Jalan Kampung Rusak, Warga Protes Chevron

Bambang
333 view
Jalan Kampung Rusak, Warga Protes Chevron
ist
Warga Simpang Puncak kilometer 18 Kulim membentang spanduk meminta kepedulian Chevron untuk perbaikan jalan.

DURI, datariau.com - Warga Simpang Puncak kilometer 18 Desa Boncah Mahang, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis yang berada dilingkungan Ladang Minyak PT. Chevron Pasifik Indonesia (CPI), mengajukan protes terkait akses jalan diwilayahnya yang rusak.

Kekesalan warga itu pun dilampiaskan dengan menggelar aksi dan membentangkan spanduk yang ditujukan kepada Chevron. 

"Kepada PT Chevron, kami harap perhatikan jalan didalam lingkungan penduduk dari abu dan lumpur, " kata tokoh masyarakat setempat, Minan Haryono dilokasi, Sabtu (7/9/2019).

Minan menjelaskan, wilayah operasional PT Chevron yang bertaraf internasional itu berada di lingkungan masyarakat. Jadi, dia memohon agar akses jalan milik perusahaan yang membentang kampung warga puncak itu juga diperhatikan. 

Menurut dia, rusaknya jalan tersebut akibat lalu - lalang kendaraan operasional milik perusahaan Migas PT. Chevron Pasifik Indonesia dan sub - kontraktornya.

"Ya kami mohon kiranya jalan itu diperbaiki, jangan mengeruk hasil alam aja, tapi jalan yang dipakai warga juga mohon diperhatikan, " ungkap Minan. 

Sebelumnya, Minan dan warga lain juga pernah melakukan aksi protes serupa, bahkan hingga memblokade jalan.

 "Sekitar tahun 2015 lalu pernah kita gelar aksi dan blokir jalan, sempat dipertemukan dengan pihak Chevron, katanya akan diperbaiki jalan ini. Tapi sampai sekarang pun tidak ada, hanya janji belaka menurut kami, " ujarnya. 

Saat kondisi cuaca kemarau, kata Minan, debu dari jalan Chevron itu bertebaran ke rumah - rumah dan dinding warga, walhasil kondisi tidak nyaman dan polusi udara mereka nikmati. 

"Kalau kemarau ya abu tebal, kalau sudah hujan becek. Bahkan warga sering jatuh di lokasi jalan Chevron saat mengantar anak sekolah terlebih saat musim hujan, " keluhnya. 

Dilokasi tersebut terdapat 12 ruas jalan Chevron yang membentang perkampungan warga. Masing - masing jalan itu masih berupa tanah kuning, sementara dilokasi yang sama terdapat rumah warga yang padat penduduk hingga ke akses pendidikan.

"Kalau dihitung ada ribuan penduduk, jadi lokasi chevron di Puncak ini disekelilingnya perkampungan warga dan ada 2 sekolah negeri, " kata Minan.

Dia meminta agar keluhan tersebut ditanggapi Chevron dan direalisasikan perbaikan akses jalan. "Jalan juga sudah berlubang - lubang, mohonlah perhatiannya untuk masyarakat. Kami sudah tak dapat apa - apa, tenaga kerja juga banyak dari luar, masa cuma abu jalanan yang kami terima. Jadi kami mohon ini benar - benar jadi perhatian, demi masyarakat, " pintanya kepada perusahaan Migas yang berkantor pusat di Negeri Paman Sam itu. 

Terkait hal itu, pihak Chevron melalui Comunnication Spesialist, Yulia Rintawati ketika dikonfirmasi menyebut akan menindak lanjuti dan mengirim informasi tersebut ke tim humas yang berada di Duri. 

"Maaf baru mendarat, aku kirim ke tim humas Duri ya, " katanya. (nji) 

Penulis
: Panji A Syuhada
Editor
: bambang