Akhir Tahun Rentan Terjadinya Bencana, Pemkab Siak Bersama Forkopimda Gelar Apel Siaga

Hermansyah
444 view
Akhir Tahun Rentan Terjadinya Bencana, Pemkab Siak Bersama Forkopimda Gelar Apel Siaga
Giat simulasi penanggulangan bencana di lapangan tugu depan Istana Siak.

SIAK, datariau.com - Memasuki penghujung tahun 2019, sejumlah daerah-daerah di Indonesia yang telah terpetakan, rentan akan terjadinya bencana. Dan untuk mengantisipasi hal itu, diminta untuk berbenah guna menghadapi terjadinya risiko bencana.

Apel Siaga Bencana ini turut dihadiri oleh Asisten III Setda Kabupaten Siak Jamaluddin, Kepala Organisasi Pimpinan Daerah (OPD) dan tenaga honorer di lingkungan Pemkab Siak.

Antisipasi bencana alam di tahun 2020 ini, Pemerintah Kabupaten Siak bersama Forum Koordinasi Pemerintah Daerah (Forkopimda) melaksanakan Apel Siaga Bencana, Penanggulangan Bencana Banjir longsor serta antisipasi Karhutla tahun 2020 tingkat Kabupaten Siak. 

Dalam rangka mitigasi bencana di daerah dimaksud, kata Kapolres Siak AKBP Doddy Ferdinan SIK, pemerintah melalui BNPB mengusulkan instruksi presiden yang mewajibkan setiap daerah, yang tidak terkecuali ditempat kita di Kabupaten Siak, agar segera memiliki rencana kedaruratan yang jelas dan kuat.

"Resiko bencana tersebut kita maklumi terjadi, dikarenakan perkiraan iklim dan cuaca pergantian tahun yang identik dengan bencana hidrometeorologi, yang didahului dengan terjadinya banjir dan longsor di beberapa daerah sejak November 2019. Dimana sejumlah daerah lain di Indonesia juga telah menegaskan status siaga untuk menghadapi bencana tersebut," sebut Kapolres Siak di lapangan tugu depan Istana Siak, Senin (16/12/2019). 

Kesiagaan yang dimaksud adalah, jelas Doddy Ferdinan, mensosialisasikan risiko bencana kepada masyarakat, pemetaan daerah bencana, menyiapkan posko dan logistik dan dana kedaruratan, hingga pelaksanaan simulasi bencana. 

"Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), telah mewanti-wanti tingginya potensi bencana yang mengintai Provinsi Riau dalam beberapa tahun ini, seperti kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dan banjir," ujarnya.

Oleh karena itu, Kapolres Siak meminta masyarakat di kampung-kampung rawan bencana perlu kiranya dilatih oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) maupun lembaga dan instansi terkait lainnya. Untuk mengenali tanda-tanda bencana alam, seperti, akan terjadinya longsor, banjir dan bencana kebakaran hutan dan lahan.

Selain itu, untuk siaga terhadap bencana, Pemerintah Pusat akan menerbitkan Instruksi Presiden yang mewajibkan daerah menyusun rencana kedaruratan (Contigency Plan). Dimana Inpres itu diharapkan dapat mengoptimalkan mitigasi bencana di beberapa daerah.

"Inpres ini nantinya mewajibkan daerah untuk menyusun rencana cadangan penanggulangan bencana yang meliputi situasi dan kondisi pra, saat dan pasca bencana. Beberapa ancaman bencana itubantara lain bencana geologi, vulkanologi, hidrometeorologi, limbah industri, hingga kegagalan teknologi," ujarnya.

Selain itu juga pemerintah daerah berkewajiban untuk menyediakan dana tanggap darurat sementara untuk bencana, agar saat terjadi bencana yang tidak kita inginkan, pertolongan pertama dapat dilakukan oleh daerah tanpa harus menunggu bantuan dari pusat terlebih dahulu.(*r)

Editor
: Hermansyah
Kirim berita, hak jawab, laporan: 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)