Mengenal Tradisi Makan di Kelung Masyarakat Melayu Timur Jambi

Oleh: Saskia Mutia Ma’ruva
datariau.com
2.032 view
Mengenal Tradisi Makan di Kelung Masyarakat Melayu Timur Jambi
Foto: ist.
Tradisi makan di kelung.

DATARIAU.COM - Tradisi makan di kelung merupakan sebuah tradisi yang terdapat di Mendahara Ilir. Tradisi ini merupakan bentuk representasi dari kepercayaan masyarakat Melayu Timur yang dahulunya menganut kepercayaan anismisme dan dinamisme. Makan di kelung merupakan tradisi nenek moyang terdahulu, beberapa prosesi yang dilakukan masyarakat dalam usaha menyembuhkan keluarga atau sanak famili yang sakit, juga jika memiliki hutang.

Tradisi yang ada di Melayu Timur ini adalah tradisi warisan nenek moyang yang turun-temurun mengandung nilai-nilai kearifan yang masih relavan tapi cukup asing di zaman sekarang.

“Menurut saya kelung itu sebuah papan yang berbentuk tameng, yang jika dalam keadaan terdesak dulunya bisa digunakan untuk berkelahi atau berperang yang difungsikan sebagai pelindung,” kata Roseni sebagai narasumber warga asli Melayu Timur.

Mulyani menjelaskan, selain sebagai tameng, kelung adalah sebuah simbol pertahanan keluarga untuk menyatukan keluarga. Makan di kelung biasanya dilakukan di rumah yang sakit.

Pertama disiapkan papan kelung, setelah itu disiapkan daun pisang yang dibuat berlapis-lapis dengan peralatan utama masak-masakan seperti kue dan ayam. Ayam disajikan juga adalah ayam khusus, yaitu ayam biring kuning yang berjumlah tiga. Persiapan ini dilakukan dengan orang-orang terpilih, yakni adalah ibu-ibu yang sedang tidak terkena haid.

Hal lain yang perlu disiapkan ialah kembang mayang, tebu hitam dan pohon pisang. Kembang mayang diikatkan di palang pintu sebagai sebagai bagian kahir ritual, kemudian anak pisang disandingkan dengan tebu hitam lengkap dengan akar dan daunnya.

“Bagi masyarakat warna kuning adalah warna keagungan dan secara penelitian bahwasannya warna kuning itu adalah warna yang berada di atas warna yang lain-lain,” ucap tokoh Indra Gunawan.

Ritual makan di kelung tak dilaksanakan lagi karena perkembangan zaman dan kemajuan dunia dan ilmu pengetahuan.***

Baca juga: Waspada Berbagai Perbuatan Syirik di Sekitar Kita !
Tag:Tradisi
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)