Begini Cerita Pak Wahab Selama 12 Tahun Bertugas Memandikan Jenazah di RSUD Bengkalis

datariau.com
898 view
Begini Cerita Pak Wahab Selama 12 Tahun Bertugas Memandikan Jenazah di RSUD Bengkalis
Foto: Yulistar
Pak Wahab petugas memandikan jenazah di RSUD Bengkalis.
BENGKALIS, datariau.com - Pekerjaan yang mulia dan hampir dilupakan dari pikiran kita adalah profesi memandikan jenazah. Memang kerap dianggap remeh, tapi siapa sangka, tak sembarang orang bisa memandikan jenazah. Perlu keahlian khusus.

Bagi anak-anak muda seperti di Kota Bengkalis, profesi memandikan jenazah mungkin bukan sebagai pilihan. Memandikan jenazah bukan sebagai profesi yang dikejar.

Datariau.com berkesempatan melihat proses identifikasi mayat yang terapung di Perairan Pambang pada Jumat (30/11/2018) di kamar mayat RSUD Bengkalis, melihat sosok seorang pria tua yang memakai masker di depan kamar mayat lagi menunggu tim dokter dan INAFIS mengidentifikasi mayat tersebut.

Pak Wahab yang berusia 63 tahun mengaku asal dari NTB, menjelaskan bahwa ada 4 orang yang bekerja di kamar jenajah RSUD Bengkalis sebagai yang memandikan jenazah, tiga laki-laki dan satu perempuan, ia sudah 12 tahun menjadi tukang memandikan jenazah di lokasi itu.

Dijelaskan Pak Wahab, bahwa dirinya mulai bekerja sebagai tukang memandikan jenazah sejak tahun 2006. Dia berstatus honorer di RSUD Bengkalis. Pak Wahab juga mengaku sebelumnya dahulu pernah mendapatkan pendidikan atau pelatihan memandikan jenazah.

"Awal-awalnya takut mandiin jenazah, tapi lama-lama nggak," terang Pak Wahab. Dia mengaku banyak mendapat orderan untuk mandikan jenazah terutama dari kepolisian, LP dan dinas sosial.

"Untuk pasien RSUD keluarga yang memandikan," tambah Wahab lagi. Dalam agama Islam, yang utama memang keluarga dahulu yang memandikan jenazah.

Ia juga punya pengalaman unik dan mengharukan saat memandikan jenazah. Karena jenazah yang dimandikan dari berbagai macam latar belakang. "Tapi itu nggak boleh diceritain. Hanya keluarga yang boleh tahu," ujar Pak Wahab menjawab pertanyaan datariau.com tentang hal-hal yang dia alami selama menekuni profesinya itu.

Pak Wahab mengaku datang ke Pulau Bengkalis tahun 1984, bekerja di kebun karet milik warga Bengkalis dan menikah, tahun 2006 mulai jadi honorer di RSUD Bengkalis dan juga menjadi pengurus Mushalla di RSUD Bengkalis. (yul)
Penulis
: Yulistar
Editor
: Redaksi
Sumber
: Datariau.com
Tag:Jenazah
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)