Kesaksian Jubaidah Peserta Reuni 212 Asal Solo, Prabowo Sudah Diwanti-wanti MC Jangan Kampanye

datariau.com
1.240 view
Kesaksian Jubaidah Peserta Reuni 212 Asal Solo, Prabowo Sudah Diwanti-wanti MC Jangan Kampanye
Ilustrasi (Foto: Internet)

DATARIAU.COM - Reuni akbar 212 pada Ahad 2 Desember 2018 kemarin berhasil memutihkan kawasan tugu monas, Jakarta. Jutaan ummat dikabarkan memadati kawasan titik kumpul di Monas dengan seragam berwarna putih.

Peserta datang dari seluruh penjuru Indonesia, ada yang menggunakan bus, pesawat, kapal laut, dan alat transportasi lainnya, hanya untuk hadir dalam gelaran rauni itu.

Salah seorang panitia aksi ini, Juibaidah Yusuf, relawan datang dari Solo mengatakan bahwa ia ke Monas menggunakan pesawat dari Solo. Monas mulai padat pukul  01.00 WIB dini hari, acara reuni aksi 212 dibuka tepat pada pukul 03.00 WIB dini hari dengan agenda Shalat Tahajud bersama, dilanjutkan dengan tausiyah, orasi dan berakhir tepat pada pukul 11.30 WIB siang.

Sejumlah tokoh seperti cucu Kiyai Hj Masyarif dan Prabowo juga turut hadir dalam reuni aksi 212 tersebut, dalam kesempatannya prabowo menyampaikan orasi nya di hadapan jutaan massa aksi.

"Reuni aksi 212 ini dihadiri juga oleh tokoh politik seperti Prabowo dan juga beliau sempat memberikan orasinya di hadapan kami semuai," papar Jubaidah.

Dalam orasi Prabowo, mc aksi sudah sangat mewanti-wanti agar tidak terjadinya orasi yang berbau kampanye politik dan memanfaatkan reuni aksi untuk mengkampanyekan politik ganti presiden.

Jubaidah juga mengatakan, reuni aksi 212 ini tidak ada kaitannya dengan tahun politik yang akan datang. Aksi tersebut murni untuk mempersatukan umat islam dalam membela tauhid, namun hingga siang tetap ada para provokator yang mencoba memprovokasi dan memperkeruh suasana reuni aksi 212 tersebut.

Dalam momentum reuni aksi 212 2018 tersebut, Jubaidah memperkirakan 10 juta massa aksi yang telah hadir dengan membawa berbagai macam atribut tauhid.

Jubaidah mengharapkan dengan adanya reuni aksi 212 ini, maka tidak ada lagi sekat- sekat organisasi, serta dapat menjadi momen persatuan kebangkitan umat islam.

Ia juga mengharapkan reunian ini tidak hanya sekedar reunian belaka, namun umat juga sadar dan dapat menerapkan peraturan syariat dalam kehidupan. (rls)

**Artikel ini ditulis oleh Isnaini Isna. Segala dampak artikel ini tanggung jawab penulis. Kontak: isnainiisna25@gmail.com

Editor
: Redaksi
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)