin bagus dan harga jual nya yang tinggi. Dan kwalitas nya yang unik terlihat antic, varian dari bonsai bias di bentuk dengan sendiri dengan model apa saja.
Bonsai kelapa bias di sulap menjadi 2 cabang juga. Oleh karena itu bonsai kelapa bercabang dapat dibandrol dengan harga jual yang sangat tinggi. Namun bagi para kolektor bonsai, hal ini sama sekali tidak menjadi masalah. Berapa pun harganya, mereka tetap membelinya.
Acun memasarkan hasil bonsai nya melalui media online seperti Faceboook, Instagram, WahatsApp dan Komunitas Bonsai. Untuk Bonsai Kelapa tidak akan ada mengalami kerugian, karna bibit bonsai kelapa hannya menguntungakan saja, tidak mengeluarkan modal yang begitu besar. Pohon Bongsai Kelapa biasanya sangat di minati oleh Orang orang. Apalagi untuk iasan rumah sangat bagus, biasanya tanaman Bongsai banyak anda temui di Bank, Perusahaan, Perumahan.
Penulis: Muhammad Aldi Irawan, Mahasiswa Unibersitas Islam Riau