Pentingnya Edukasi untuk Mencegah Ancaman Gas Beracun dari Dalam Sumur

Oleh: Fitri Nabila
datariau.com
2.015 view
Pentingnya Edukasi untuk Mencegah Ancaman Gas Beracun dari Dalam Sumur
Ilustrasi. (Foto: Internet)

DATARIAU.COM - Sumur memang memiliki banyak manfaat, seperti menyediakan sumber air untuk kebutuhan sehari-hari. Namun, ada risiko tersembunyi yang sering diabaikan, yaitu keberadaan gas berbahaya di dalamnya.

Gas seperti metana, karbon monoksida, atau hidrogen sulfida bisa terperangkap di sumur, terutama jika sumur tersebut jarang digunakan atau berada di area dengan aktivitas geologis tertentu.

Gas-gas ini berbahaya karena dapat menyebabkan keracunan jika terhirup dalam jumlah besar. Selain itu, beberapa gas seperti metana bersifat mudah terbakar, sehingga menimbulkan risiko ledakan jika ada percikan api di dekatnya.

Bahaya ini sering kali tidak terdeteksi karena gas-gas tersebut tidak berwarna dan mungkin tidak berbau, sehingga korban bisa terpapar tanpa menyadarinya.

Oleh karena itu, penting untuk melakukan pemeriksaan rutin pada sumur, adapun cara pemeriksaan rutin pada sumur untuk mendeteksi adanya gas berbahaya dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut:

1. Menggunakan Alat Deteksi Gas


Penggunaan alat deteksi gas adalah langkah pertama dan paling penting untuk memastikan keselamatan. Alat ini dapat mendeteksi keberadaan gas berbahaya seperti Hidrogen sulfida (H₂S). Gas yang sangat beracun dengan bau seperti telur busuk. Dalam konsentrasi tinggi, gas ini bisa mematikan.

Karbon monoksida (CO), gas tidak berbau dan tidak berwarna yang sangat berbahaya. Metana (CH₄), gas mudah terbakar yang dapat menyebabkan ledakan. Kandungan oksigen rendah, kekurangan oksigen (kurang dari 19,5%) dapat menyebabkan sesak napas.

Adapun cara penggunaan alat yaitu letakkan alat di dekat sumur sebelum mendekati area kerja. Periksa kadar gas yang terdeteksi. Pastikan hasilnya dalam rentang aman. Gunakan alat deteksi yang sudah terkalibrasi secara berkala untuk memastikan akurasi.

2. Ventilasi dan Pengujian Awal


Sebelum memasuki sumur, Ventilasi alami: Buka penutup sumur dan biarkan udara segar masuk selama beberapa menit untuk memungkinkan gas beracun keluar. Pengujian manual: Turunkan lilin atau obor kecil ke dalam sumur secara perlahan. Jika lilin padam, ini menandakan adanya gas berbahaya atau kekurangan oksigen.

Standar kadar oksigen: Kadar aman oksigen berkisar antara 19,5% hingga 23,5%. Di bawah 19,5%: Risiko hipoksia. Di atas 23,5%: Risiko kebakaran karena oksigen berlebih. Jika ditemukan indikasi gas berbahaya: Gunakan blower atau ventilator untuk menyirkulasikan udara. Jangan gunakan peralatan listrik biasa, kecuali alat yang tahan ledakan (explosion-proof), untuk mencegah percikan api.

3. Mengamati Gejala Lingkungan


Beberapa tanda yang dapat menunjukkan keberadaan gas berbahaya, baunya yang khas, bau telur busuk menunjukkan hidrogen sulfida, bau gas alam menunjukkan metana, dan bau hewan mati menandakan keberadaan bangkai hewan di sekitar sumur dapat menunjukkan gas beracun.

Adapun efeknya pada tubuh manusia yaitu gejala seperti pusing, mual, kelelahan, atau sesak napas harus diwaspadai. Dan perlu diketahui bahwa tidak semua gas beracun memiliki bau. Oleh karena itu, jangan hanya mengandalkan indera penciuman.

4. Menggunakan Sistem Ventilasi Mekanis


Untuk memastikan keamanan: Gunakan kipas angin atau blower bertenaga tinggi untuk mengeluarkan gas berbahaya. Pastikan udara bersirkulasi dengan baik sebelum melakukan aktivitas di dalam sumur. Hindari memasukkan alat berat atau mesin yang tidak tahan ledakan ke dalam sumur.

5. Pemeriksaan Berkala oleh Profesional


Sumur, terutama sumur tua, harus diperiksa secara rutin oleh ahli. Mereka memiliki: Peralatan khusus untuk mendeteksi berbagai jenis gas. Kemampuan untuk menganalisis risiko gas berbahaya yang tidak terlihat oleh peralatan standar. Keuntungan inspeksi profesional: Memastikan keselamatan kerja. Mengidentifikasi dan mencegah potensi bahaya sejak dini.

6. Pelatihan dan Kesadaran


Semua orang yang bekerja di sekitar sumur harus memahami bahaya gas beracun. Upaya yang dapat dilakukan meliputi: Pelatihan rutin: Ajarkan cara menggunakan alat deteksi gas dan tindakan darurat jika terpapar gas beracun.

Alat pelindung diri (APD): Sediakan masker, respirator, dan tangki oksigen jika diperlukan. Simulasi darurat: Lakukan latihan simulasi untuk memastikan semua pekerja memahami prosedur evakuasi.

Jika terdeteksi gas berbahaya atau terjadi kecelakaan: Evakuasi segera: Keluarkan semua pekerja dari area yang terpapar. Ventilasi darurat: Gunakan sistem ventilasi mekanis untuk menghilangkan gas berbahaya.Hubungi profesional: Jika situasi di luar kendali, segera hubungi tim penyelamat atau ahli gas beracun.

Mengelola risiko gas berbahaya adalah langkah penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat. Langkah-langkah seperti menggunakan alat deteksi gas, memastikan ventilasi yang memadai, mengamati gejala lingkungan, memanfaatkan sistem ventilasi mekanis, melakukan pemeriksaan berkala oleh profesional, serta memberikan pelatihan dan meningkatkan kesadaran pekerja merupakan upaya terpadu yang efektif.

Dengan menerapkan semua tindakan ini secara konsisten, risiko kecelakaan akibat gas berbahaya dapat diminimalkan. Hal ini tidak hanya melindungi kesehatan dan keselamatan individu, tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional dan mematuhi standar keselamatan kerja yang berlaku. Keberhasilan dari pendekatan ini memerlukan komitmen dan kerja sama seluruh pihak yang terlibat.***

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)