Ah!!.. Macam Tuhan Saja RAPP Itu Memberikan Kehidupan

Hermansyah
13.883 view
Ah!!.. Macam Tuhan Saja RAPP Itu Memberikan Kehidupan
Salah satu lahan dan kanal buatan PT RAPP.

PEKANBARU, datariau.com - Berbagai tanggapan bermunculan salah satunya melalui media sosial facebook, menyusul adanya "ancaman" dari RAPP yang akan mem-PHK (merumahkan) karyawanya hingga ribuan orang.

 

Seniman muda Riau, Hang Kafrawi, dalam statusnya dengan tokoh fiktif Atah Roy, bertanya, "Betulkah kalau RAPP tidak beroperasi lagi di Tanah Melayu ini, orang Melayu akan mati?."

 

Kemudian, oleh Hang Kafrawi kalimat itu disambung lagi, "Ah, macam Tuhan saja RAPP itu memberi kehidupan bagi orang Melayu, sehingga harus dibela mati-matian keberadaannye di Tanah Melayu ini. Di Pulau Padang, keberadaan RAPP inilah yang memecah belah orang kampung. Aaaaiiiihhhh…," Atah Roy pening tujuh keliling.

 

Dua jam status ini ditulis seniman teater pada Sabtu (21/10/2017), sudah mendapat hampir serarusan netizen yang merespon. Namun ada juga yang membalas komen Hang Kafrawi itu dengan serius dan lucu. "Modus nak pertahankan aje," kata pemilik akun Tengkun Ace seperti dilansir dari riaukepri.com.

 

Pemilik akun Gunawan Che Gue, menjawab postingan itu dengan mengatakan, harus tutup…tanah ulayat punah ranah. "Banyak orang Melayu yang hilang can tepi," kata Riza Pahlefi Thohir pula membalasnya.

 

Pemilik akun Junaidi Ilham, juga berkomentar menyampaikan keluh-kesahnya. 

 

"Kita harus sadar, slma ini merka hanya mngambil hasilnya aja. Ibrat datang mndi n buang air saja. Satu pun tidak masyrakat plau padang yg diangkat jdi karyawan. Yg dibjuk rayu, hanya sebagai pekerja kasar n hnya sbgai boneka utk menantang masyarakat sdiri. Tpi sdah aman, malah pkerja trsebut dibuang scara tdk langsung," tulis Junaidi.

 

Suara di facebook itu semakin seru saja, menyusul postingan akun bernama Sisianto Dipa Negara. Katanya, Rapp memainkan buruhnya mendemo pemerintah agar rapp terus dpt mengelola gambut. Gass terus menteri kehutanan. Cabut izin korporat yg menyalahi aturan.

Di kampung ku, kata Sisianto Dipa Negara, cuma 1 org anak desa yg kerja di rapp. 

 

"Hahahaha…Rapp pandai memainkan isu dan membuat berita. Rapp hadir bkn membawa kesejahteraan bagi masyarakat. Hanya polusi dan konflik yang dibuat. Coba bayangkan jika 12.000 hektar ditanami akasia oleh rapp, dibandingkan dgn 12.000 hektar ditanami karet/sawit/aren lalu dibagi per KK. Kira2 mana yg memberikan keuntungan buat masyarakat?," tanya Sisianto Dipa Negara menutup postingannya.*

Editor
: Hermansyah
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)