Fakta Mengejutkan Tumbangnya Tembok SDN 141 Pekanbaru

datariau.com
1.197 view
Fakta Mengejutkan Tumbangnya Tembok SDN 141 Pekanbaru

PEKANBARU, datariau.com - Ada fakta yang cukup mengejutkan tentang peristiwa tumbangnya tembok SDN 141 di Jalan Teuku Bey, Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Bukit Raya Pekanbaru.

Tumbangnya tembok itu telah merenggut dua korban jiwa dan juga merusak kendaraan dan luka-luka dialami beberapa orang yang rata-rata anak sekolah.

Ternyata, sebelum tumbang, kondisi tembok sekolah tersebut juga sudah dalam posisi miring. Bahkan di tembok yang tumbang itu didapatkan kertas bertuliskan 'Awas!!!!! Pagar Ini Mau Roboh'. Ternyata kertas itu sudah ditempel di tembok dalam beberapa hari ini, menandakan kondisi tembok selama ini sudah tidak normal.

Menurut saksi mata sekaligus korban luka, Rahma (32) posisi tembok sebelum roboh memang sudah dalam keadaan miring dan terpasang surat peringatan akan roboh. Hanya saja, ia tidak terlalu memperhatikan peringatan yang terpasang tersebut.

"Tembok itu memang sudah ada miring posisinya. Tapi saya nggak terlalu perhatiin kalau ada surat peringatannya juga disitu. Tadi kejadiannya pas saya ngantar anak ke sekolah. Yang saya lihat ada 2 (korban meninggal dunia) terhimpit tembok. Satu usianya remaja satu lagi SD seumuran sama anak saya," ujarnya.

Korban jiwa akibat insiden robohnya tembok SDN 141 di Jalan Teuku Bey, Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Simpang Tiga, Rabu (14/11/2018) pagi sebanyak 2 orang.

Pertama korban meninggal dunia bernama Yanitra Octavizoli (17), seorang siswi kelas III SMAN 14 Pekanbaru yang tinggal di Jalan Abidin Nomor 17 Kelurahan Simpang Tiga Pekanbaru.

Korban meninggal berada di lokasi kejadian karena mengantar adiknya bernama Rasyad Agus Triono (7) yang bersekolah di SDN 141. Kondisi adik korban hanya luka ringan dan hanya dirawat jalan.

Sementara korban kedua bernama William Maleaki (7), dia menghembuskan nafas terakhir saat dirawat di RS Syafira Pekanbaru.

Ketua Komite SDN 141 Pekanbaru, HM Rustami menjelaskan, William Maleaki meninggal dunia sekitar pukul 09.30 WIB. Korban merupakan murid Kelas I di SDN 141 Pekanbaru.

"Dia (William Maleaki) adalah salah satu anak didik kami di sekolah. Saya dapat informasi korban meninggal pukul 09.30 WIB di RS Syafira karena luka parah akibat terhimpit reruntuhan tembok. Jadi, total (korban meninggal dunia) sudah 2 orang," ujarnya.

Editor
: Redaksi
Sumber
: Riauterkini.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)