Syamsuar menyebutkan, pihaknya saat ini tengah memperjuangkan daerah terluar di Provinsi Riau mengingat Malaysia berseberangan langsung dengan Provinsi Riau sementara Malaysia terus memperluas wilayahnya dengan melakukan reklamasi.
"Terutama abrasi pulau terluar juga akan menjadi perhatian khusus kami dalam menjaga wilayah perbatasan. Ini semua dapat dilakukan berkat kerjasama semua stakeholder. Untuk itu melalui kesempatan ini kami mohon dukungan semua pihak agar dapat melaksanakan program yang telah direncanakan," sebutnya.
Untuk itu, kata Bupati Siak dua periode itu berharap, suasana aman damai sangat diperlukan untuk memberi ketenangan sehingga bisa menarik para investor dalam mengembangkan potensi yang ada di Provinsi Riau.
"Mudah-mudahan kondisi aman dan damai ini tetap terjaga sehingga pembangunan di Provinsi Riau dapat terus terlaksana. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkesempatan hadir dalam acara ini," paparnya.
Dra. Hj. Septina Primawati, MM Ketua DPRD Provinsi Riau berpesan, agar semua masyarakat Riau sama-sama menjaga situasi agar tetap kondusif terutama saat di akhir Ramadhan jelang lebaran.
"Sebab ini sudah berada di akhir Ramadhan untuk itu mari sama-sama kita jaga diri dari hal-hal yang tidak baik," pesannya.
Dr. H. Saidul Amin, LC., M.A Tokoh Agama Provinsi Riau dalam ceramahnya mengatakan, bulan puasa merupakan bulan muhasabah. Untuk itu dosen UIN Suska Riau itu berharap, agar semua umat Islam dapat melakukan introspeksi diri sendiri.
"Amalan yang sangat disarankan di 10 terakhir Ramadhan adalah perbanyak zikir karena zikir dapat menenangkan diri dan mendekatkan manusia pada Allah," tutupnya. (Abd)
-
Pendidikan
-
Berita TNI-Polri
-
Berita
-
Opini
-
Pendidikan
-
Artikel