KEPULAUAN MERANTI, datariau.com - Ketua Tim Peneliti Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) Provinsi Riau, Suwardi menuturkan akan memberikan gelar pejuang daerah bagi 12 nama yang akan mewakili 12 Kabupaten dan Kota di Riau.
Menurut Suwardi, ke-12 nama pejuang itu akan diumumkan tepat pada hari ulang tahun Provinsi Riau, 9 Agustus 2018 (besok).
Dalam Penyampaianya Pada tahun ini kita akan mengusulkan 12 nama yang nanti akan bergelar pejuang daerah, diumumkan langsung oleh Gubernur Riau pada saat hari jadi kita nanti.
Adapun nama-nama dimaksud adalah untuk kota Pekanbaru ialah Abdul Hamid Yahya, kemudian Kampar ada T Razali, Rokan Hulu T Ilyas, Rokan Hilir dengan Datuk Zainal Abidin, Bengkalis Kolonel Polisi Zalid Aris dan Pelalawan T Said Nazir.
Selanjutnya Kota Dumai T Masdulhak, Kuantansingingi Letkol A Muis, Indragiri Hilir Baharuddin Jusuf, Indragiri Hulu T Muhammad. Sedangkan Kabupaten Siak T Syarifah Fadlun dan Kabupaten Meranti Alm H Abu Bakar Umar.
H Abu Bakar Umar adalah putra kelahiran Selatpang 14 Juli 1924, Beliau pernah menjadi Camat Tebing Tinggi belasan tahun, saat Selatpanjang masih menjadi bagian dari Kabupaten Bengkalis. Alm H A Bakar Umar mendapat beberapa penghargaan Satya Lencana Pembangunan dari presiden Soeharto.
Satya lencana peristiwa perang kemerdekaan, satya lencana aksi militer kesatu, satya lencana gerakan operasi militer III, tanda jasa pahlawan dari PATI angkatan perang I dan satya lencana perang kemerdekaan. Beliau juga pengurus legium veteran dan pengurus koni, gulat serta ketua berbagai lembaga sosial kemasyarakatan, mewakili pihak keluarga salah satu putra beliau, Agusyanto Bakar yang juga PNS Kabupaten Meranti (sekretaris Badan Pengelolaan Pajak) ditemui tadi.
"Atas gelar sebagai pejuang daerah yang diberikan kepada orang tua kami, saya mewakili keluarga mengucapkan banyak terima kasih kepada Tim Peneliti Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD), masyarakat dan Pemerintah provinsi Riau atas apresiasinya sebagai wujud penghormatan generasi sekarang terhadap nilai-nilai perjuangan yang dilakukan oleh generasi sebelumnya," ungkap Agusyanto Bakar.
Selanjutnya Agusyanto Bakar mengatakan, pemberian gelar pejuang daerah ini di pandang penting, karena jasa-jasa para pejuang yang tidak saja berjuang melawan penjajahan asing, tetapi juga menghasikan prestasi serta karya bagi pembangunan.
"Pemberian gelar pejuang ini sebagai motivasi bagi generasi sekarang untuk mempelajari sejarah perjuangan dan memetik nilai-nilai serta semangat juang dari para pejuang daerah ini untuk diteladani," jelasnya Agusyanto Bakar.
"Harapan tentunya, gelar pejuang ini bisa menjadi isu nasional, Sebab hampir seluruh daerah di Indonesia memiliki rekam jejak perjuangan para tokoh dan masyarakat tak terkecuali di Riau ini. Namun tidak banyak yang di gelari sebagai pahlawan nasional, Meskipun saya yakin para pejuang daerah ini lebih bangga disebut sebaga pejuang dan tidak berharap di gelari sebagai pahlawan, tapi pemberian gelar itu kan sebagai bentuk apresiasi, dalam konteks ini kelengkapan arsip sebagai bukti sejarah tentu menjadi syarat penting untuk mewujudkan itu," tutupnya Agusyanto Bakar.