PEKANBARU, datariau.com - Pelaksanaan ujian nasional (UN) SMK Swasta di Pekanbaru, hingga hari keempat terdapat kendala yakni kekurangan lembaran jawaban dan soal ujian. Sekolah mengatasi dengan cara memfotokopi soal dan lembar jawaban.
"Sekolah yang mendapat masalah itu ada SMK Ibnu Taimiyah terdapat kekurangan tiga LJUN dan tiga soal. SMK PGRI kurang tujuh LJUN dan tujuh soal, SMK Muhamadyah 3 kurang empat LJUN, SMK Kansai kurang 15 soal dan 9 LJUN, dan SMK Teknologi Riau kuarang dua soal dan dua LJUN," ungkap Ketua Sub Rayon SMK Swasta Pekanbaru Drs Shofrudin kepada datariau.com, Kamis (16/4/2015).
"Semua sekolah yang ssaya sebutkan tadi mengatasi permasalahan yang terjadi dengan cara foto copy kekurangan tersebut. Baik kekurangan LJUN maupun soal," lanjutnya.
Sementara di SMK Masmur, lanjut Shofrudin, mengalami kekurangan lima soal. SMK Masmur tidak mengcopy soal, namun mereka mengambil kekurangannya langsung ke Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau. Begitu pula dengan SMK Tunas Karya, langsung mengambil kekurangan 24 LJUN ke Disdik Provinsi Riau.
"Sedangkan SMK Perbankan juga mengalami kurang lima LJUN, namun mereka men-scan lima LJUN yang kurang tersebut," tutur Shofrudin.
Selain kekurangan soal ujian dan lembaran jawaban, UN di tingkat SMK swasta ini juga diwarnai kesalahan petugas dalam pelaksanaan. Dimana kata Shofrudin yang juga Kepala SMK PGRI Pekanbaru ini, pengawas ujian nasional masih banyak yang tidak paham standar operasional prosedur (SOP).
"Selama proses pelaksanaan UN hingga hari keempat ini, telah ditemukan pengawas ruang yang melanggar SOP. Kelalaian tersebut yang pertama adalah, pengawas ruang memisahkan langsung lembar jawaban ujian nasional dan soal sebelum dibagikan dan itu tidak diperbolehkan," ujar Shofrudin.
Kemudian kelalaian yang kedua, lanjutnya, pengawas ruang kurang teliti saat mengumpulkan LJUN setelah siswa keluar. "Karena terdapat ada satu sekolah yang LJUN siswa tertinggal di ruangan," tambahnya.
Shofrudin juga menjelaskan, dari 3803 siswa SMK swasta, sebanyak 21 siswa tidak hadir dan satu siswa yang mengulang ujian. Dirinya berharap agar ada perhatian khusus untuk SMK swasta ini agar kedepan lebih maksimal lagi dalam pelaksanaan ujian nasional tanpa ada kendala. (ade)