PADANG, datariau.com - Agustina SH MM, Kasubag Pendidikan dan Budaya Bagian Kesra Pemko Padang hari kesepuluh melaksanakan kegiatan sosialisasi Kelurahan pengimplementasi ABS-SBK tahun 2018 di Kecamatan Lubuak Kilangan (Luki), Camat Luki Yalmasri telah menunjuk dua kelurahan untuk mengikuti lomba Kelurahan pengimplementasi ABS-SBK, yakni Kelurahan Bandar Buek dan Baringin serta pertemuan dilaksanakan di aula kantor camat Luki, yang dihadiri camat Yalmasri, Lurah, para Bundo Kandung, penghulu, pemuda dan lain sebagainya, Sabtu (28/7).
Sehubungan dengan itu, indikator yang akan dinilai bagaimana Lurah menerapkan tentang agama Islam di lingkungan kelurahan, memanfaatkan masjid/mushalla dengan masyarakatnya. Setelah tentang adat, bagaimana pula membina dan membudayakan kepada generasi muda, dengan memanfaatkan pula tokoh-tokoh adatnya, termasuk kesenian tradisional seperti sasaran Silat dan lain sebagainya.
Setelah itu, bagaimana pula melakukan pendidikan adat melalui lembaga pendidikan di lingkungan Luki itu, seperti Paud, SMP dan SMA sederajat. Sebab saat ini bahasa, kata-kata Minang telah banyak hampir punah, soalnya tak digunakan lagi orang tua sama anak dalam berkomunikasi selama berada di rumah.
"Misalnya saja mau makan, nak ambiak pinggan. Bisa dikatakan sudah tidak pernah dilafazkan para orang tua di rumah pada anak-anaknya. Setelah itu, banyak pula bahasa minang yang diindonesiakan sehingga tak sama artinya, contoh bahasa Minang nama daerah, Aie Cama di Indonesiakan menjadi air camar. Aie Cama artinya aie cangok, banyak digunakan, sedangkan Air Camar artinya air burung," ungkap Agustina.
Kemudian, penggunaan atribut dan pakain pengantin yang timpang dibaurkan atau dimodifikasi dengan budaya orang lain, termasuk warna tenda jika melaksanakan alek. Semua ini harus dikembalikan pada aturan adat Minangkabau.
"Solusinya semua kita harus berupaya untuk mengembalikannya. Kita harus melihat pada budaya asing yang tidak pernah dirubah-rubah hingga kini, walau zaman kian modern. India mampu mengokohkan budayanya, Jepang semakin modern zaman kian memperteguh budayanya, dan banyak budaya daerah maju lainnya," ungkap Agustina yang akrab disapa Itin itu.
"Jadi, tujuan lomba penerapan ABS-SBK ini bagaimana memperbaki dan menata kembali bersama agar budaya dan adat dicintai warga. Filosofi adat Basandi Syara' Syara' Basandi Kitabullah (ABS-SBK), adat mangato, syara' mamakai, alam takambang jadi guru di kota tercinta ini dincintai lagi. Bukan mencintai adat budaya lainnya," tutupnya.