Wanita Muda di Rohul Ini Pergi Tinggalkan Dua Bayinya di Rumah Kontrakan

datariau.com
2.129 view
Wanita Muda di Rohul Ini Pergi Tinggalkan Dua Bayinya di Rumah Kontrakan

ROHUL, datariau.com - Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Erna Jernih Wati Buulolo (20) tak pulang-pulang ke rumahnya, hingga dua orang anaknya yang masih kecil ditinggalkan di rumah kontrakan orangtuanya di Desa Pekan Tebih Kecamatan Kepenuhan Hulu Kabupaten Rokan Hulu, sementara suaminya masih menjenguk orangtua yang sedang sakit di Provinsi Aceh.

Sebelumnya IRT dua anak kecil ini Kamis (1/3) sekira pukul 19.30 wib dijemput oleh seorang perempuan bernama Tari warga Kota Tengah Sungai Kuning Kecamatan Kepanuhan, sejak itu dia tak lagi kembali.

Orangtua Erna Jernih Wati bernama Yulius Yudi Aro Buulele yang berdomisili di RT 2 RW 4 Dusun Suka Damai Kecamatan Kepenuhan Hulu kepada awak media, dirinya sudah melaporkan ke Polisi Sektor Kepenuhan dengan menceritakan peristiwa anak perempuannya itu sampai tidak pulang ke rumah mereka berdasarkan fakta yang disaksikannya langsung.

"Saya melapor hari Senin (5/3). Namun Polsek Kepenuhan hanya menerbitkan surat dicari orang hilang nomor OH/02/III/2018/Riau/Res.Rohul/Sek. Kepenuhan pada hari Kamis tanggal 8 Maret 2018 sekira jam 10.30 telah menerima pemberitahuan bahwa telah meninggalkan rumah tanpa pamit sejak Kamis 01 Maret 2018 sekira pukul 19.30 wib dengan identitas nama Erna Jernih Wati (20) IRT," kata Yulius Yudi Aro Buulele, Selasa (13/3/2018).

Padahal, lanjutnya, peristiwa ini berawal pada hari Kamis (1/3) sekira pukul 16.30 Wib, waktu dirinya pulang sebentar ke rumahnya dan melihat seorang perempuan depan pintu rumahnya yang sebelumnya tidak dikenalnya sedang bicara sama anaknya Erna Jernih Wati. Saat itu dia menyapa "ada apa kak?", namun si perempuan itu hanya menjawab "bicara sama anak bapak saja tidak ada apa-apa."

Karena tidak merasa curiga, dia pergi kerja menjemput ubi kayu yang mau dijual untuk keperluan mereka di rumah. Sedangkan perempuan yang belum dikenalnya itu masih bicara sama anak perempuannya yang sudah punya anak dua itu.

Singkat cerita, sekira pukul 19.30 wib hari yang sama, dirinya sambil tidur-tiduran di ruang tamu rumahnya istrahat, karena capek, sedangkan istrinya bersama anak perempuannya yang jadi korban itu sedang memasak di dapur.

Tiba-tiba perempuan yang datang sore itu kembali datang lagi ke rumah mereka, dan dia tanya "ada apa ya Kak?, jawabnya "mau jemput Erna Jernih Wati" mereka mau cerita lagi. Sehingga lagi tanpa merasa curiga, anaknya yang biasa mereka panggil Jernih pergi bersama perempuan yang namanya tidak diketahuinya itu.

"Sejak kepergian mereka itu anak saya tidak pulang-pulang, karena kami keluarga merasa ada yang aneh dan curiga, malam itu juga saya baru bertanya ke tetangga yang sore itu ada yang sama-sama jalan dengan perempuan itu, dan ditanya siapa nama perempuan itu, dan diberitahu bernama Tari warga Kota Tengah. Karena anak tidak kunjung pulang, kami pun pergi bersama anak yang lain ke rumah Tari di Kota Tengah sambil tanya-tanya ke warga diamana rumah Tari," terangnya.

"Setelah rumahnya kami ketahui dan menunggu tidak terlalu lama sekira pukul 23.00 wib, Tari pun datang, sayangnya saat kutanya, mana anak saya yang kamu jemput tadi itu, malah Tari berdalih mengaku dia jemput, namun tak mengetahui anak saya itu pergi kemana. Anehnya lagi, malah menuduh anak saya pacaran sama suaminya bernama panggilan Zul warga Desa Pekan Tebih, sehingga dari pada kami bertengkar sementara dia seorang perempuan, bersama anak saya kami pulang dengan memesan agar anak saya diantar pulang," ungkap Bapak Jernih merasa geram dan sedih memikirkan anak perempuan yang miliki anak dua yang masih kecil itu hilang.

"Sehingga saya tunggu sampai hari Senin (5/3) setelah mencari kemana-mana dan melaporkan kepada RT sampai melapor ke Polsek Kepenuhan. Namun laporannya saat itu sepertinya tidak direspon, baru direspon tanggal (8/3) itu pun hanya diterbitkan surat orang hilang. Padahal saya melaporkan seseorang perempuan bernama Tari yang datang ke rumah dan membawa anak perempuan yang sudah miliki anak dua, pergi dan tidak pulang-pulang," lanjutnya.



"Saya melaporkan dugaaan tindak pidana dengan menceritakan kronologis malah yang diterbitkan surat orang hilang karena meninggalkan rumah, inikan aneh," kata orang tua korban lagi.

Kapolsek Kepenuhan Iptu Yon Marjoni saat dikonfirmasi membenarkan ada menerima informasi dan sudah diterbitkan surat orang hilang untuk sementa. Namun dugaan peristiwa itu tetap dilidik kebenarannya.

"Dan sudah bersama Bhabinkamtibmas kita melakukan pencarian dengan orangtuanya, namun tidak diketemukan," kata Kapolsek Kepenuhan.

Saat ditanya terkait adanya yang terlibat yang membuat tak pulangnya korban, jawabnya tetap ditindaklanjuti. "Kadang orangtua korban menyampaikannya kurang jelas, sehingga untuk sementara diterbitkan surat pencarian orang, namun peristiwanya tetap kita tindak lanjuti," jelas Kapolsek Kepenuhan lagi.

Penulis
: Deddy
Editor
: Angga
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)