PELALAWAN, datariau.com - Segati merupakan salah satu desa yang ada di kecamatan Langgam Kabupaten Pelalawan provinsi Riau.
Di lokasi ini dulunya terdapat sebuah kerajaan yang bernama Kerajaan Segati. Kerajaan ini terletak di pinggir Sungai Segati.
Desa Segati berawal dari sebuah kerajaan yang dipimpin oleh seorang datuk yang bernama Datuk Batin Mudo Langkan Segati.
Pada masa kerajaan tersebut, daerah Segati disebut dengan Laut Suko Hati, dimana ia terbagi atas dua wilayah: Laut Suko Hati Kekanan dan Laut Suko Hati Kekiri.
Desa Segati terletak pada 0,1533 Lintang Selatan dan 101,674 Bujur Timur. Desa Segati terletak pada ketinggian 39 meter di atas permukaan laut.
Sebelah utara berbatasan dengan Desa Tambak dan Sotol, sebelah selatan Situgal, sebelah timur Langkan dan Pangkalan Gondai, sebelah barat Rantau Kasih.
Desa Segati diklasifikasikan ke dalam desa swadaya, yang berarti desa ini masih kental dengan nilai-nilai tradisional yang dianut dan kebudayaan serta kearifan lokal yang masih terjaga dengan baik.
Hal ini merupakan salah satu kelebihan dari desa Segati untuk terus teguh menjalankan tradisi yang dimiliki.
Desa Segati juga dikategorikan sebagai desa mula. Dalam hal ini, yang dimaksud dengan desa mula adalah desa yang masih memerlukan prioritas penanganan dalam pemenuhan kebutuhan dasar seperti ekonomi, pendidikan dan kesehatan.
Tiga hal tersebut merupakan permasalahan utama di desa Segati yang hendak dituntaskan pemerintah desa dengan mengeluarkan kebijakan-kebijakan serta pemberian bantuan yang diharapkan dapat menunjang kehidupan seluruh masyarakat desa Segati dalam memperbaiki taraf hidup mereka masing-masing.
Objek wisata yang ada di Segati salah satu nya yaitu sungai Segati yang dimana sungai tersebut belum tersebar luas sampai ke luar dari provinsi. Namun sungai segati ini berpotensi menjadi tempat wisata incaran masyarakat untuk berlibur. Menjadi pilihan keluarga untuk menghabiskan waktu weekand bersama.
Mahasiswa jurusan Pendidikan Olahraga Kukerta MBKM UNRI 2024 yang ditugaskan di Desa Segati pada 15 Juli 2024 sampai 25 Agustus 2024 terdiri dari 9 orang yang diketuai oleh Muhammad Adei Rahmat, anggota Heru Gunawan, Rabiatul Adawiyah, Sherly Nur Winarsih, Asrijah Dwi Putri, Siti Aisyah, Febri Salmi, Khoirul Syaputra, dan Sapta Riantono.
Salah satu program kerja yang dibuat menjuru ke desa wisata, pengembangan wisata Sungai Segati.
Mahasiswa membuat sungai menjadi lebih menarik agar dikenal banyak pengunjung dengan ciri khas yang dibuat berupa gerbang utama yaitu gapura.
Dalam proses pembuatan gapura banyak warga yang berantusias membantu. Mahasiswa juga menyiapkan tempat sampah yang dibuat dengan menarik supaya masyarakat sadar akan kebersihan lingkungan sekitar sehingga menciptakan lingkungan yang nyaman, bersih, dan sehat.
Masyarakat sangat mendukung dengan program kerja mahasiswa, tak hanya masyarakat, kepala desa Hery Sugiyarto SP bersama ibu PKK Nor Anita Zuzila beserta tokoh masyarakat dan pemuda karangtaruna setempat juga demikian.
Dengan adanya pengembangan wisata Sungai Segati yang dilakukan oleh mahasiswa mempunyai nilai yang positif bagi desa tersebut, dapat menjadikan objek wisata yang ada di desa lebih terkenal dan menghasilakan banyak pengunjung yang datang untuk mandi di sungai segati.
"Terimakasih kami ucapkan pada adik-adik mahasiswa,” ujar Kepala Desa Segati.***