PEKANBARU, datariau.com - Dalam rangka membangkitkan semangat generasi milenial untuk berwirausaha, Lembaga Ekonomi Mahasiswa Islam (LEMI) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pekanbaru menggelar Talkshow Enterpreneur Kemandirian Ekonomi.
Demikian diungkapkan Atan Dirham Direktur LEMI HMI Cabang Pekanbaru, Senin (25/3/2019).
Menurut Atan, pelaksanaan talkshow mengacu pada fakta dan data menyebutkan, jumlah wirausaha di Indonesia tahun 2018 masih sangat minim di angka 3,1 %.
"Maka dari itu LEMI hadir dalam memberikan wadah sekaligus menyiapkan sumber daya manusianya agar ke depan ketertinggalan tersebut dapat diminimalisir," papar Atan.
Talkshow sekaligus Pelantikan Badan Pengelola Latihan (BPl) HMI Cabang Pekanbaru itu bertujuan memunculkan kesadaran dan memotivasi para pemuda.
"Kami menghimbau kepada seluruh kader HMI agar mengadakan kegiatan sejenis guna menyongsong cita cita yang kita harapkan," harapnya.
Lebih jauh Atan menilai, kondisi ekonomi Indonesia yang masih jauh tertinggal dibanding negara tetangga juga menjadi pokok perhatian LEMI HMI.
"Jika dibandingkan negara tetangga seperti malaysia 6%, Singapura 7%, dan bahkan kalau kita mengikuti standar negara maju Jumlah pengusahanya 14% dari total jumlah penduduk," sebutnya.
Sebagai kader HMI sebut Atan, sudah selayaknya mulai berpikir dan mengelola pikiran agar mampu menciptakan lapangan kerja bukan hanya berharap jadi tenaga kerja semata.
"Karna sudah pasti setiap unit kegiatan usaha sendiri akan bebas memajukan usahanya minimal buat diri sendiri," jelasnya.
Saat ini sebut Atan, LEMI HMI Cabang Pekanbaru sudah melakukan pendataan kader terutama yang sudah memiliki usaha agar bergabung di HMI Mart.
"Kita mengusahakan juga membuat gerakan membeli produk kader HMI itu sendiri, gerakan dari kita untuk kita," ungkapnya.
Di tempat terpisah, Sahrin Kepala Bidang Pembinaan Anggota HMI Cabang Pekanbaru menyebutkan, talkshow yang digelar memiliki tujuan utama diantaranya memacu semangat anak muda agar mau berwirausaha.
"Karena didalam proses wirausaha terdapat produktivitas dan produktivitas adalah jantung perekonomian," jelas Sahrin.
Sahrin menuturkan, produktivitas negara dapat dilihat dari kemampuannya berwirausaha.
"Hari ini, di era digitalisasi konsumen dan produsen sangat mudah dipertemukan cukup dengan bermodalkan smartphone. Maka dari kader HMI harus terus kita upgrade materinya tentang kewirausahaan," jelas Sahrin.
Sahrin berharap, talkshow tidak hanya sebatas pelaksanaan kegiatan, namun harus mampu menggugah semangat kader agar mau bergerak dan melaksanakan ilmu yang telah diperoleh.
"Semoga melalui kegiatan ini dengan menghadirkan pemateri yang luar biasa, bahkan beliau juga Senior kita di HMI, mudah-mudahan bisa menginspirasi seluruh kader HMI cabang Pekanbaru," pungkasnya.
Turut hadir dalam talkshow, Febriadi Ketua Umum BPD HIPMI RIAU bergelar Datuk Seri Niaga Budi sekaligus sebagai Narasumber talkshow dan Direktur Utama JAMKRIDA Provinsi Riau Herman Boedoyo. (abd)