DATARIAU.COM - Kegiatan destructive fishing merupakan kegiatan yang dilakukan oleh oknum masyarakat umumnya menggunakan bahan peledak (bom ikan) dan penggunaan bahan beracun untuk menangkap ikan.
Penggunaan bahan-bahan tersebut mengakibatkan kerusakan terumbu karang dan ekosistem di sekitarnya, serta menyebabkan kematian berbagai jenis dan ukuran yang ada di perairan tersebut.
Menggunakan bahan peledak (bom ikan) untuk mencari ikan adalah cara yang paling mudah. Bom ikan dapat dengan mudah dibuat oleh banyak orang.
Contoh bahan peledak umumnya menggunakan pupuk amonium nitrat (NH4NO3) dan kalium nitrat (KNO3) yang dicampur untuk membuat bom ikan.
Tetapi menggunakan bahan ini dapat merusak terumbu karang yang berada di sekitar lokasi tersebut, dan menyebabkan penurunan populasi biota laut.
Penangkapan ikan menggunakan bahan beracun adalah praktik ilegal yang melibatkan penggunaan zat kimia berbahaya untuk membunuh ikan.
Contoh jenis bahan beracun yang umumnya digunakan adalah termasuk potasium sianida (KCN) yang digunakan untuk membius ikan.
Dampak menggunakan bahan beracun ini dapat mengganggu sistem saraf ikan, membunuh biota laut, dan dapat merusak terumbu karang yang berada disekitar lokasi.
Penangkapan ikan menggunakan bahan peledak dan beracun dikenal sebagai penangkapan ikan yang merusak ekosistem laut dan mengancam kesehatan manusia.
Hal ini membuktikan bahwa penangkapan ikan menggunakan bahan peledak (bom ikan) dan bahan beracun termasuk menangkap ikan yang tidak ramah lingkungan atau merusak ekosistem laut.
Penggunaan bahan peledak (bom ikan) dan beracun dalam penangkapan ikan dapat menimbulkan beberapa masalah seperti merusak ekosistem laut.
Ada beberapa dampak kerusakan yang disebabkan dalam penggunaan bahan peledak dan bahan beracun dalam penangkapan ikan, antara lain:
1. Merusak Terumbu Karang
Penggunaan bahan peledak (bom ikan) dan bahan beracun dapat mengakibatkan rusaknya terumbu karang yang berada di sekitar lokasi peledakan sehingga memerlukan waktu yang sangat lama untuk tumbuh kembali dan membunuh semua biota laut yang hidup disekitar perairan laut.
2. Terjadinya Pencemaran Lingkungan
Dengan adanya kegiatan Destructive Fishing yang menggunakan bahan peledak dan bahan beracun dalam penangkapan ikan dapat menyebabkan pencemaran di lingkungan perairan Indonesia sehingga mengganggu ekosistem di bawah laut dan mengancam kesehatan masyarakat sekitar.
3. Menyebabkan Kematian Biota Laut Lainnya
Dengan penggunan bahan peledak (bom ikan) dan bahan beracun dalam penangkapan ikan dapat menyebabkan kematian berbagai jenis dan ukuran ikan serta biota laut lainnya.
4. Merugikan Perekonomian Negara Republik Indonesia
5. Adanya Faktor Ekonomi Pada Masyarakat Lokal
Faktor ekonomi merupakan pendorong utama bagi masyarakat lokal untuk melakukan penangkapan ikan menggunakan bahan peledak dan beracun.
Dari beberapa dampak yang disebabkan penggunaan bahan peledak dan bahan beracun dalam penangkapan ikan, ada beberapa solusi dari isu serta masalah dalam menangkap ikan yang menggunakan bahan peledak (bom ikan) dan bahan beracun menyebabkan kerusakan terumbu karang dan ekosistem laut sekitarnya antara lain:
1. Dengan adanya pengawasan yang tegas dari aparat hukum
2. Melakukan sosialisasi atau penyuluhan hukum
3. Menerapkan sanksi pada masyarakat yang merusak ekosistem laut
4. Mengembangkan ekonomi daerah lokal yang ramah lingkungan dengan menerapkan penangkapan ikan yang menggunakan alat tangkap ramah lingkungan seperti gillnet, bubu, dan lain-lain. ***