Kenapa Sih Aku Insecure?

datariau.com
1.086 view
Kenapa Sih Aku Insecure?
Bisnis.com

?Duh, aku insecure banget nih sama kebiasaan burukku!?

Hai teman-temanku pernahkah mendengar kalimat seperti ini atau mungkin mirip-mirip bukan? Sudah tidak mengherankan bukan, sebab kata insecure belakangan ini banyak digunakan dalam kosa kata anak-anak muda dalam kesehariannya.

Saya ingin bertanya terlebih dahulu nih?

Pernahkan kamu berada dalam situasi tidak aman?

Situasi dimana kamu merasa malu, merasa bersalah, merasa kekurangan ataupun memiliki rasa tidak mampu. Nah, perasaan itulah merupakan situasi tidak aman yang dimana saat seseorang merasa tidak aman, dia akan cenderung hidup dalam ketakutan dan di saat itulah kamu dipenuhi oleh perasaan keragu-raguan, tidak percaya diri serta semakin banyak perasaan tidak aman yang ada dalam pikiran. Akibatnya, kamu bisa menjadi takut berinteraksi dengan orang lain karena merasa diri jelek dan tidak layak untuk mendapatkan berbagai pujian dari orang lain. Itulah salah satu alasan mengapa seseorang merasa tidak aman, karena mereka menilai diri sendiri terlalu rendah dan tidak memiliki rasa kepercayaan diri atau bahkan dengan diri sendiri, seperti perbedaan warna kulit, tinggi dan berat badan yang dimiliki, bentuk wajah tidak sesuai dengan keinginan, memiliki kegagalan dalam mencapai hasil, mendapatkan keberhasilan yang tidak sesuai dengan keinginan, memiliki perilaku yang buruk, dan lain-lain. Perasaan-perasaan itulah yang membuat kamu memunculkan kecanggungan sehingga menimbulkan perasaan tidak aman yang mungkin dapat membuat kamu merasa iri dan cemburu terhadap orang lain.

Nah perasaan-perasaan tersebutlah menjadi perasaan yang dikaitkan dengan namanya insecurity atau insecure. Namun, kamu tahu tidak sih apa makna sebenarnya dari kata insecure itu sendiri?

?Insecure? merupakan perasaan tidak aman yang dimiliki seseorang akan adanya suatu hal yang kosong dan berusaha untuk mengisinya dengan berbagai cara. Sebenarnya insecure adalah sesuatu hal normal yang terjadi, namun, jika individu merasa insecure secara berlebihan maka dapat mempengaruhi setiap aspek kehidupan kamu, mulai dari aspek fisik, psikis, hingga bisa mempengaruhi pendidikan atau pekerjaan kamu. Dilansir dari goodtherapy.org , seseorang yang memiliki rasa insecure akan mengalami berbagai masalah dalam dirinya terutama yang berhubungan dengan aspek kepercayaan diri. Seseorang dengan rasa insecure akan memiliki rasa ketidakpercayaan diri pada dirinya, rasa ketidakpercayaan diri pasti selalu dirasakan oleh semua orang bukan? Bahkan orang yang paling percaya diri sekalipun pernah memiliki perasaan yang sama. Ketika kamu merasa kurang percaya diri atau malu karena diri sendiri, seperti bentuk fisik dan kemampuan, maka kamu akan menimbulkan perasaan tidak aman yang membuat kamu menjadi membandingkan diri kamu terhadap orang lain.

Situasi tersebut dapat membuat seseorang merasakan stress atau merasa depresi yang berlebihan sehingga dapat memicu adanya gangguan jiwa. Oleh sebab itu, insecure dapat menyebabkan kecemasan, rasa takut berlebihan, dan perasaan tidak berdaya. Rasa insecure yang berlebihan terhadap diri sendiri dapat menyebabkan terganggunya mental sehingga mengakibatkan kefatalan yang serius. Kesadaran masyarakat Indonesia masih rendah terhadap isu ini yang mempunyai pengaruh besar bagi faktor fisik dan faktor psikis seseorang. Rasa insecure dalam psikologi diartikan sebagai sebuah upaya dari adanya emosi yang terjadi apabila seseorang menilai dirinya menjadi inferior dari orang lain. Inferior merupakan suatu hal yang membuat individu tidak mampu menghadapi suatu tantangan yang dianggap sebagai hal yang tidak memenuhi standar tertentu dari diri orang lain maupun diri kita sendiri. Dalam psikologi individu yang biasa melakukan rasa insecure mengenai pribadi dirinya sendiri didapatkan dari perasaan malu yang misalnya malu dengan berat badan, warna kulit, atau dengan hal-hal yang tidak sesuai dengan dirinya sendiri. Selain berhubungan dengan fisik, rasa insecure juga dapat berkaitan dengan tidak memiliki kemampuan menahan emosi, tidak memiliki bakat, tidak mampu memilih keputusan dengan baik, atau menganggap dirinya tidak akan mampu dan merasa tidak cukup siap untuk menerima setiap tantangan-tantangan baru yang akan dihadapi.

