PERAWANG, datariau.com - Adanya pemberitaan tempo hari lalu perihal dibubarkannya organisasi Ikatan Pemuda Pemudi Rukun Keluarga 04 (IPPRK.04) Perawang Barat Kecamatan Tualang pada hari Jum'at 11 Agustus 2017, menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Warganet di Kecamatan Tualang khususnya melayangkan berbagai komentar, baik dukungan maupun tulisan pedas bermunculan dilontarkan warganet. Pro dan kontra di jejaring sosial Facebook pun terlihat dari setiap komentar tersebut, Senin (14/8/2017) kemarin.
Pemberitaan tersebut pun sempat hebohkan warganet yang membacanya. Tidak sampai disitu saja, akun Facebook palsu pun mulai mempersoalkan perihal pemberitaan tersebut, salah satunya yakni pemilik akun Facebook bernama Rimba Mencari Lawan, tak tahu pasti siapa pemilik akun tersebut.
Sementara, pemberitaan itupun mendapat sedikitnya 40 suka dan 125 komentar serta 1 kali dibagikan di satu akun Facebook. Sementara di halaman web datariau.com berita itu telah dibaca 1598 pada Selasa (15/8/2017) sejak terbit pada Jumat, 11 Agu 2017 20:23 dengan judul "Tanpa Sebab Pasti IPPRK-04 Dibubarkan oleh Penghulu Kampung dan Ketua RK Perawang Barat".
Beberapa saat kemudian, pemilik akun Facebook bernama Jasman Putra memposting dokumen (surat) yang dikeluarkan oleh Ketua RK 04 Alwis dan diketahui Penghulu Kampung Perawang Barat Faisal sekitar pukul 22.02 WIB malam tadi, Senin (14/8). Sebab postingan yang diperlihatkan pemilik akun Facebook Jasman Putra itu sedikit buram, kembali ia memposting dokumen (surat) tersebut, dengan niat agar lebih jelas, sekitar pukul 22.31 WIB.
Berikut komentar pemilik akun Facebook Jasman Putra beberapa saat sebelum memposting dokumen (surat) perihal telah dibekukan (vakumkanya) organisasi pemuda IPP RK.04 Perawang Barat tersebut.
"Mendirikan dan membentuk IPP RK.04 ketua RK04...yg membekukan IPPRK-04 ketua RK04 sendiri...mengapo penghulu di salahkan..." begitu tulis pemilik akun Facebook bernama Jasman Putra.
Setelah beberapa saat kemudian, pemilik akun Facebook Jasman Putra pun memposting kembali dokumen (surat) tersebut. Adapun isi dari dokumen (surat) itu sebagai berikut:
Berdasarkan surat yang dikeluarkan, Perawang 7 Agustus 2017, Nomor: 05/RK.04/Pulai Indah/2017 adalah sebagai berikut:
Ketua RK.04 dengan memaklumkan dan menyampaikan bahwa:
1. Sehubungan dengan kesalahpahaman antar pemuda di RK.04 Kampung Perawang Barat, dan untuk kemaslahatan serta kebaikan kita bersama maka pada hari ini Senin 7 Agustus 2017 Ikatan Pemuda Pemudi Rukun Keluarga.04 (IPP RK.04) periode 2016-2018 saya nyatakan dibekukan/dinon-aktifkan sampai batas waktu yang tidak ditentukan/sampai ada instruksi selanjutnya dari Bapak Penghulu Perawang Barat. Kegiatan 17 Agustus 2017 yang sudah ditaja dan direncanakan oleh IPP RK.04 ditiadakan pelaksanaanya." Begitulah bunyi salah satu isi surat tersebut.
Persoalan pembubaran organisasi Pemuda Pemudi di RK 04 Kampung Perawang Barat ini sempat heboh karena IPPRK.04 mengaku tidak tahu sebab yang pasti mengapa dibubarkan.
Memang ada kabar konflik internal IPPRK.04 yang dipersoalkan oleh segelintiran orang atau kelompok orang saja. Penulusuran datariau.com selama ini, bahwa IPPRK.04 Perawang Barat tersebut terdiri dari sebelas Ketua RT dan satu Ketua RK.
Indikasi konflik ini sementara menurut penulusuran, dan kuat dugaan karena kesalahpahaman terkait sering masuknya orang asing (oknum) dari luar daerah (wilayah) basis IPPRK-04 Perawang Barat beberapa waktu lalu, yang ingin membantu setiap kegiatan pemuda pemudi Perawang Barat saat itu.
Saat dikonfirmasi mantan Ketua Ikatan Pemuda Pemudi Rukun Keluarga 04 (IPPRK-04) Yoyon Suseno tidak banyak memberikan keterangan terkait pembubaran Organisasi Pemuda IPPRK-04 Perawang Barat tersebut.
Sedangkan selama menjabat sebagai Ketua IPPRK-04, Yoyon Suseno terbilang gencar melaksanakan kegiatan-kegiatan di Kampung Perawang Barat Kecamatan Tualang itu selama ini.
"Saya tidak bisa memberikan keterangan, soalnya saya cuma dipilih. Sekarang IPPRK-04 yang selama ini saya jalankan bersama kawan-kawan dan selalu aktif setiap kegiatan pemuda sudah terbalik, IPPRK-04 sudah divakumkan (dibubarkan). Saya tidak bisa memberikan keterangan lebih lanjut," terangnya.
"Tetapi, coba tanyakan pak Penghulu Kampung sama Ketua RK-nya. Mereka yang berhak menjawab dan lebih paham perihal pembubaran IPPRK-04 ini," lanjut Yoyon Suseno, Jum'at (11/8/2017).
Yoyon Suseno mengaku tidak mempermasalahkan perihal pembubaran/telah divakumkanya Organisasi Pemuda tempatan yakni IPPRK-04 tersebut. Memang menurut Yoyon, IPPRK-04 selama ini terbilang cukup aktif di setiap kegiatan dan sangat diterima di kalangan masyarakat Perawang Barat khususnya.