PEKANBARU, datariau.com - Memiliki cita-cita akan memimpin Kota Pekanbaru kelak, Ade Ariani Pane, salah satu Mahasiswi UIN Suska Riau, aktif menemui orang penting.
Mahasiswi Jurusan Ilmu Komunikasi di Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Suska Riau ini aktif di berbagai organisasi dan komunitas pemuda, salah satunya ANN Riau dan aktif dalam kegiatan ANN tingkat nasional.
Sebagai aktivis mahasiswa maka sudah biasa baginya berjumpa dan berdiskusi dengan orang-orang penting baik yang ada di Riau, sebut saja Walikota Pekanbaru, Firdaus MT. Ia juga bersilaturahmi dengan Fahri Hamzah, Kang Abay dan juga tak ketinggalan Ridwan Kamil, Walikota Bandung.
Sebagai orang yang mengagumi sosok Ridwan Kamil maka sudah menjadi keharusan baginya untuk berdiskusi dan bertemu dengan sosok Walikota yang sangat disenangi warga Bandung bahkan juga disenangi di seluruh Indonesia.
Sebagai seorang Walikota Ridwan Kamil dinilainya sangat amanah dalam menjalankan tugasnya dan semua yang dilakukan mampu menarik perhatian khalayak ramai, tidak hanya kesederhanaannya saja namun kepribadiannya juga disukai.
Ade mengunjungi Kota Bandung dalam rangka kegiatan Festival Nasyid Pasanggiri 2016 di Bandung Timur, ia mengikuti Lomba Solois Nasyid dan tentu juga dengan tujuan agar dapat bersilaturahmi dengan Walikota Bandung yang akrab dengan panggilan Kang Emil. Ia bersilaturahmi dengan Kang Emil di Pendopo Walikota Bandung, Selasa, (7/6/2016) lalu.
Disaat berdiskusi, Kang Emil mengatakan permintaan maafnya karena jadwal yang padat dan baru bisa bersilaturahmi.
"Sebulan itu ada undangan 1000 yang masuk, namun yang bisa dihadiri dan ditemui adalah 500, jadi baru bisa sekarang bisa bertemu," ungkapnya.
Berhubung jadwal yang padat dan tugas di dalam dan di luar kota, Ade mengunjungi Kang Emil berdua bersama temannya. Kang Emil juga menceritakan kondisinya sebagai Walikota Bandung dan kepadatan jadwal, sehingga Ade merasa sangat bahagia sekali dapat bersilaturahmi dan berdiskusi dengan Kang Emil sosok Walikota yang dikaguminya.
"Dalam satu waktu jadwal bisa bentrok 4 agenda, jadi mau tidak mau harus datang walaupun sebentar-sebentar yang penting ke 4 agenda itu hadir," ungkap Ade menirukan Kang Emil.
Perempuan yang lahir di kota Pekanbaru ini mengatakan ia ingin meniru jejak Kang Emil.
"Ade ingin seperti Kang Emil," kata Ade yang juga telah mengazamkan dalam diri ingin menjadi Walikota Pekanbaru 2027 setelah bertemu Kang Emil di Banda Aceh, Desember 2015 untuk yang pertama kalinya. Atas pertemuannya dengan Kang Emil ia semakin semangat.
"Harus selalu percaya, bahwa perjuangan dan kerja keras itu akan sebanding lurus dengan hasil dan hasil itu tidak pernah mengkhianati perjuangan dan kerja keras. Intinya adalah semangat dan jangan mudah berputus asa," terangnya.
Atas keinginannya itu, Kang Emil mengatakan kepada Ade, bahwa waktu 10 tahun itu waktu yang efektif untuk mempersiapkan itu semua.
"Niatkan semuanya karena Allah. Lakukan perubahan bukan untuk kekayaan. Perbanyak karya, sekarang sudah tidak zamannya lagi menjadi pemimpin harus lihat orangtuanya siapa, keturunan siapa dan jadilah manusia yang bermanfaat bagi banyak orang. Karena sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat buat orang banyak. Mau jadi Walikota atau tidak jadi Walikota itu adalah kuncinya harus banyak menebar manfaat," sebut Ade menceritakan apa yang disampaikan Kang Emil kepadanya. (rls)