Salah satu psikolog klinis, Oriza Sativa mengatakan bahwa kondisi insecure merupakan salah satu kondisi mental ketika merasa cemas dan takut secara berlebihan sehingga melakukan sesuatu hal dengan berhati-hati. Oriza Sativa menyatakan ?insecure merupakan semacam sindrom atau kumpulan gejala yang bentuk gejalanya seseorang merasa tidak percaya diri dengan dirinya dan tidak percaya dengan kemampuan dirinya. Ketidakmpuan diri tersebut salah satunya dia tidak bisa menilai dirinya dengan positif. Saat masa pandemic covid-19 melanda dunia menjadikan salah satu penyumbang terjadinya insecure, dengan terjadinya covid-19 membuat berbagai aspek kehidupan menjadi tidak terkendali, seperti aspek ekonomi, aspek fisik, atau aspek psikologis yang bisa menjadikan beban emosional yang besar pada diri individu?.

Dilansir dari Good Therapy, tidak ada penyebab pasti mengapa seseorang merasa insecure terhadap dirinya maupun kehidupannya, namun terdapat beberapa faktor yang menyebabkan seseorang selalu merasa insecure pada dirinya, seperti mengalami trauma, memiliki masalah pada penampilan atau mengalami body dysmorphic disorder, dan kerpercayaan diri yang rendah sehingga diperlukan untuk mengenali tanda-tanda diri ketika sedang merasa insecure. Faktor-faktor tersebut merupakan faktor internal atau faktor dari dalam diri individu, selain itu terdapat faktor eksternal dari luar diri individu, seperti faktor ekonomi, faktor lingkungan tempat tinggal atau lingkungan kerja, dan hubungan sosial yang dapat menyebabkan seseorang mengalami rasa insecure.

Namun, faktor penyebab seseorang menjadi insecure pasti dirasakan berbeda-beda tiap individu sesuai dengan sifat pribadinya. Perlu diingat tidak ada penyebab pasti yang menyebabkan individu tersebut merasa insecure sehingga menjadi alasan bahwa insecure tiap individu berbeda-beda. Penyebab insecure bisa didapat berasal dari pengalaman traumatis, seperti perceraian, kebangkrutan, atau kehilangan sesuatu yang berharga.

Karena, rasa insecure biasanya disebabkan adanya perasaan cemas dan takut sehingga dianggap hal yang umum dirasakan oleh siapapun setiap harinya, maka sebaiknya kamu mengenali tanda-tanda awal yang terjadi ketika seseorang mengalami insecure, yaitu :

1. Memandang Rendah Diri Sendiri

Ketika seseorang mengalami insecure yang paling terlihat pada dirinya adalah merasa rendah diri atau memandang rendah dirinya sendiri. Hal ini bisa disebabkan oleh apa yang terjadi pada masa lalu atau lingkungan yang sedang dihadapinya. Agar tidak sering memandang rendah diri sendiri, maka sebaiknya bicaralah pada dirimu sendiri, berbicara kepada diri sendiri merupakan cara terbaik untuk mempercepat peningkatan rasa percaya diri, seperti mengatakan hal-hal positif yang dapat membuat kamu merasa baik. Kamu bisa melakukannya dengan mencoba berdiri di depan cermin dan berbicara langsung kepada diri sendiri, kata-kata yang diucapkan akan memiliki dampak besar pada alam bawah sadar kamu, kamu bisa mengatakan : ?saya cantik/tampan? , ?saya dicintai/didukung? , ?saya percaya diri? , ?saya pasti berhasil? , ?saya adalah orang penting yang dapat membuat perbedaan dan perubahan baik bagi orang lain?. Dengan mengatakan hal-hal positif tersebut dapat memberikan semangat dan memotivasi diri kamu

2. Sering Membandingkan Diri dengan Orang Lain

Tidak jarang seseorang membandingkan dirinya dengan orang lain bahkan hampir setiap orang membandingkan dirinya dengan orang lain, membandingkan orang lain lebih beruntung, lebih sukses, lebih baik dibandingkan dengan dirinya. Perasaan ini menjadi bergantung bagaimana cara seseorang menghargai dirinya sendiri dimana seringkali kita bisa merasakan iri dengan orang lain, entah itu karena kecantikan atau ketampanannya, kesuksesannya, atau bahkan karena kebaikannya, kepandaiannya, dan keramahtamahannya pada orang lain.

