Intip Karier Penerjemah Bahasa Isyarat yang Tak Banyak Orang Tahu

1.039 view
Intip Karier Penerjemah Bahasa Isyarat yang Tak Banyak Orang Tahu
instagram.com/suryasahetapy

DATARIAU.COM - Bahasa isyarat adalah bahasa yang umum digunakan oleh penyandang tuna rungu. Selain penyandang tuna rungu sendiri, belum banyak orang yang mempelajari bahasa ini. Jika melihat sosok Ibu Pinky Warouw, yang menerjemahkan bahasa isyarat dalam pagelaran Asia Para Games lalu, bahasa isyarat bisa menjadi karier yang unik sekaligus mulia.

Yuk, intip karier penerjemah bahasa isyarat yang unik dan tak banyak orang yang tahu!

1. Jika memang ingin jadi guru, belajar bahasa isyarat bisa dari kuliah jurusan pendidikan luar biasa

Bahasa isyarat bisa dipelajari dengan mengikuti pendidikan guru luar biasa di beberapa kampus yang menyediakannya. Tak cuma belajar bahasa isyarat, juga dituntun menjadi lebih sabar, punya empati serta simpati, peka hati, dan bisa menangani bagaimana menghadapi penyandang tuna rungu.

Beberapa kampus negeri di Indonesia yang menyediakan jurusan pendidikan luar biasa ini adalah Universitas Negeri Padang, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Sebelas Maret, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Negeri Malang, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Negeri Makassar, dan Universitas Negeri Manado.

2. Belajar dari sesama penyandang tuna rungu

Ibu Pinky dapat mempelajari bahasa isyarat berkat bantuan seorang penyandang tuna rungu bernama Ibu Pat. Ia perlu waktu selama tiga tahun agar menguasai bahasa isyarat yang dasar. Setelah itu, ia pun masih perlu belajar lagi karena perkembangan bahasa juga begitu cepatnya dan bentuknya ada banyak.

Alih bahasa isyarat juga tidak hanya meliputi bahasa Indonesia ke bahasa isyarat. Dalam acara-acara publik berskala internasional, keterlibatan penerjemah bahasa isyarat ke bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya juga dibutuhkan.

3. Selain penerjemah yang terlihat di dalam kotak kecil di bagian bawah layar televisi, ada anggota tim lain juga yang tak tertangkap kamera

Selain penerjemah yang tampil sendiri, masih ada dua anggota tim lain yang tak terlihat di layar kaca yaitu satu orang penerjemah lagi sebagai tandem. Kemudian ada seorang penyandang disabilitas tuna rungu yang bekerja sebagai pemandu. Keberadaan pemandu ini adalah untuk memperagakan gaya atau bahasa tertentu yang bisa diikuti si penerjemah.

Menurut Pinky Warouw, profesi penerjemah bahasa isyarat belum bisa dijadikan sandaran utama. Karena belum ada regulasi dan penetapan khusus soal penerjemah bahasa isyarat. Namun tak perlu ragu karena karena pekerjaan ini amat dibutuhkan dan mulia

"Sejauh ini, saya menikmatinya," sebut Pinky. Karena pekerjaan ini, dia sudah melanglang buana ke beberapa negara dunia seperti Korea, Kroasia, Hongkong, dan negara-negara lainnya.

5. Selain kemampuan menguasai bahasa isyarat, modal utama penerjemah bahasa isyarat adalah rasa cinta dan empati

Dari pengalaman menjadi penerjemah selama 18 tahun, Pinky menyebut modal terbesar bagi penerjemah bahasa isyarat adalah rasa cinta dan empati. Tanpa rasa empati yang ditujukan untuk penyandang disabilitas, khususnya penyandang tuna rungu, bahasa isyarat menjadi lebih sulit dipahami.

"Karena ada banyaknya penerjemah, mereka jadi tahu bahasa isyarat mana yang penggunaannya bagus, tapi tidak cinta dengan orang tuli jadi nggak nyambung," tutupnya. Senada dengan Pinky, Yudi Aditya Nugraha (penerjemah bahasa isyarat dari Yogyakarta) mengatakan, "Belajar bahasa isyarat itu harus langsung dengan penyandang tulinya," terang Adit.

6. Ingin jadi penerjemah bahasa isyarat di televisi? Harus sabar seandainya pembicara terlalu cepat, tapi ini sangatlah menantang

Kemampuan setiap penyandang tuna rungu itu berbeda-beda. Ada yang mudah paham, ada yang sulit paham. Inilah tantangan jadi penerjemah bahasa isyarat yang utama. Kalau jadi penerjemah untuk acara publik dan televisi adalah pembicara terlalu cepat berbicara. Kalau kamu tak tenang, sudah pasti keteteran.

Editor
: Nazmi
Sumber
: IDN Times
Tag:
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)