KAMPAR, datariau.com - Pihak Lapas Kelas IIB Bangkinang meminta maaf secara terbuka kepada keluarga atas meninggalnya tahanan Khidir Yurianto (35) pada Selasa (29/1/2019) lalu karena penyakit Hepapatis Akut.
Pertemuan pihak Lapas Kelas IIB Bangkinang bersama pihak keluarga almarhum Yuri dilakukan Kamis (7/2/2019) di Kantor Kepala Desa Laboy Jaya, Kecamatan Kampar Utara.
Hadir dalam pertemuan itu Kepala Lapas Kelas IIB diwakili Kabid Pembinaan Nurhadi, Basuki pihak paman almarhum Yuri, Toro adik kandung almarhum Yuri, Kepala Desa, Ketua BPD Desa Laboy Jaya, Babinkantibmas dan masyarakat Desa Laboy Jaya.
"Kami sudah memaafkan pihak Lapas, namun kami sampai saat ini tidak puas dengan jawaban pihak Lapas. Kenapa surat rekomendasi RSUD Bangkinang tidak ditindaklanjuti untuk dibawa ke Poli spesialis penyakit dalam Sabtu dan pihak keluarga juga tidak diberi tahu," ungkap Basuki, Paman Almarhum Yuri.
Pasalnya, pihak Lapas belum mampu menjelaskan kenapa surat rekomendasi RSUD Bangkinang yang sudah disampaikan kepada pihak Lapas agar tahanan diperiksakan ke Poli Penyakit Dalam yang telah dijadwalkan RSUD Bangkinang pada Sabtu (26/1/2019), namun hingga Ahad pihak Lapas tidak juga membawa tahanan yang sakit ke RSUD, dan baru pada Senin dibawa dalam kondisi sudah sangat memburuk, yang akhirnya pada Selasa tahanan menghembuskan nafas terakhirnya.
Baca Juga:
Lapas Bangkinang Mengaku Tak Ada Terima Surat Rekom RSUD, Sampai Tahanan Meninggal DuniaSampai saat ini pihak Lapas mengaku tidak tahu apakah sudah diterima atau belum oleh pihak Lapas surat rekomendasi RSUD itu. Hal ini yang membuat pihak keluarga dan masyarakat yang hadir pada acara permintaan maaf Lapas itu tidak bisa terima dan masyarakat merasa belum puas dengan jawaban pihak Lapas yang belum bisa menjawab kenapa surat rekomendasi RSUD Bangkinang tersebut tidak ditindaklanjuti dan tidak diberitahukan kepada pihak keluarga.
Padahal, pihak RSUD sudah menyampaikan surat rekomendasi tersebut kepada pihak Lapas yang baru diketahui pihak keluarga setelah Yuri meninggal ketika pihak keluarga dan wartawan langsung mempertanyakan kepada pihak RSUD Bangkinang.
Baca Juga:
RSUD Tegaskan Ada Rekom Poli Disampaikan ke Lapas Bangkinang, Namun Tidak Ditindaklanjuti"Jadi, dalam rekam medik rumah sakit itu ada dan pihak rumah sakit sudah memberitahukan kepada pihak Lapas dan surat itu ada dua, satu per tinggal mereka dan satu lagi untuk pihak Lapas. Kenapa surat itu tidak ditindaklanjuti dan kenapa kami tidak diberitahu?," ujar Basuki mempertanyakan.
Kalapas melalui Kabid Pembinaan Lapas Kelas IIB Bangkinang, Ismadi, menjelaskan bahwa sampai saat ini pihak Lapas belum mengetahui kepastian apakah surat tersebut sudah diterima atau belum.
"Surat itu sampai sekarang kita masih mencarinya pak, kami itu ada pernikahan pegawai, jadi shift-nya bertukar antara yang membawa piket pagi siang dan malam itu berbeda, kalau ada kesilafan dari kami minta maaf," ujar Ismadi.
Ia menyatakan, jika memang ada surat itu maka pihak Lapas tidak mungkin menunda membawa tahanan yang sakit ke rumah sakit. "Tapi kami tidak bisa menjelaskan ada atau tidak, kalaupun itu ada tentu itu kesalahan administrasi Lapas, Senin kita bawa ke rumah sakit dan kita sudah memberikan yang maksimal dan mohon maaf kepada keluarga. Pihak Lapas Kelas IIB sudah berupaya maksimal sekitar 600 orang (sipir), sementara napi dan tahanan sebanyak 1.600 orang," terangnya.
"Saya tegaskan di sini, almarhum meninggal dunia karena menderita Hepatitis Akut. Jadi fungsi hatinya terganggu menyerang organ-organ tubuhnya yang lainnya. Kami baru dengar di sini info itu kalau meninggalnya karena over dosis, saya tegaskan itu tidak benar dan almarhum meninggal di rumah sakit ketika dirawat di UGD," papar Ismadi.
Dilanjutkannya, almarhum Yuri termasuk warga binaan Lapas Kelas IIB yang aktif mengikuti kegiatan pembinaan Lapas Bangkinang. "Alharhum aktif mengikuti kegiatan pembinaan dan olahraga," ungkap Ismadi.
Baca Juga:
Tahanan Lapas Kelas IIB Bangkinang Meninggal Dunia, Keluarga Merasa Ada yang JanggalKekecewan juga disampaikan Ketua BPD Desa Laboy Jaya, kendati juga sudah memaafkan pihak Lapas Bangkinang. "Kami sudah maafkan. Namun saya kecewa dengan kerja pihak Lapas, kenapa surat tersebut tidak ditindaklanjuti. Kami berharap jangan sampai ada lagi korban lainnya akibat kelalaian lapas," tandasnya. (win)