Setelah Makan Ikan Tongkol, Puluhan Santri Ponpes Al-Majidiyah Rohil Keracunan

datariau.com
2.940 view
Setelah Makan Ikan Tongkol, Puluhan Santri Ponpes Al-Majidiyah Rohil Keracunan
Beritariau.com
Para santri saat mendapat perawatan.

PEKANBARU, datariau.com - Dari 200 santri yang memakan ikan, 35 orang santri Pondok Pesantren Al-Majidiyah Bagan Batu Kecamatan Bagan Sinembah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) keracunan dan terpaksa dilarikan ke Puskesmas setempat pada Selasa (16/8/2016) malam saat makan bersama. Tujuh santri diantaranya masih menjalani perawatan.

"Yang ikut makan ikan dan makanan sekitar lebih dari 200 santri, tapi yang mengalami keracunan sebanyak 35 santri," ujar Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo Sik, Rabu (17/8/2016).

Menurut Guntur, dugaan sementara para santri keracunan ikan laut dari bebarapa makanan yang dihidangkan. Sebab, sekitar 20 kilogram ikan yang disajikan saat itu yang menjadi penyebab keracunan.

"Kita sudah mengambil sample ikan yang menjadi sumber keracunan tersebut untuk dicek di BBPOM (Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan),"‎ ucap Guntur.

Dikatakan Guntur, Ikan yang dimakan para santri dikirim dari Tanjung Balai propinsi Sumatera Utara untuk disantap bersama para santri.

"Usai memakan ikan itu, 35 santri mengalami muntah dan terpaksa dilarikan ke Puskesmas Bagan Sinembah," jelasnya.

Saat diselidiki polisi, pengurus pondok pesantren mengungkapkan tidak semuanya yang ikut makan ikan. Karena sebagian dari mereka hanya mencicipi kemudian bibir menjadi gatal.

Santri yang keracunan ini segera dilarikan ke rumah sakit dan Puskesmas terdekat. Kejadian di Ponpes yang memiliki murid lebih dari 200 orang ini baru diketahui pada malam sehabis maghrib.

Informasi yang dihimpun di ponpes Al Majidiyiah dan Puskesmas Bagan Batu Selasa malam menyebutkan, gejala diindikasi keracunan makanan ini mulai dirasakan para santri sejak sore setelah makan siang. Namun, kejadian ini hanya terjadi pada beberapa santri.

"Pada sore itu sebenarnya sudah ada santri dan guru yang muntah, mual dan pusing setelah makan siang dengan lauk ikan tongkol dan sayur. Beberapa guru ada yang langsung berobat, dia pikir masuk angin biasa, tapi gak ada yang melaporkan ke kami," terang H Akib sapaan akrab H Bachid Majid pendiri Ponpes ini.

Diterangkan H Akib lagi, kejadian ini baru diketahui pada malam hari sehabis maghrib setelah makan dengan lauk yang sama yakni ikan tongkol.

"Tiba-tiba anak-anak kok pada muntah, mual dan pusing kepala. Kami kaget ada apa ini, terus kami langsung membawanya ke rumah sakit dan Puskesmas untuk dilakukan pertolongan serta melaporkannya ke Polsek Bagan Sinembah," ujar H Akib dengan penuh kepanikan saat melihat ratusan santrinya yang mengalami keracunan di komplek Ponpes Al Majidiyiah.

Sejauh ini, Anggota DPRD Rohil ini juga belum mengetahui persis akibat keracunan ini. Namun diduga dari salah satu makanan yang dihidangkan dan semuanya telah diserahkan ke pihak berwajib untuk dilakukan pemeriksaan dan uji laboratorium BPOM sampel makanan.

"Semua sempel makanan sudah diambil oleh pihak kepolisian. Kita tunggu hasilnya nanti," beber H Akib di hadapan wartawan.

Diakui pendiri Ponpes Al Majidiyiah ini, keracunan makanan ini baru pertama kali terjadi sejak puluhan tahun berdirinya ponpes Al Majidiyiah dan sudah puluhan tahun memasak lauk dengan ikan tongkol dan ikan laut lainnya. "Ini musibah dan cobaan bagi kami dan santri," ujarnya lagi.

Masih di komplek ponpes Al Majidiyiah, beberapa santri saat ditemui yakni Agung, Ari, Enggi, Lianggi dan kawan-kawan yang tidak mengalami keracunan mengaku turut menikmati makan siang dan makan malam dengan lauk yang sama.

Namun, mereka mengaku hanya sedikit memakan ikan tongkol. Sebab, saat mencicipi ikan tongkol bibir mereka terasa gatal-gatal dan muka merah. Akhirnya mereka tak melanjutkan untuk memakannya dan hanya makan nasi dan sayur saja.

"Kami makan sedikit ikan tongkolnya, karena terasa gatal bibir. Jadi kami gak memakannya lagi," ujar Agung diamini Ari, Lianggi, Enggi dan kawan-kawan ini.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Bagan Batu, dr Josafat mengatakan, dari hasil pemeriksaan salah satu makanan yakni lauk ikan tongkol terdapat bahan pengawet di dalamnya. Namun jenis bahan pengawetnya belum diketahui dan harus dilakukan uji laboratorium BPOM. Pihaknya juga belum dapat memastikan penyebab keracunan ini.

"Belum bisa dipastikan apakah keracunan ini berasal dari Ikan tongkol, nasi atau sayurnya. Tunggu hasil laboratorium BPOM nanti," terang dr Josafat.

Sejauh ini, pihaknya terus melakukan penanganan kepada pasien dengan memberikan obat anti mual dan alergi serta memberikan infus bagi pasien yang lemah.

"Kalau bahan pengawetnya sedikit, maka reaksinya butuh waktu lama," jelas pria yang akrab disapa Jos ini.

Kapolsek Bagan Sinembah AKP Eka Ariandy Putra SH Sik didampingi Kanit Reskrim AKP Edward Pardosi membenarkan kejadian ini. Saat ini, sampel makanan sudah diambil untuk dilakukan uji Lab BPOM.

"Ya untuk mengetahui makanan beracun ini kita tunggu hasil lab BPOM dulu," terang Kanit AKP Edward Pardosi di lokasi Kejadian.‎‎

Pantauan hari ini, Rabu (17/8/2016), kondisi para santri yang diduga keracunan mulai membaik. Satu demi satu pulang ke kediaman masing-masing dengan dijemput para orang tua mereka. Ada juga yang kembali lagi ke pondok pesantren.

"Sudah pada pulang, karena kondisinya sudah mulai pulih, tapi kata mereka masih lemas. Ini tinggal laparnya saja," kata salah seorang pengasuh santri yang enggan disebutkan namanya saat ditemui di Puskesmas Bagan Batu, Rabu pagi.

Editor
: Riki
Sumber
: Beritariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)