DATARIAU.COM - Kerbau, pasti sudah tidak asing lagi mendengar nama hewan yang satu ini, hewan yang memiliki ciri fisik hitam besar dan memiliki tanduk di kepalanya yang sering kita jumpai sedang membajak sawah itulah kerbau. Namun, lain halnya dengan kerbau yang dimiliki masyarakat Kalimatan Selatan tepatnya di Kabupaten Hulu Sungai Utara Kecamatan Paminggir sangat lah unik yaitu bisa berenang, kerbau yang satu ini dijuluki kerbau rawa yang memiliki nama latin (Bubalus bubalis carabanensis).
Kerbau rawa ini tampak seperti kerbau biasa, namun kerbau ini tidak membajak sawah dan tidak mencari rumput di darat tapi justru akan berenang kedalam air dan biasanya menyelam untuk mengambil rumput yang ada di air.
Kerbau rawa ini hidup di Danau Panggang Kec. Paminggir seperti di Desa Paminggir, Paminggir Seberang, Ambahai, Bararawa, Pal Batu dan Sampalan. Dan yang membedakan kerbau rawa dengan kerbau darat ini, yaitu kerbau rawa memiliki tanduk yang lebih panjang dan memiliki warna kulit abu-abu agak kecoklatan. ini akibat karena terlalu sering berendam di dalam air rawa yang berlumpur.
Di danau yang memiliki luas sekitar 38. 000 hektar, Hampir sebagian besar waktu kerbau rawa ini dihabiskan untuk berendam di dalam rawa untuk mencari makan dengan cara berenang seharian, dengan demikian kerbau rawa ini diberi julukan istilah dalam bahas inggrisnya yaitu water buffalo.
Kerbau ini bukanlah kerbau liar, karena ada pemiliknya yang merawat kerbau rawa tersebut. Dan kerbau ini memiliki kadang di tengah danau panggang, kandang-kandang kerbau rawa ini di buat dari kayu ulin dan kayu belangiran yang semakin terendam lumpur maka semakin kuat kayunya.
Kandang kerbau rawa ini harus berjarak paling dekat 500 meter dengan perkampungan apung, tempat tinggal para warga. Setiap kandang rata-rata berisi sekitar 100 sampai 200 ekor kerbau berbagai usia. Dan dalam waktu tertentu kerbau-kerbau yang sudah layak jual akan dibawa kedarat untuk dipotong atau dijual lagi sebagian dari upacara adat tetentu.
Setiap pagi pukul 07.00 WITA, para penggembala akan datang ke kandang atau biasa disebut kalang untuk melepas kerbau-kerbau peliharaanya. Dengan menggunakan perahu motor kecil, para penggembala kerbau ini akan menggiring kerbau-kerbau dewasa ke area-area danau yang mengandung aneka tanaman air untuk dimakan kerbau-kerbau tersebut.
Setelah itu penggembala akan kembali lagi ke kandang untuk memberi makan kerbau-kerbau yang masih anak-anak , karena anak-anak kerbau umunya belum bisa mencari makan sendiri dan itulah tugas para penggembala. kerbau yang belum dewasa tidak tahan berenang terlalu lama, karena akana kelelahan tenggelam dan mati.
Kerbau-kerbau ini akan kembali kandang menjelang senja, dan akan tertib menuju kandang masing-masing, menaikinya dan beristirat dimalam hari. Uniknya kerbau-kerbau rawa tidak pernah pergi ke kandang yang lain atau mengalami salah kandang.
Rawa Danau Panggang ini juga merupakan objek wisata yang menarik, karena hampir setiap harinya ada perahu yang dinaiki para wisatawan untuk menyaksikan kerbau-kerbau rawa ini berenang. Dan waktu terbaik untuk mengunjungi danau panggang ini saat matahari terbit, karena pada saat itulah segala aktifitas kerbau itu dimulai. (*)