Memang terkadang dengan membandingkan diri dengan orang lain bisa menjadikan stimulus atau ransangan untuk menjadi lebih baik pada dirinya. Namun, jika perasaan negative lebih mendominasi saat seseorang membandingkan dirinya dengan orang lain, maka dapat memunculkan rasa insecure. Seseorang dengan kondisi insecure akan lebih merasa kehidupan orang lain lebih baik daripada dirinya.

3. Merasa Tidak Ingin Keluar dari Zona Nyaman

Seseorang yang memiliki kecemasan dan ketakutan pada tantangan atau rintangan umumnya akan merasa enggan atau tidak ingin keluar dari zona nyaman. Merasa tidak ingin keluar dari zona nyaman merupakan salah satu tanda seseorang merasa insecure. Hal ini dapat dipengaruhi oleh adanya pengalaman yang telah terjadi di masa lalu seseorang, seperti pengalaman ditinggal oleh orang yang disayangi, dikhianati ataupun pengalaman buruk lainnya yang mendatangkan ketakutan tersendiri bagi seseorang tersebut. Tentu saja segala ketakutan yang telah terjadi, dapat menghambat perkembangan dalam diri kita yang dimana ada masanya seseorang harus mengubur pengalaman-pengalaman buruk dan belajar dari pengalaman buruk tersebut.

4. Takut akan Kegagalan dan Penolakan

Penyebab lainnya seseorang mengalami rasa insecure adalah takut akan kegagalan dan penolakan. Padahal dalam hidup, terkadang harus berani mengambil resiko dari pengalamannya tersebut. Oleh karena itu, kegagalan dan penolakan yang terjadi dapat menurunkan tingkat kebahagiaan dan menyebabkan menurunnya self-esteem (harga diri) seseorang. Ketika self-esteem seseorang menurun, ia akan mudah menolak kesempatan yang datang padanya karena takut kembali menerima penolakan dan kegagalan. Padahal, terdapat banyak hal yang bisa dipelajari dari kegagalan ketimbang keberhasilan. Jika seseorang bisa lebih berani dan gigih terhadap tantangan yang ada, maka pada akhirnya kegagalan tersebut dapat dihindari dengan baik.

5. Merasa Selalu Ingin Sempurna atau Perfeksionis

Sebagian dari kita mungkin mempunyai standar yang tinggi dalam beberapa situasi dan tanpa disadari kita menginginkan standar yang sangat tinggi untuk semua yang telah kita lakukan. Kamu mungkin menginginkan nilai tertinggi, memiliki pekerjaan terbaik, menjadi juara 1 di sekolah, memiliki apartemen atau rumah mewah, atau menginginkan pasangan yang ideal. Namun, sayangnya kehidupan tidak selalu bisa menjadi seperti yang kamu inginkan bahkan jika kamu sudah bekerja ekstra sekalipun dan hal tersebut membuat hati bisa merasa kecewa. Rasa kekecewaan yang muncul membuat hati kamu menjadi takut, cemas, dan tidak ingin meraih keinginan sebelumnya.

Nah mulai dari sekarang, untuk kamu yang merasa ingin sempurna atau perfeksionis, kamu harus belajar mengevaluasi diri dengan baik. Lihat kembali sebanyak apa usaha yang telah kamu lakukan dalam mencapai keinginanmu. Berilah apresiasi pada dirimu sendiri bagaimana pun hasilnya begitu juga pada orang lain seperti keluarga dan teman yang tetap harus mendukungmu dan memberikan apresiasi padamu apapun hasil yang telah kamu capai. Selain itu, belajarlah untuk menghargai diri sendiri dan usaha yang sudah dilakukan sehingga kamu bisa lebih percaya diri terhadap usaha apa yang akan kamu lakukan. Jadikan kritik sebagai pembangun atau pemicu untuk maju dan bukan sebaliknya menjadi penghambat perkembangan dirimu. (*)

Penulis: Mutiara Nurida Annisa (11761200360)
Mahasiswi Fakultas Psikologi UIN Suska Riau

Penulis
: Admin
Editor
: Redaksi
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)