Mengaku sebagai Wartawan, Oknum Kades di Kelayang Inhu Rampas Handphone Wartawan

datariau.com
2.391 view
Mengaku sebagai Wartawan, Oknum Kades di Kelayang Inhu Rampas Handphone Wartawan
Ilustrasi

RENGAT, datariau.com - Seorang Kepala Desa di Kecamatan Kelayang kabupaten Inhu mengaku sebagai wartawan dan anggota LSM saat dikonfirmasi terkait dugaan penyimpangan penggunaan Alokasi Dana Desa, Senin (13/3/2017) kemarin.

Seperti disampaikan beberapa warga di Kecamatan Kelayang Inhu, bahwa ada di satu desa di kecamatan tersebut diduga terjadi penyimpangan, yakni di Desa Kelayang.

Namun, saat wartawan datariau.com berniat ingin mengkonfirmasi kepada Kepala Desa atas nama Afrizal, yang bersangkutan marah dan tidak bersedia memberi jawaban secara bijak, bahkan dikatakan Heri, Afrizal merampas handphone wartawan dalam pertemuan tersebut.

"Handphone saya dirampas dan terjadi adu mulut, saat saya akan melaporkan kejadian itu ke Polisi, dua orang yang ada di tempat itu (Kantor Laskar) langsung mencegah dan meminta untuk duduk dulu," kata wartawan datariau.com Inhu, Heri kepada redaksi di Pekanbaru, Selasa (14/3/2017).

Dengan berembuk dan saling adu mulut, akhirnya handphone wartawan dikembalikan si kades. "Padahal aku hanya mengkonfirmasi laporan yang saya terima dari warga, kalau laporan itu tidak benar tentu berikan jawaban, bukan dengan cara merampas, saya bekerja sesuai kode etik, berita harus berimbang, makanya saya konfirmasi baik-baik," tutur Heri.

Akan tetapi, kata Heri, si Kades malah marah saat dikonfirmasi lebih lanjut untuk keperluan berimbangnya berita. Kades memaksa wartawan untuk menyebutkan nama warga yang menjadi sumber berita yang tidak mau disebutkan namanya tersebut, karena kode etik jurnalistik wajib menyembunyikan identitas narasumber, maka Heri tidak mau menyebutkannya.

"Dia katakan bahwa yang melapor itu hanya ingin mengadu domba kita sesama wartawan. Padahal saya menanyakan dia kapasitasnya sebagai kades bukan sebagai wartawan, harusnya memberikan jawaban, bukan dengan cara perampasan. Dia mengaku wartawan dan anggota LSM sambil melihatkan kartu tanda anggotanya ke saya, kan aneh juga seorang Kades juga berprofesi sebagai wartawan," sebut Heri lagi.

Saat redaksi mencoba menghubungi Kades Afrizal melalui nomor seluler yang didapat dari wartawan Inhu Heri, Afrizal membantah merampas handphone wartawan. Dia juga membantah jika ada terjadi indikasi penyimpangan penggunaan ADD di Desa Kelayang yang dia pimpin.

"Saya katakan tidak ada, dia nampaknya ngotot. Kalau ada indikasi tentu ada prosedur pemeriksaan, namun sampai sekarang tidak ada pemeriksaan," paparnya.

Afrizal juga mengakui jika dirinya masih aktif sebagai wartawan di salah satu media cetak liputan di Inhu yaitu Amanat Rakyat sebagai pekerjaan sampingannya selain kepala desa.

Penulis
: Riki
Editor
: Riki
Sumber
: Datariau.com
Tag:wartawan
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)